All Posts - SUARA MERDEKA

Thursday, May 9, 2019

35 Perwira Tinggi TNI Dapat Promosi Jabatan, Ini Daftar Lengkapnya


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Mutasi jabatan di lingkungan TNI dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi dan pembinaan karier Perwira Tinggi, guna mengoptimalkan tugas-tugas TNI yang semakin kompleks dan dinamis. Oleh karena itu, TNI melakukan upaya peningkatan kinerja melalui mutasi dan promosi jabatan personel di tingkat Perwira Tinggi TNI.

Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/456/V/2019, tanggal 6 Mei 2019 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia, telah ditetapkan mutasi jabatan 35 Perwira Tinggi (Pati) TNI yang terdiri dari 8 (delapan) Pati jajaran TNI Angkatan Darat, 5 (lima) Pati jajaran TNI Angkatan Laut dan 22 Pati jajaran TNI Angkatan Udara.

Dalam mutasi tersebut tercatat sebagai berikut : 8 (delapan) Pati TNI Angkatan Darat, yaitu Mayjen TNI Santos Gunawan Matondang, S.I.P., M.M., M.Tr.(Han) dari Wadanjen Akademi TNI menjadi Wadan Sesko TNI, Brigjen TNI Suharto Lebang, S.I.P., M.M. dari Kapusdiklat Jemenhan Badiklat Kemhan menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Kolonel Chb Dominggus Pakel, S.Sos. dari Kabid Bangsisinfohan Pusdatin Kemhan menjadi Kapusdatin Kemhan, Brigjen TNI Cecep Rahmad Mujono, M.Sc. dari Staf Khusus Kasad menjadi TA Pengkaji Madya Bid. Sosial Budaya Lemhannas, Mayjen TNI Asrobudi, S.I.P. dari TA Pengajar Bid. Hubungan Internasional Lemhannas menjadi TA Pengajar Bid. Geografi Lemhannas, Mayjen TNI Achmad Yuliarto, S.Sos., M.A.P. dari TA Pengajar Bid. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Lemhannas menjadi TA Pengajar Bid. Ideologi Lemhannas, Brigjen TNI Ramses Lumban Tobing, S.T. dari Direktur Pengkajian Ekonomi Debid Jianstrat Lemhannas menjadi Dirjian Ekonomi dan SKA Debid Jianstrat Lemhannas (validasi orgas) dan Mayjen TNI Bambang Hartawan, M.Sc. dari Dirjen Kuathan Kemhan menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun).

5 (lima) Pati TNI Angkatan Laut, yaitu Laksma TNI Ir. Erwan Heruwicaksono, M.I.T., M.Han dari Kapusdatin Kemhan menjadi Kapusdiklat Jemenhan Badiklat Kemhan, Laksma TNI Suratno, S.H., M.H. dari Dirtap Kons & Sisnas Debid Taplai Bangsa Lemhannas menjadi Dirbinlak Taplai Debid Taplai Bangsa Lemhannas (validasi orgas), Laksma TNI Erman Syafril, S.H., M.M. dari Dirtap Ideo Padnas Debid Taplai Bangsa Lemhannas menjadi Dirsosmed Taplai Debid Taplai Bangsa Lemhannas (validasi orgas), Laksma TNI Rudy Bangkinas Z. dari Staf Khusus Kasal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun) dan Laksma TNI Tugas Eko Santoso dari Staf Khusus Kasal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun).

22 Pati TNI Angkatan Udara, yaitu Marsda TNI Herry Irsal dari Wadan Sesko TNI menjadi Staf Khusus Kasau, Marsma TNI Ir. Novyan Samyoga dari Kadispenau menjadi Wadanjen Akademi TNI, Marsma TNI Fajar Adriyanto, M.Si.(Han) dari Danlanud Mna menjadi Kadispenau, Kolonel Pnb Daan Sulfi, S.Sos., M.Si dari Danwingtar AAU menjadi Danlanud Mna, Marsma TNI Dadang Taufik Kardian, S.Si. dari Pa Sahli Tk. II Bid. Jahpers Panglima TNI menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun), Kolonel Lek Untung Basuki, S.E. dari Pamen Sahli Kasau Bid. Alutsista Sahli Kasau Bid. Iptek menjadi Pa Sahli Tk. II Bid. Jahpers Panglima TNI, Marsda TNI Eko Supriyanto, S.E., M.M. dari Aslog Kasau menjadi Staf Khusus Kasau, Marsma TNI Abdul Wahab, S.Sos., M.M. dari Kadisadaau menjadi Aslog Kasau, Marsma TNI Hento Budi Sarjono, S.E., M.M. dari Staf Khusus Kasau menjadi Kadisadaau, Marsma TNI Drs. V. Agus S., M.Si. dari Pati Sahli Kasau Bid. Strahan menjadi Staf Khusus Kasau, Kolonel Pnb Paminto Bambang Pamungkas, S.I.P. dari Sesdisdikau menjadi Pati Sahli Kasau Bid. Strahan, Marsda TNI Gutomo, S.I.P. dari TA Pengkaji Bid. Diplomasi Lemhannas menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun).

Marsma TNI Toto Boedihardjo, S.H. dari Diropsdik Debid Dik. Pimp. Tk. Nasional Lemhannas menjadi TA Pengkaji Bid. Diplomasi Lemhannas, Kolonel Pnb Maman Suherman, M.A.P. dari Paban IV/Komsosdirga Spotdirga menjadi Diropsdik Debid Dik. Pimp. Tk. Nasional Lemhannas, Marsda TNI Asep Sumaruddin, M.Sc. dari TA Pengajar Bid. Geografi Lemhannas menjadi TA Pengajar Bid. Hubungan Internasional Lemhannas, Marsda TNI Taufiq Suhargo Arif dari TA Pengajar Bid. Ideologi Lemhannas menjadi TA Pengajar Bid. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Lemhannas, Marsma TNI Julexi Tambayong dari Karo Ren & Ku Settama Lemhannas menjadi Karoren Settama Lemhannas (validasi orgas), Marsma TNI Bayu Roostono, S.H., M.M. dari Karo Perencanaan Organisasi dan Keuangan Setjen Wantannas menjadi Bandep Ur. Strategi Nasional Setjen Wantannas, Marsma TNI Sukur, M.Si.(Han) dari Bandep Ur. Strategi Nasional Setjen Wantannas menjadi Karo Perencanaan Organisasi dan Keuangan Setjen Wantannas, Marsda TNI Bonar H. Hutagaol, S.E., M.M. dari Staf Khusus Kasau menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun), Marsma TNI R. Rachman Rosta W. dari Staf Khusus Kasau menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun) dan Marsma TNI dr. IGN Totok Sukamto, MH.Kes., Sp.KP. dari Staf Khusus Kasau menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun).

Sunday, May 5, 2019

Kapolres Tasikmalaya: TNI- Polri Masih Siaga Menjaga Kondusifitas Hingga Tahapan Pemilu Usai


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya KH Ate Musodiq berharap agar pasca Pemilu tidak ada dampak negatif yang terjadi di masyarakat. 

Ate menyebutkan harus berprinsip optimis terhadap hasil apapun, demi bangsa dan negara, demi persatuan, demi ukhuwah, persaudaraan sebangsa dan setanah air.

“Mari bersama bersatu membangun kembali Kota Tasikmalaya tercinta ini,” ujarnya, Minggu (5/5/2019).

Ia berharap agar semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Pemilu 2019, baik KPU, Bawaslu hingga aparat TNI-Polri menjaga amanah rakyat.

Sementara Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Kurniawan Ma'ruf, mengajak, pihaknya tetap mengajak semua masyarakat dari berbagai kalangan sebagai upaya cooling sistem. Agar masyarakat bisa menerima dan mengapresiapsi pemilu di Kota Tasikmalaya berjalan lancar, aman damai dan sejuk di seluruh Indonesia pada umumnya.

"Apresiasi juga untuk penyelenggara pemilu, aparatur pemerintah dan aparat keamanan TNI Polri dalam menjaga Kota Tasikmalaya tetap kondusif. Aparat TNI- Polri masih terus siaga untuk menjaga kondusifitas hingga tahapan Pemilu usai," katanya.

Ditempat yang sama, Ketua Forum Pondok Pesantren Kota Tasikmalaya KH. Nono Nurulhidayat,nmengajak masyarakat untuk bersabar mengenai hasil penghitungan dari KPU Kota Tasikmalaya juga menunggu hasil real count yang dikeluarkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat.

Semua unsur dan elemen juga diharapkan bisa lebih bijak dalam menyebarkan informasi kepada khalayak agar tidak menjadi kesalahfahaman.

Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada TNI dan Polri. Khususnya kepada Polres Tasikmalaya Kota dan Kodim 0612 Tasikmalaya, yang telah bekerja dengan baik sehingga berhasil menjaga stabilitas keamanan. Penyelenggaraan Pemilu di Kota Tasikmalaya berjalan lancar dan kondusif.

“Kami sampaikan terima kasih, khususnya pada Pak Kapolres Ciamis AKBP, Febry Kurniawan Ma'ruf dan jajarannya dan kepada Pak Dandim 0612 Letkol Inf Nur Ahmad beserta anggotanya, seluruh KPPS. Kami selaku ketua Umum Forum Pondok Pesantren Kota Tasikmalaya mendoakan semoga menjadi Amal baik kita semua,” katanya.

Selain itu, pihaknya menghimbau kepada seluruh Pondok Pesantren untuk mengedepankan lagi ukhuwah islamiah, berdoa serta pengajian. Pihaknya juga mengajak seluruh komponen masyarakat agar bersatu kembali pasca Pemilu 2019.

Layanan Aplikasi Multiguna, KLIKGO Merupakan Bintang Baru Karya Anak Bangsa

  Layanan Aplikasi Multiguna, KLIKGO Merupakan Bintang Baru Karya Anak Bangsa

SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Rasanya sulit terbantahkan kalau trending topik bisnis dunia maya yang masih hangat jadi perbincangan di seputar era gelombang industri 4.0. Apa itu? Tentu saja dengan munculnya bintang atau pendatang baru, KlikGO sebagai sebuah aplikasi multiguna yang merupakan karya anak bangsa.

KlikGO sebagai bintang baru di ladang bisnis aplikasi online, sungguh mengundang decak kagum. Bahkan bisa dibilang terlalu berani bertarung  dalam bisnis transportasi online, karena harus berhadapan dengan raksasa Grab, Ojek dan lain-lainnya lagi.

Pasalnya, karena bisnis rintisan online (startu) tidak hanya berani menjual jasa transpotasi on lline semata, juga membuka lapak 212 dagangan, barang serta jasa yang diorientasikan atau bersifat serba usaha.

Menurut Yayan Sofyan selaku Direktur Utama dari PT Raffy Pratama Mandiri, KlikGO adalah aplikasi pertama di Indonesia yang menggabungkan konsep bisnis layanan berbasis aplikasi dan media sosial sebagai sarana komunikasi antar pengguna.

Jadi, bergulirnya era digital membuat industri rintisan online (startup) di Tanah Air begitu bergairah, karena rakyat Indonesia termasuk pengguna media sosial (Medsos) terbesar di Asia. Salah satunya yakni Medsos berupa Facebook yang memiliki akun sebanyak 140 Juta.

Sedangkan dukungan yang kuat dari pemangku kebijakan, pemodal, juga terutama dari Jokowi selaku Presiden RI, memberikan dorongan kuat kepada pemuda, terutama melenial untuk berkecimpung, menjajal bisnis online berbasis aplikasi.

Bagi KlikGO jelas tampil begitu bergairah dalam marketplace usaha rintisan menghadirkan solusi dari berbagai permasalahan, kebutuhan rakyat.

Bahkan dalam catatan  yang berjudul Database Startup  Indonesia dari Masyarakat  Industri Digital Kreatif sudah terdapat  sebanyak 992 perusahaan aplikasi bergerak di berbagai sektor bisnis.

Dipaparkan Yayan Sofyan lebih lanjut bahwa sebagian besar perusahaan aplikasi itu, 522 perusahaan terdapat di Jakarta. Menyusul Sumatera dan Jawa Timur. Perusahaan aplikasi umumnya hanya begerak di pemain tunggal, misalnya bisnis aplikasi transportasi online Grab, Ojek dan Dana dalam bidang keuangan. Berbeda dengan KlikGO, ibarat manusia mini melawan Goliat.

Sementara perusahaan-perusahaan aplikasi tersebut, pemiliknya terdaftar di luar negeri, tapi untuk KlikGO merupakan murni karya anak bangsa. Tentu saja yang digerakkan eksekutif Milenial dan berpusat di Kota Bandung.

Bicara soal keunggulan perusahaan aplikasi, umumnya memberikan keuntungan yang dapat menghubungkan langsung produsen dan konsumen, penjual dengan pembelinya dengan harga yang lebih murah, kualitasnya terjamin dan cepat saji di hadapan pengguna aplikasi online itu.

Namun khusus bagi KlikGO adalah perusahaan serba usaha cukup berani, menggiurkan bagi pengguna telepon pintar dan bahkan gawai merek apapun. Jika diibaratkan mall atau supermarket justru tersedia semua kebutuhan rakyat.

Pendapat lain lagi datang dari Dr Ika Sinaga, mantan Kepala Bappeda Jakarta yang juga sebagai pembina Lembaga Pemberdayaan Generasi Penerus Bangsa. Menurutnya, aplikasi KlikGO adalah salah satu sistem penggerak perekonomian rakyat Indonesia.

Dapat memberdayakan potensi, kapasitas talenta, kekayaan rakyat serta menebarkan nilai entreprenur kemandirian kedaulatan perekonomian rakyat.

Selain terbuka lapangan kerja, lapangan usaha yang menjanjikan, aplikasi  KlikGO justru membangun kemitraan sinergitas, kebersamaan dan gotong royong yang kemudian menjadikan rakyat jadi tuan di rumah sendiri.

Pada bagian lain, manejemen perusahaan memiliki sistem kekuasaan, otoritas pengelolaan aplikasi sesuai peraturan perundangan Informatika Transaksi Elektronika (ITE). Kemudian memberikan kesempatan luas kepada mitra, biro, agen serta vendor berkreasi untuk menjual produknya.

Patut menjadi catatan bahwa pemrakarsa kegiatan launcing KlikGO adalah kerjasama  PT Raffy Pratama Mandiri dan Lembaga Pemberdayaan Generasi Penerus Bangsa (LP-GPB).

Karenanya, DR Ika Effendy Sinaga sebagai Pembina LP-GPB menyatakan bahwa pengguna Smartphone saat ini 70 sd 80 persen, yakni anak-anak muda. Mereka merupakan  generasi penerus yang bakal mewarisi bangsa ini ke depannya.

Selanjutnya, LP GPB pun merasa perlu dan mengharapkan agar launcing KlikGO, dapat menjadi peluang usaha generasi penerus Bangsa. Maksudnya, peluang usaha mendapatkan profit (keuntungan) dan juga menyisihkan sebagian pendapatannya untuk kegiatan sosia kemasyarakatan. "Namun dalam berusaha, wajib berpegang teguh pada etika, kejujuran, keterbukaan serta persaudaraan  kekeluargaan," pungkas DR Ika Effendy Sinaga. ■ (rls)

Saturday, May 4, 2019

Panglima TNI : PPRC TNI Dituntut Tingkatkan Kemahiran dan Kemampuan Tempur Dalam Berbagai Misi

 Panglima TNI : PPRC TNI Dituntut Tingkatkan Kemahiran dan Kemampuan Tempur Dalam Berbagai Misi

SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI dituntut untuk senantiasa meningkatkan kemahiran dan kemampuan bertempur dalam menjalankan berbagai misi, baik dalam konteks operasi militer untuk perang,  maupun operasi militer selain perang.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat memimpin Apel Kesiapsiagaan PPRC TNI tahun 2019, bertempat di Taxi Way Skadron Udara 32 Lanud Abdul Rahman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jum'at (3/5/2019).

Dihadapan lebih 5.000 pasukan, Panglima TNI mengatakan bahwa sebagai satuan reaksi cepat, maka satuan PPRC TNI dituntut untuk mampu melakukan reaksi cepat terhadap berbagai ancaman nyata, dalam rangka menangkal, menindak awal dan menghancurkan kekuatan musuh yang mengancam NKRI. 

“Saya sampaikan penghargaan atas semangat, loyalitas, dedikasi dan pengabdian terbaik, yang telah kalian tunjukkan selama ini,  dalam setiap pelaksanaan tugas-tugas negara, yang selalu dilandasi nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI,” ujar Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Selanjutnya, Panglima TNI menjelaskan bahwa keberhasilan di dalam pelaksanaan berbagai tugas, hendaknya tidak membuat lupa akan jati diri TNI,   sebagai tentara rakyat,  tentara pejuang,  sekaligus tentara profesional.  “Sistem pertahanan semesta memiliki kekuatan berupa kemanunggalan TNI dan rakyat. Oleh karena itu selalu rendah hati dan dekat dengan rakyat, seraya tetap berserah diri kepada Sang Pencipta,” katanya.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa setiap prajurit PPRC harus selalu memegang prinsip-prinsip kecepatan dalam manuver, ketepatan dalam menghitung kemampuan dan batas kemampuan,  serta singkat dan cepat dalam melakukan eksploitasi kekuatan. “Pemahaman ini saya nilai sangat penting dalam pembinaan satuan PPRC, karena wilayah operasionalnya meliputi darat, laut dan udara di seluruh wilayah Nusantara,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI kembali mengingatkan,  tentang pentingnya untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa yang merupakan tugas, tanggung jawab,  sekaligus kewajiban kita semua sebagai bangsa Indonesia.

“Peran TNI di dalam pelaksanaan pesta demokrasi adalah  memberikan perbantuan kepada KPU dan Polri guna menjamin agar rangkaian tahapan Pemilu tahun 2019 ini berjalan aman, lancar dan damai,” tutur Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.   

Panglima TNI menegaskan  bahwa TNI tetap menjaga komitmen bahwa TNI tetap netral.  Namun demikian dalam setiap pelaksanaan tugas pengamanan Pemilu tersebut, hendaknya selalu meningkatkan kesiapsiagaan, melakukan deteksi dan cegah dini terhadap setiap tindakan inkonstitusional yang berpotensi menjadi ancaman terhadap persatuan dan kesatuan bangsa.

“Bersama seluruh masyarakat dan komponen bangsa,  mari kita menjaga jalannya pesta demokrasi ini agar berjalan damai, aman dan lancar, sehingga terwujud stabilitas keamanan nasional dan  ketertiban serta ketentraman di dalam masyarakat,” pungkas Panglima TNI.

Kejar SK Presiden, DPI Susun Kekuatan


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Eksistensi Dewan Pers Indonesia hingga hari ini masih tetap berlanjut  meskipun status formilnya masih harus menunggu Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia diterbitkan.

Sejumlah program prioritas kini sudah menanti untuk penguatan kelembagaan Dewan Pers Indonesia atau DPI. Salah satunya adalah pelaksanaan program pendataan keanggotaan organisasi pers dan verifikasi perusahaan pers berdasarkan hasil Kongres Pers Indonesia.

Keputusan itu ditetapkan melalui Rapat Bersama DPI dan Sekretariat Bersama Pers Indonesia, Jumat 03 Mei 2019 di Ruang Downing II Hotel Ashley Jakarta.

"Surat pengajuan ke Presiden sudah disampaikan sejak 16 April lalu dan hasilnya harus terus dikawal hingga tuntas," tutur Mandagi usai rapat.

Sementara Anggota DPI Mustika Sani berpendapat, kehadiran DPI merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. "Jadi pengajuan struktur DPI untuk mendapatkan SK Presiden sudah tepat dan memiliki dasar hukum yang jelas yakni UU Pers," terang pengacara bergelar Master Hukum.

Hal senada disampaikan wartawan senior yang juga berprofesi sebagai pengacara, Joseph Hutabarat.  Anggota DPI ini turut menjelaskan tentang dasar hukum keberadaan DPI. Menurutnya, di dalam UU Pers tidak ada satu pasal yang mengatur Dewan Pers sebagai wadah tunggal. "Jadi DPI yang dilahirkan melalui Kongres Pers Indonesia wajib disahkan Presiden melalui Surat Keputusan karena sudah sesuai amanat UU Pers," tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Badan Pengawas DPI Bintang Adi menegaskan, keberadaan DPI harus terus berlanjut meski SK Presiden belum terbit.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Anggota Banwas DPI Firman Tenri. Menurut mantan aktifis yang kini berprofesi sebagai wartawan sekaligus pengacara ini, DPI harus mampu membuktikan bahwa agregasi yang dimilikinya lebih baik dari Dewan Pers yang ada sekarang. "Salah satunya adalah pelaksanaan uji kompetensi harus berlisensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi dan bukan hanya berdasarkan Lembaga Penguji versi Dewan Pers," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas Sekber Pers Indonesia Syahril Idham yang hadir mewakili Sekber Pers, menjelaskan, posisi Sekber sebagai pencetus berdirinya DPI akan mensuport penuh seluruh rencana kegiatan DPI.

DPI sendiri saat ini sedang gencar menyusun kekuatan dan berupaya bersama-sama dengan 11 organisasi pers yang merupakan konstituen DPI, memperjuangkan belanja iklan nasional agar terdistribusi hingga ke seluruh daerah. Untuk memperjuangkan itu, DPI secara resmi telah membangun kemitraan dengan lembaga usaha yakni PT Anugerah Pariwara Agen. Memorandum of Understanding atau MOU antar DPI dan PT APA telah ditandatangani bersama antara Ketua DPI Hence Mandagi dan Direktur Utama PT APA Ilham Ilyas.

MOU antara DPI dan PT APA bertujuan untuk memfasilitasi jaringan media yang dimiliki 11 organisasi pers konstituen DPI untuk memperoleh belanja iklan dari total belanja iklan nasional yang mencapai 150 triliun rupiah setiap tahunnya.


Jasma PADI Doakan Prabowo Sandi Menjadi Pemimpin Amanah


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Jaringan Alumni Jasma Padi menggelar syukuran kemenangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sebagai presiden dan wakil presiden pilihan rakyat Indonesia periode 2019-2024. Mereka berdoa agar Prabowo-Sandi menjadi pemimpin amanah.

Salah satu inisiator Jasma Padi, Yenny Laura mengatakan, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada seluruh rakyat Indonesia yang telah memilih paslon nomor urut 02 di pilpres 17 April 2019 lalu.

“Mari kita saling bahu membahu dan bekerja keras bersama-sama Pak Prabowo dan Sandiaga membangun Indonesia yang merdeka, mandiri, adil dan makmur,” kata Yenny di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (3/5/2019).

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua BPN Judi Magio Jusuf mengucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas perjuangan dan dedikasi para relawan.

Judi menuturkan, peran aktif para relawan masih sangat dibutuhkan dalam menjaga kemenangan paslon nomor urut 02. Sebab saat ini tengah ada upaya sistematis untuk mencurangi hasil pilihan rakyat.

“BPN saat ini masih berupaya untuk menjaga pemilu bersih, jujur dan adil. Kita tidak ingin demokrasi ditegakkan di atas kecurangan. Demokrasi harus ditegakkan di atas asas jujur dan adil. Kalau pemilu ini curang maka rakyat akan dicurangi terus,” ucap Judi.

Pensiunan TNI ini mengajak masyarakat, khususnya relawan, emak-emak dan milenial untuk mengawal suara paslon 02. Sebab banyak indikasi yang menunjukkan suara Prabowo-Sandiaga hilang.

“Saya harap teman-teman bisa berpartisipasi menjaga suara yang proses rekapitulasinya kini sampai kecamatan," katanya.

Friday, May 3, 2019

Bupati Tegal Minta Kepala Desa Mengawasi Proses Verifikasi PKH


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Bupati Tegal, Hj Umi Azizah mengatakan sebanyak 809 warga atau penduduk di Kabupaten Tegal yang memperoleh Program Keluarga Harapan (PKH). Mereka kini dinyatakan sudah bisa hidup mandiri.

Hal tersebut disampaikan Bupati saat acara Pemandirian Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Tahun 2019, bertempat di Gedung Chandra Kirana Setda, Kabupaten Tegal, Kamis (2/5) sore kemarin.

Program Keluarga Harapan atau PKH, kata Umi, ternyata mampu menurunkan angka kemiskinan, setelah menerima manfaat PKH serta sejumlah program pendukung lainnya. Bahkan keberhasilan ini berkat kerjasama para pemangku wilayah yang telah mendukung serta membantu pelaksanaan PKH.

lebih lanjut, Umi mengatakan bahwa program ‘Implementasi Program Keluarga Harapan’ di Kabupaten Tegal pelaksanaannya sangat baik.

“Angka kemiskinan kita pun menjadi berkurang 1,96 point dari 9,90 persen di tahun 2017 menjadi 7,94 persen di tahun 2018,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Tegal khususnya kepada Camat serta Kepala Desa, menghimbau untuk terus memfasilitasi dan mengawasi proses verifikasi dan validasi Basis Data Terpadu (BDT). Terutama menyangkut perubahan data sehingga bisa benar-benar valid dan dirasakan betul oleh penerima bantuan.

“Tolong cek dan awasi setiap data, jika sudah menemukan keluarga yang mandiri segera ubah data tersebut. Tujuannya agar bisa digantikan oleh keluarga yang baru yang berhak menerima bantuan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tegal, Nurhayati, menuturkan bahwa selain dilakukan penyerahan sertifikat mandiri kepada KPM PKH juga diberikan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Bantuan ini diberikan senilai Rp. 110 ribu KPM / Bulan berupa 9 kilogram beras dan 8 butir telur.

“Dengan realisasi penyaluran bantuan pada bulan Januari 2019 sejumlah 69.588 KPM, Februari 70.679 KPM serta bulan Maret 69.524 KPM, juga ada pemberian Kartu Jateng Sejahtera (KJS) untuk 1.241 KPM dengan jumlah bantuan Rp. 250 ribu/KPM/bulan,” terangnya.

Panglima TNI Tatap Muka Dengan Prajurit TNI AU “Sayap Tanah Air”


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. melaksanakan tatap muka dan bertemu langsung dengan ribuan Prajurit TNI AU “Sayap Tanah Air, pada saat memimpin Apel Gelar Pasukan di Hanggar Skadron 3 Lanud Iswahjudi, Madiun, Kamis (2/5/2019).

Mengawali pengarahannya, Panglima TNI menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh Prajurit TNI Angkatan Udara, khususnya Lanud Iswahjudi yang telah melaksanakan tugas dengan baik dalam rangka pengamanan Pemilu, mulai dari pentahapan masa kampanye selama kurang lebih 7 bulan hingga pencoblosan pada tanggal 17 April 2019.

“Semuanya dapat dilaksanakan dengan aman, damai dan demokratis. Ini merupakan satu kebanggaan untuk kita semua bahwa Pemilihan Umum paling rumit yang pernah dilaksanakan di bumi ini adalah baru pertama kali di Indonesia”, katanya.

Selanjutnya Panglima TNI mengingatkan kembali bahwa saat ini adalah pentahapan penghitungan suara sampai dengan tanggal 22 Mei 2019, dimana penetapan pemenang secara Konstitusi akan diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Tugas TNI belum selesai, karena harus tetap melaksanakan pengamanan di PPK, KPUD dan KPU Provinsi, karena akan dilaksanakan pleno oleh tingkat PPK, tingkat Kabupaten/Kota dan tingkat Provinsi. Tugas TNI bersama Polri adalah mengamankan”, ujarnya.

Dikatakan pula bahwa TNI tetap berkomitmen netral dalam proses penghitungan suara. “Dalam proses pengamanan, hanya di luar gudang dan tidak sampai masuk ke dalam untuk melihat secara langsung lembar C1”, tegasnya.

Panglima TNI mengingatkan bahwa jati diri TNI sebagai Prajurit Pejuang, Tentara Pejuang, Tentara Rakyat, Tentara Nasional yang memiliki doktrin Sapta Marga dan Sumpah Prajurit harus dilaksanakan dengan baik.

“Selamat bertugas para prajurit sekalian, Prajurit Sayap Tanah Air. Saya bangga dengan kalian semua, karena kalian telah menunjukkan tugas dengan baik. Satu bukti bahwa Dharma Bakti kalian telah melaksanakannya tanpa cacat”, pungkasnya.

Thursday, May 2, 2019

33 Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat, Berikut Daftar Lengkapnya


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menerima laporan Korps Kenaikan Pangkat  33 Perwira Tinggi TNI, bertempat di Gedung Soedirman Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (2/5/2019).

Kenaikan  pangkat  33  Perwira Tinggi (Pati) TNI, terdiri dari 20  Pati  TNI AD, 4 (empat) Pati TNI AL dan 9 (sembilan) Pati TNI AU tersebut, berdasarkan Surat Perintah Panglima TNI Nomor Sprin/1025/IV/2019 tanggal 29 April 2019.

20 Pati TNI AD yang naik pangkat, yaitu Mayjen TNI Pujo Wahyono, S.Sos. (Ketua LP2M Unhan), Mayjen TNI Adi Sudaryanto, S.I.P. (Kasatwas Unhan), Mayjen TNI Arif Susilo (Kasahli Kasad), Mayjen TNI Darlan Harahap, S.I.P. (Pa Sahli Tk. III Bid. Banusia Panglima TNI), Mayjen TNI Mindarto (TA Pengajar Bid. Strategi Lemhannas), Mayjen TNI Nurchahyanto (TA Pengkaji Bid. Politik Lemhannas), Brigjen TNI Antonius Bambang Budi W. (Karo Ortala Setjen Kemhan), Brigjen TNI Ronny, S.A.P. (Kabinda Maluku BIN), Brigjen TNI Rudi Adrianto, S.E. (Penmil pada PTRI PBB di New York), Brigjen TNI Minan Sinulingga (Dirvet Ditjen Pothan Kemhan), Brigjen TNI Erlangga (Athan RI di Riyadh, Saudi Arabia).

Brigjen TNI Purbo Prastowo, S.I.P., M.M. (Danpussenarmed Kodiklatad), Brigjen TNI Mohammad Ali Mudjid, S.Sos. (Pa Sahli Tk. II Ekku Sahli Bid. Ekkudag Panglima TNI), Brigjen TNI Dr. Budi Pramono, S.I.P., M.M., M.A. (Bandep Ur. Informasi dan Pengolahan Data pada Deputi Bid. Sistem Nasional Setjen Wantannas), Brigjen TNI Dr. Jonni Mahroza, S.I.P., M.A. (Wakil Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan Unhan), Brigjen TNI Nugroho Djati Waluyo (Kakordos Sesko TNI), Brigjen TNI Syahyudi (Pa Sahli Tk. II Bid. Komsos Panglima TNI), Brigjen TNI Benny Antony Sitohang, S.E., M.Hum. (Kapuslemasmil Babinkum TNI), Brigjen TNI dr. Jajang Edi Prayitno, Sp.B., M.A.R.S. (Waka Puskesad) dan Brigjen TNI G.R.A.R.V. Mustikaningrat (Direktur Amerika dan Eropa Deputi Bid. Luar Negeri BIN).

4 (empat) Pati TNI AL yang naik pangkat, yaitu Mayjen TNI (Mar) Harhar Sucharyana (Pa Sahli Tk. III Bid. Polkamnas Panglima TNI), Brigjen TNI (Mar) Novarin Gunawan, S.E., M.M.S., M.Tr.(Han) (Dirmin Sesko TNI), Laksma TNI Arif Harnanto, S.T., M.Eng. (Kapuslitbang Strahan Balitbang Kemhan) dan  Laksma TNI Dyah Rintis Nasiarti, S.E., M.M., CFrA. (Pa Sahli Tk. II Bid. Kamkonf Komunal Sahli Bid. Polkamnas Panglima TNI).

9 (sembilan) TNI AU yang naik pangkat, yaitu Marsda TNI Dr. Siswo Pudjiatmoko, S.E., M.Si.(Han) (Dekan Fakultas Strategi Pertahanan Unhan), Marsda TNI Antonius Sri Munada, S.E., M.M. (TA Pengajar Bid. Sistem Manajemen Nasional Lemhannas), Marsda TNI Andyawan Martono P., S.I.P. (Pangkoopsau III), Marsma TNI Yulianta, S.I.P., M.Tr.(Han) (Pangkosek Hanudnas II/Mks), Marsma TNI Donald Kasenda, S.T., S.I.P., M.M. (Kadispamsanau), Marsma TNI Imam Kuncoro, S.E., M.D.S. (Pati Sahli Kasau Bid. Iptek), Marsma TNI Loekman, S.E., M.M. (Pa Sahli Tk. II Siber Sahli Bid. Intekmil dan Siber Panglima TNI), Marsma TNI Drs. V. Agus S., M.Si. (Pati Sahli Kasau Bid. Strahan) dan Marsma TNI Haryo Kusworo, S.H., M.Hum. (Kadiskumau).

Turut mendampingi Panglima TNI yaitu, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto, Wakasau Marsdya TNI Fahru Zaini Isnanto, S.H., M.DS., Danjen Akademi TNI Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos., serta Staf Khusus Panglima TNI Letjen TNI Dodik Widjanarko, S.H.

Informasi Bagian Kebutuhan Dasar Untuk Ketahanan Nasional


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Informasi merupakan kebutuhan mendasar setiap orang sebagai pengembangan pribadi dan lingkungan sosialnya serta bagian penting bagi ketahanan nasional. Hak memperoleh informasi adalah Hak Asasi Manusia (HAM) dan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) merupakan salah satu ciri penting negara demokratis yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat untuk mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik sesuai UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang KIP.

Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang Umum (Kabidum) Puspen TNI, Kolonel Inf Drs I Ketut Murda mewakili Kapuspen TNI, Mayjen TNI Sisriadi, saat membuka Rapat Kerja Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) tahun 2019, di Balai wartawan Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (2/5/2019).

Rapat Kerja (Raker) PPID yang diikuti sekitar 75 personel dari 37 Satuan Kerja (Satker) yang berada dibawah Mabes TNI diselenggarakan oleh Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia (Puspen TNI) sebagai Pelaksana Utama PPID di lingkungan Mabes TNI,

Selanjutnya Kabidum Puspen TNI mengatakan bahwa tugas Pejabat PID adalah menyediakan informasi publik bagi pemohon informasi, yang diharapkan implementasi Undang-Undang Keterbukann Informasi Publik dapat berjalan efektif dan hak-hak publik terhadap informasi yang berkualitas secara nyata dapat terpenuhi.

“Pejabat PID diwajibkan untuk mengklasifikasi dan mengelompokan informasi untuk menyimpan, mengelola dan menyajikan informasi, baik itu informasi yang bersifat wajib disediakan dan diumumkan secara terbuka, informasi yang diumumkan secara serta merta maupun informasi yang wajib tersedia setiap saat. Namun demikian informasi juga dapat dikecualikan dengan memperhatikan prinsip ketat, terbatas dan tidak sesuai UU No. 14 Tahun 2008 tentang KIP”, tuturnya.

Menurut Kolonel Inf I Ketut Murda, dalam pelayanan informasi ada lima azas yang harus dipedomani yaitu, Pertama, azas tranparansi yang bersifat terbuka, mudah dan dapat diakses. Kedua, akuntabilitas yang dapat dipertanggungjawabkan sesuai Undang-Undang.

Ketiga, kondisional yang berpegang pada prinsip efesiansi dan efektivitas. Keempat, partisipatif dengan mendorong peran serta masyarakat dengan memperhatikan aspirasi, kebutuhan dan harapannya. Kelima, kesamaan hak dengan tidak diskriminatif.

Kabidum Puspen TNI berharap setelah mengikuti rapat ini untuk langsung merealisasikan dan melaporkan hasil-hasil yang telah diperoleh selama mengikuti Raker PPID.

“Saudara adalah pemimpin dalam membantu institusi TNI yang kita cintai ini dalam menyebarkan informasi kinerja TNI dan program-programnya secara massif serta memberantas berita hoax”, katanya.

Wednesday, May 1, 2019

Liput Aksi Ricuh Buruh di Bandung, Hasil Foto Wartawan Tempo Dihapus

  Liput Aksi Ricuh Buruh di Bandung, Hasil Foto Wartawan Tempo Dihapus

SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Unjuk rasa memperingati Hari Buruh International atau May Day di sekitar Gedung Sate, Kota Bandung, Jawa Barat diwarnai keributan antara massa buruh dengan polisi. Celakanya, jurnalis yang meliput aksi itu malah diancam dan dianiaya oleh aparat, Rabu (1/5/2019).

Dua jurnalis yang jadi korban kekerasan adalah fotografer Tempo, Prima Mulia dan wartawan freelance, Iqbal Kusumadireza alias Reza. Keduanya saat itu sedang meliput peringatan May Day yang berpusat di Gedung Sate.

Kronologinya sekira pukul 11.30 WIB, Reza dan Prima berkeliling sekitar Gedung Sate untuk memantau kondisi pergerakan massa buruh yang akan berkumpul di Gedung Sate.

Saat tiba di Jalan Singaperbangsa, sekitar Dipatiukur, Prima dan Reza melihat ada keributan antara polisi dengan massa yang didominasi berbaju hitam-hitam.

Reza dan Prima mengaku melihat massa berbaju hitam tersebut dipukuli oleh polisi. Melihat kejadian tersebut, keduanya langsung membidikan kamera ke arah kejadian tersebut.

Setelah pindah lokasi untuk mengabadikan gambar yang lain, Reza tiba-tiba dipiting oleh seorang anggota polisi.

Menurut Reza polisi tersebut dari satuan Tim Prabu Polrestabes Bandung.

Menurut Reza anggota Tim Prabu itu menggunakan sepeda motor Klx berpelat D 5001 TBS

Saat dipiting, Reza dibentak dengan pertanyaan “dari mana kamu?”

Reza langsung menjawab “wartawan”.

Lalu menunjukan id pers-nya. Polisi tersebut malah mengambil kamera yang dipegang Reza sambil menginjak lutut dan tulang kering kaki kanannya berkali-kali.

“Sebelum kamera diambil juga udah ditendang-tendang. Saya memepertahankan kamera saya. Sambil bilang saya jurnalis,” kata Reza.

Kaki kanan Reza mengalami luka dan memar.

Setelah menguasai kamera Reza, polisi tersebut menghapus sejumlah gambar yang sudah diabadikan Reza.

Sedangkan Prima Mulia mengalami hal yang sama. Hanya saja, Prima tidak mendapat kekerasan fisik dari polisi. Prima mengaku disekap oleh tiga orang polisi.

Dia diancam dan foto-fotonya dihapus. Salah satu polisi itu mengatakan “Mau diabisin?”

“Rombongan pertama pendemo di Jalan Bagus Rangin tiba-tiba rusuh. Massa kocar kacir. Polisi tangkepin demonstran sambil dihajar. Saya sama Reza bisa masuk untuk ambil gambar kekerasan oleh polisi. Wartawan lain dicegat enggak boleh masuk area kerusuhan,” tutur Prima.

“Polisi ngehajar demo strange sambil nembak senjata ke udara berkali Kali ke udara Saat ngambil gambar itulah Saya ditangkep tiga orang polisi preman sambil ngancam dan minta gambar dihapus. Dari situ Saya lihat Reza mengalami kekerasan fisik dan didorong sampai jatuh. Semua file foto dihapus,” kata Prima.

(Sumber: Okezone)

Prajurit Marinir Miliki Jiwa Ksatria, Militan, Loyal dan Profesional



SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. memberikan pengarahan di hadapan ribuan Prajurit Korps Marinir wilayah Barat pada acara Apel Gelar Pengecekan Personel dan Materiil di Lapangan Kesatrian Hartono, Brigif 1 Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (30/4/2019).

Mengawali pengarahannya, Panglima TNI menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh Prajurit Korps Marinir yang telah melaksanakan tugas Pengamanan Pemilu, mulai dari masa kampanye selama kurang lebih 7 bulan dilanjutkan dengan hari pencoblosan pada tanggal 17 April 2019.  “Semuanya bisa dilaksanakan dengan aman, sukses dan demokratis. Ini adalah berkat kerja sama kita sebagai anggota TNI dengan komponen bangsa lainnya”, ucapnya.

Panglima TNI mengatakan bahwa sorot mata yang tajam dan sikap yang hebat dari Prajurit Marinir menunjukkan kalian (prajurit) benar-benar berlatih untuk menjadi prajurit petarung yang memiliki jiwa ksatria, militan, loyal dan profesional.   “Sebagai prajurit petarung yang memiliki jiwa ksatria, kalian dididik untuk dijadikan ksatria bukan Pecundang. Itu adalah tujuan menjadikan kalian seorang prajurit yang disegani oleh bangsa dan seluruh rakyat Indonesia”, ujarnya.

“Sebagai prajurit petarung, kalian juga dibentuk memiliki jiwa militansi yang hebat, karena kalian selama melaksanakan tugas pengabdian sebagai pasukan Korps Marinir dapat melaksanakan tugas dengan baik, berhasil, tuntas dan sukses dalam melaksanakan tugas”, ungkapnya.

Disamping itu, Prajurit Marinir juga dibentuk untuk memiliki jiwa loyal.  Loyalitas hanya satu garis yaitu mulai dari Pimpinan Tertinggi TNI, Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan, Dankormar, Komandan Batalyon, Komandan Kompi, Komandan Peleton.   “Perintah hanya satu garis tegak lurus. Tidak ada loyalitas yang mendua, semuanya prajurit loyalitas tegak lurus”, tegasnya.

Selanjutnya dikatakan bahwa Prajurit Korps Marinir juga dididik menjadi prajurit yang profesional. Profesional terlatih mampu menguasai Alutsista yang diberikan dan menjadi tanggung jawabnya.  “Profesional ada di dalamnya yaitu hebat dan mampu untuk melaksanakan tugas dalam kegiatan-kegiatan operasi yang diberikan oleh negara”, tuturnya.

“Itulah satu keinginan yang sudah terealisasi dari negara, menjadika kalian seorang yang memiliki jiwa ksatria, militan, loyal dan profesional”, kata Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI mengingatkan kepada seluruh prajurit TNI bahwa hidup di tengah-tengah masyarakat harus dekat dengan masyarakat dan harus bisa mencuri hati rakyat untuk saling berinteraksi. “Kuasai hati rakyat dengan cara kita menunjukkan perilaku yang terbaik di depan rakyat. Kalian harus memberikan contoh kepada seluruh masyarakat dan harus menjadi pelopor dalam mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya. Untuk itulah, kalian harus berbaur dengan masyarakat”, terangnya.

Di sisi lain, Panglima TNI mengatakan bahwa saat ini adalah saat pentahapan penghitungan suara dan TNI tetap melaksanakan tugasnya.  “Melaksanakan pengamanan di luar tidak di dalam, tidak ikut masuk ke gudang penyimpanan lembar C1 hanya di luar dan melaksanakan pengamanan sampai dengan penetapan secara Konstitusi tanggal 22 Mei 2019.

“Untuk itu, tunjukkan profesionalisme prajurit bahwa kalian adalah kebanggaan rakyat Indonesia dan saya yakin kalian mampu melaksanakan itu”, tegasnya.

Panglima TNI : Prajurit Kopassus Momok Menakutkan Bagi Musuh Negara

 Panglima TNI : Prajurit Kopassus Momok Menakutkan Bagi Musuh Negara

SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Prajurit Kopassus bagaikan hantu-hantu atau momok menakutkan bagi musuh negara karena tugas apapun yang dilaksanakan oleh Kopassus selalu berhasil. Sejarah telah mencatat operasi di dalam dan luar negeri semuanya tercatat dengan tulisan sangat membanggakan.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat memberikan pengarahan dihadapan 600 prajurit Grup 1 Komando Pasukan Khusus (Kopassus), bertempat di Aula Griya Sena Baladika Grup 1 Kopassus Serang, Banten, Selasa (30/4/2019).

Terkait keberhasilan operasi yang dilakukan oleh prajurit Kopassus, Panglima TNI menyampaikan bahwa prajurit Kopassus di didik untuk memiliki jiwa militan, hal itu terbukti. “Kopassus juga memiliki loyalitas yang tinggi hanya satu kepada pimpinan tertinggi yaitu Presiden. Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan Darat dan Danjen Kopassus satu garis komando, tidak ada loyalitas mendua loyalitas hanya satu tegak lurus,” tegasnya.

“Melihat sikap prajurit Kopassus mewujudkan dan menandakan bahwa prajurit sangat terlatih yang memiliki jiwa ksatria, militan, loyal dan profesional karena kalian dididik dan dilatih untuk dijadikan seorang ksatria pembela tanah air dan keselamatan bangsa,” ujar Panglima TNI.

Selanjutnya, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa prajurit Kopassus dididik untuk menjadi prajurit yang profesional, hal itu terlihat ketika melaksanakan HUT ke-67 Kopassus menggema sampai ke antero dunia. “Saya sangat bangga melihat penampilan kalian semua karena mendapatkan nama dan sangat terkenal di seluruh dunia,” ucapnya.

Panglima TNI juga mengucapkan terima kasih kepada Grup 1 Kopassus yang telah menyelamatkan pendaki gunung yang hilang di Gunung Rinjani dan saat terjadi bencana alam gempa bumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu yang lalu. “Pada saat itu saya di telepon Presiden bahwa ada wisatawan yang hilang di Gunung Rinjani, dan mereka tidak tahu posisinya ada dimana. Malam itu juga saya perintahkan untuk dikirim pendaki serbu dari Grup 1 Kopassus dan saya laporkan kepada bapak Presiden,” tuturnya.

“Peristiwa ini adalah bagian dari loyalitas kita tegak lurus sampai kepada Presiden dan itu menunjukkan bahwa jiwa kita tidak ada loyalitas yang mendua. Semua perintah yang diberikan kepada  pimpinan kita, pasti kita bisa melaksanakan,” jelasnya.

Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto berpesan agar prajurit Kopassus meningkatkan profesionalismenya. Pimpinan TNI ingin melengkapi apa yang diperlukan oleh prajurit di lapangan agar dalam melaksanakan operasi tidak menemui kesulitan terhadap perlengkapan yang dipakai di lapangan. 

Kapuspen TNI : Tugas Public Relations Tanggung Jawab Personel Penerangan


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Tugas Public Relations  di lingkungan TNI sebenarnya tidak hanya berada di pundak para pejabat penerangan, akan tetapi merupakan tugas dan tanggung jawab bersama dari seluruh personel, baik Prajurit maupun PNS TNI.

Demikian amanat tertulis Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Sisriadi yang dibacakan Kepala Bidang Umum (Kabidum) Puspen TNI, Kolonel Inf Drs. I Ketut Murda pada penutupan Penataran Public Relations TA. 2019 bekerjasama dengan Sekretaris Nasional Kine Klub Indonesia (Senakki), bertempat di Balai Wartawan Puspen TNI, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (30/4/2019).

Kapuspen TNI menegaskan bahwa seorang Prajurit maupun PNS TNI, khususnya seorang Perwira dituntut dan sudah menjadi keharusan memiliki kemampuan untuk menjadi public relations di satuannya guna mengkomunikasikan hal-hal yang positif secara baik dengan masyarakat.

“Sudah seharusnya kita senantiasa menyelaraskan kemampuan dengan tuntutan lingkungan dan kebutuhan organisasi, agar eksistensi citra positif TNI di era keterbukaan informasi dewasa ini, tetap dapat dipertahankan dan ditingkatkan untuk kepentingan bangsa dan Negara”, tuturnya.

Menurut Mayjen TNI Sisriadi, baik buruknya citra Tentara Nasional Indonesia (TNI), tergantung pada bagaimana cara TNI mengkomunikasikan kinerja kepada masyarakat melalui berbagai media yang tersedia.

“Dengan bekal pengetahuan yang telah diterima selama mengikuti pelatihan public relations ini, saya yakin saudara-saudara akan mampu mengkomunikasikan kinerja dan tugas TNI kepada masyarakat, sekaligus membina hubungan dengan media massa yang  menjadi jembatan dalam komunikasi sosial secara efektif dan efisien”, jelasnya.

Selanjutnya dikatakan bahwa untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan sumber daya manusia yang mampu mengkomunikasikan dan mentransformasikan kinerja TNI, baik di lingkungan internal  maupun eksternal TNI. “Dimanapun personel TNI berada dan bertugas senantiasa dapat berinteraksi secara efektif dalam kemanunggalan dengan rakyat”, tegasnya.

Kapuspen TNI, Mayjen TNI Sisriadi berharap setelah kembali ke kesatuan masing-masing para peserta penataran dapat memberikan saran masukan kepada pimpinan di satuannya mengenai pentingnya fungsi public relations.

“Apa yang saudara peroleh selama penataran ini hendaknya dapat dijadikan pedoman berperan aktif dalam memberikan kontribusi bagi satuan, sebagai upaya membangun dan meningkatkan citra setiap satuannya”, pungkasnya.

Monday, April 29, 2019

Satgas Indobatt XXIII-M UNIFIL Memberikan Bantuan Komputer Ke Sekolah Di Lebanon Selatan


SUARAMERDEKA.CO.ID ■  Dalam rangka membantu terjaminnya pendidikan bagi anak-anak di Lebanon Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-M/UNIFIL (United Interm Force In Lebanon) yang sedang melaksanakan tugas sebagai penjaga perdamaian di Lebanon Selatan memberikan bantuan Komputer kepada salah satu sekolah negeri (Public School) di Ds. Gandourieh Lebanon Selatan, Jumat (26/4).

Dijelaskan oleh Dansatgas Yonmek TNI Konga XXIII-M/UNIFIL, Letkol Inf Arfa Yudha Prasetya bahwa desa Gandourieh merupakan salah satu desa binaan Satgas yang mana saat konflik perang terjadi tahun 2006 mengalami kerusakan yang sangat parah termasuk sekolah negeri ini. Setidaknya dengan bantuan komputer ini kiranya dapat mendukung bidang pendidikan di desa ini, baik untuk keperluan administrasi maupun proses belajar mengajar nantinya.

“Adapun kegiatan penyerahan komputer ini dapat terlaksana melalui Staf CIMIC (Civil Military Coordination) Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-M/UNIFIL atau lebih dikenal dengan sebutan Indobatt (Indonesian Battalion), yang secara intensif melaksanakan pendekatan terhadap masyarakat lokal sehingga mengetahui akan kebutuhan komputer tersebut, selanjutnya kami tindak lanjuti dengan mengajukan permohonan ke Seceast UNIFIL dan Alhamdullillah disetujui sehingga 3 unit komputer dapat kami salurkan hari ini ” tutur

Dansatgas Indobatt. Turut hadir dalam acara penyerahan komputer tersebut Kapten Jacobo Pardo yang mewakili Staf dari Seceast UNIFIL dan Kepala sekolah Gandourieh Mr. Ahmed Kdouh selaku pihak yang menerima bantuan komputer tersebut yang disaksikan oleh Dansatgas Indobatt serta Mr. Khodor yang mewakili pemerintahan Lebanon.

■ Red/Penkostrad
© Copyright 2018 SUARA MERDEKA | All Right Reserved