All Posts - SUARA MERDEKA

Selasa, 09 April 2019

Panglima TNI Tinjau Latihan Satgultor TNI di Ancol

Panglima TNI Tinjau Latihan Satgultor TNI di Ancol

SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., didampingi Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., dan Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M., meninjau langsung latihan Penanggulangan Terorisme Satgultor TNI TA 2019 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Selasa (9/4/2019).

Latihan Penanggulangan Terorisme melibatkan sekitar 500 prajurit dari tiga pasukan khusus TNI, terdiri dari Satuan-81  Kopassus TNI AD, Detaseman Jala Mangkara (Denjaka) TNI AL dan Satbravo-90 Paskhas TNI AU.

Latihan Satgultor TNI TA 2019, mengangkat tema “Satgultor TNI Melaksanakan Penanggulangan Aksi Terorisme di Wilayah DKI Jakarta Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI”.

Tujuan dari latihan ini adalah untuk menguji kesiapsiagaan Satgultor TNI untuk melaksanakan operasi penanggulangan terorisme dalam rangka menghadapi kemungkinan ancaman terorisme yang diperkirakan kemungkinan akan terjadi.

Setelah selesai meninjau Latihan Satgultor TNI,  Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di hadapan awak media mengatakan bahwa TNI beserta jajarannya tetap komitmen dan siap mengamankan Pemilihan Legislatif (Pilleg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun 2019.

“TNI akan Netral dalam pelaksanaan Pilleg dan Pilpres tahun 2019 dan siap menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” tegasnya.

Panglima TNI mengatakan bahwa jika ada pihak-pihak yang mengganggu stabilitas politik jalannya demokrasi, mengganggu NKRI, mengganggu Pancasila, mengganggu UUD 1945 dan menggangu Bhinneka Tunggal Ika, maka akan berhadapan dengan TNI.

“Ingat !!! Tentara Nasional Indonesia (TNI) adalah bentengnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bagi TNI, NKRI Harga Mati,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Komandan Korps Marinir (Dankormar), Mayjen TNI (Mar) Suhartono, M.Tr.(Han) selaku Direktur Latihan (Dirlat) mengatakan bahwa salah satu latihan yang dilaksanakan adalah mekanisme perencanaan yang diawali dengan kegiatan hubungan antara komandan dan staf, kemudian dilanjutkan dengan aplikasi di lapangan.  “Di sini kita uji kemampuan teknis dan taktis dari semua elemen yang terlibat di situ,” ucapnya.

“Pasukan yang dilatih disini siap untuk digerakkan setiap saat atas perintah Panglima TNI apabila ada kasus-kasus yang terjadi sebenarnya,” katanya.

■ Rasyid/Puspen TNI

Panglima TNI Terima Ketua Yayasan Ponpes Tahfidz Qur’an Sunan Gunung Djati

  Panglima TNI Terima Ketua Yayasan Ponpes Tahfidz Qur’an Sunan Gunung Djati

SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto didampingi Kepala Pusat Pembinaan Mental (Kapusbintal) TNI, Laksma TNI Budi Siswanto, S.T., M.A.P., menerima kunjungan Ketua Yayasan Ponpes Tahfidz Qur’an Sunan Gunung Djati Cirebon, KH. Tubagus Ahmad Furqon Manduraraja yang didampingi oleh KH. Imam Ibrahim, Ust. Lutfi Ubai Dillah, Ust. Fikri Mubarak, Ust. H. Hadist dan Ny. Lif Nasihatul Ummah, bertempat  di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (9/4/2019).

Wabup Sanjaya Hadiri Pemelaspasan Gong Banjar Adat Pasekan Baleran, Dajan Peken

Wabup Sanjaya Hadiri Pemelaspasan Gong Banjar Adat Pasekan Baleran, Dajan Peken

SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Upacara Pemelaspasan merupakan tradisi yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Hindu di Bali. Seperti halnya setelah membangun rumah, dilaksanakan upacara pemelaspasan. Bukan saja rumah, benda yang mempunyai nilai sakral dan manfaat pun diplaspas, seperti Gong, Topeng dan lainnya.

Upacara melaspas bertujuan untuk membersihkan dan menyucikan benda ataupun bangunan baru secara niskala sebelum digunakan atau ditempati. Upacara Melaspas juga dilakukan dengan tujuan agar terciptanya ketenangan dan kedamaian sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak diiginkan.

Seperti halnya kali ini, Senin, (8/4), Banjar Pekraman Pasekan Baleran, Desa Dajan Peken, Tabanan menggelar Upacara Pemlaspasan Gong yang dihadiri oleh Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Camat Tabanan Putu Arya dan Tokoh Masyarakat.

“Saya yang dalam hal ini mewakili Pemerintah Kabupaten Tabanan sangat menyambut baik sekali, dengan apa yang telah dilaksanakan masyarakat Saya di Pasekan Baleran terhadap pelestarian seni, adat dan budaya,” ucap Wabup Sanjaya di sela-sela sehabis acara.

Dikatakannya bahwa masyarakat Pasekan seni budayanya sangat luar biasa, salah satunya banyak seniman yang lahir di Pasekan. “Seniman yang handal harus dibarengi dengan ornament pendukung yang bagus dan berkualitas. Maka dari itu kami di Pemerinah Kabupaten Tabanan berusaha untuk mengayomi masyarakat dalam rangka menjaga seni, adat dan budaya di Tabanan,” jelasnya.

Ketika ada alat yang bagus untuk megambel, tambah Wabup Sanjaya nantinya akan betul-betul seni itu dilestarikan apalagi gambelan mampu menampilkan atau mengeluarkan suara yang begitu harmonis yang menenangkan jiwa. Gambelan dikatakannya  juga sangat banyak fungsinya, disamping untuk seni dan budaya, juga gambelan dipakai sebagai sarana pendukung di dalam kita (Hindu Bali) melaksanakan Upacara Yadnya.

“Maka dari itulah, Saya di Pemerintah Daerah sangat mensupport apa yang menjadi keinginan masyarakat Saya dalam rangka menjaga seni, adat dan budaya kita, khususnya di Tabanan,” bebernya.

Sebelumnya, IB. Alit Ketua Panitia kegiatan yang juga selaku kelian Adat Banjar Pasekan Baleran mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Tabanan terhadap Masyarakat Pasekan Baleran. “Ten surut-surut manah tiang ngucapin terima kasih kepada Wabup Sanjaya. Suksma atas bantuan Pemerintah Kabupaten Tabanan beserta pihak terkait lainnya,” ucapnya.

Dirinya berharap agar Pemerintah selalu mebantu dan mendukung pembangunan yang dilakukan oleh masyarakatnya. “Besar harapan kami agar Wakil Bupati beserta undangan yang hadir agar bisa membantu krama titiang bukan hanya sekarang, tapi kedepannya kami tak akan lepas dari uluran tangan Pemerintah dan pihak terkait,” harapnya.

■ Made Asnawa

250 Perwira Kostrad Terima Pengarahan Menteri Pertahanan RI

250 Perwira Kostrad Terima Pengarahan Menteri Pertahanan RI

SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Menteri Pertahanan, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu, melakukan kunjungan kerja ke Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat. Selasa (9/4). Kedatangan Menhan disambut Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan, S.H., M.Tr (Han).

Kedatangan Menteri Pertahanan, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu sekaligus memberikan pengarahan kepada 250 Perwira Kostrad di Ruang Mandala Markas Kostrad.

Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu mengatakan, bahwa seorang Perwira harus mencintai prajuritnya, loyal kepada senior dan atasan serta melaksanakan latihan dengan baik, karena latihan merupakan kesejahteraan bagi seorang prajurit.

Menhan RI meminta kepada seluruh prajurit TNI untuk menjaga sikap Netralitas dan profesionalitas dalam pelaksanaan Pemilu tahun 2019.

Hubungan Kementerian Pertahanan dengan TNI harus terus bagus. Karena menurutnya, Kemhan adalah yang menyusun dan membuat strategi pertahanan di TNI. “Dalam merumuskan strategi pertahanan negara, Kemhan selalu mengacu pada kondisi aktual potensi Ancaman,” ujar Menhan.

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu menjelaskan, Menhan selaku pembantu Presiden dalam bidang pertahanan memiliki otoritas tertinggi dalam mendesain dan menentukan kebijakan strategis pertahanan. Termasuk dalam melaksanakan kontrol demokratis terhadap kekuatan militer.

“Dalam hal ini, kedudukan TNI adalah sebagai alat atau instrumen pertahanan negara guna mewujudkan objektif arsitektur pertahanan negara tersebut, sementara itu fungsi Polri adalah sebagai instrumen keamanan dan ketertiban negara dan masyarakat,” ujar Menhan RI.

Ryamizard dalam kesempatan itu juga menceritakan pengalaman karir militernya yang banyak dihabiskan di Kostrad. Karirnya, sejak masih berpangkat Kapten sampai menjadi Pangkostrad dihabiskan di satuan tersebut.

“Saya ke sini serasa kembali ke rumah sendiri. Saya bangga dengan prajurit Kostrad,” paparnya.

Pada kesempatan yang sama, Pangkostrad Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan, S.H., M.Tr (Han) mengucapkan terima kasih kepada Menhan karena telah menyempatkan waktunya untuk memberi arahan kepada para prajurit Kostrad.

“Sesungguhnya merupakan suatu kebahagiaan untuk kita semua karena Bapak Menteri berkenan bersilaturahmi ke Kostrad. Kami ucapkan selamat datang dan apresiasi setinggi-tingginya atas kedatangan Pak Menhan untuk memberikan pengarahannya,” kata Pangkostrad.

“Kostrad akan pegang teguh Sapta Marga dan Sumpah Prajurit dalam setiap pelaksanaan tugas dan selalu berorientasi pada kepentingan negara dan rakyat Indonesia serta Pemilu harus berjalan aman dan sukses. Perbantuan TNI kepada Polri sesuai aturan dan prosedur yang berlaku, Netralitas TNI harga mati,” tegas Pangkostrad mengakhiri sambutannya.

Kegiatan diakhiri dengan pertukaran Cinderamata  antara Menteri Pertahanan, Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu kepada Panglima Kostrad Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan, S.H., M.Tr (Han) dan foto bersama.

■ Rasyid/Penkostrad

Lupa Mempersiapkan Program Ramadhan yang Baik

Lupa Mempersiapkan Program Ramadhan yang Baik

Oleh : Ustadz Nashrullah Jumadi

Sebentar lagi Ramadhan tiba, bulan mulia diantara bulan-bulan dalam Islam lainnya. Menjelang Ramadhan tiba banyak masjid-masjid mulai berbenah untuk menyambutnya. Dari sekian banyak yang berbenah sudah bisa dipastikan pembenahan fisik masjid menjadi prioritas utama pengurus masjid saat ini, baik pengecatan ulang, tambal sini tambal sana, kebersihan total masjid dari karpet, Wc, kamar mandi dan lain sebagainya. Bahkan masjid yang sedang proses renovasi pun tak mau ketinggalan untuk sesegera mungkin mempercepat proses renovasinya agar masjid di saat Ramadhan tiba telah layak di pakai.

Pengambaran yang saya sampaikan di atas adalah kenyataan yang banyak kita jumpai di masjid kita hari ini ketika menjelang Ramadhan tiba. Dari tahun ketahun, dari Ramadhan satu ke Ramadhan berikutnya hampir-hampir tidak ada sesuatu yang menarik atau berubah. Dan terus terang saja, sedikit sekali masjid yang jauh-jauh hari telah mempersiapkan Ramadhan nya dengan penuh rencana dan mempersiapkan program Ramadhan dengan baik.

Ya,..inilah kenyataannya masjid kita saat ini dalam menyambut datangnya Ramadhan, para pengurus masjid lebih banyak sibuk ngurus pembenahan fisik masjidnya. Akhirnya mempersiapakan program Ramadhan tidak mendapatkan perhatian yang seharusnya. Dan sudah bisa ditebak program Ramadhan pun tampil asal jalan semata, tak menarik diikuti dan tak memiliki kualitas yang baik, terlebih menarik bagi para pemuda/i islam. Padahal Ramadhan adalah saat yang paling tepat untuk memberikan kesadaran dan pengaruh luar biasa pada ummat yang belum dekat dengan masjid. Ramadhan adalah saat yang paling pas kita mengawali perubahan. Terlebih lagi kaum muslimin tanpa kita minta rela berbondong-bondong datang ke masjid, padahal pada hari biasa diundang pun belum tentu hadir.

Tapi sayang, bulan Ramadhan yang luar biasa ini tidak diiringi dengan penyajian program yang menarik ummat. Bahkan jika kita cermati Ramadhan kita hanya sebagai ajang latihan semata, latihan kultum anak-anak SLTA, Latihan kultum para bapak-bapak yang tak biasa menyampaikan materi, Latihan menghafal Al Qur’an sekaligus jadi imam, latihan berinfaq, latihan ngaji dan lain sebagainya. Rugi rasanya jika Ramadhan yang dasyat ini hanya kita jadikan ajang latihan semata.

Seharusnya Ramadhan kita berikan yang terbaik, jika ada jadwal kultum carikan pemateri yang terbaik yang mampu menggungah semangat ummat untuk bisa berubah dan bukannya untuk latihan, carikan imam Taraweh yang terbaik jika perlu yang hafal Al Qur’an sehingga ummat merasakan nikmatnya mengikuti sholat tawareh, kalau infaq, infaqlah yang terbaik.Sehingga ketika Ramadhan telah berlalu ummat merasa sentuhan dan nikmat yang luar biasa dari bulan Ramadhan yang sebenarnya, karena mendapatkan sentuhan ruhiyah yang berkualitas, baik dari pemateri yang hebat, imam yang menyetuh bacaannya dan lain sebagainya.Ramadhan adalah bulan istimewa tentu kita pun harus menyikapinya dengan istimewa pula, jika kita ingin merasakan nikmatnya Ramadhan.

Maka sangatlah wajar para sahabat Rasulullah Saw begitu sangat sedih dan menangis ketiga ditinggalkan Ramadhan, sebab bagi mereka Ramadhan adalah saat yang tepat untuk mendulang amal sholeh yang banyak. Mereka bersungguh-sungguh untuk bisa mengkhatamkan Al Qur’an, mereka mempersiapkan diri dengan sungguh-sungguh untuk bisa I’tikaf di 10 hari terakhir bulan Ramadhan.

Untuk itu sebelum Ramadhan tiba, inilah saat yang paling tepat kita menyusun dan merencanakan pogram Ramadhan dengan baik. Jangan pelit mengeluarkan dana kas masjid untuk menyambut Ramadhan dengan penuh ceria. Jadikan Ramadhan sebagai jaring dakwah yang akan mampu menyadarkan umat untuk kembali ke masjid dan program Ramahan yang hebat sebagai upan yang menarik setiap ummat yang belum tersentuh ke masjid.

Mudah-mudah dengan Program Ramadhan yang hebat dan berkualitas serta kesungguhan pengurus masjid yang mampu memberikan layanan yang baik bagi ummat akan mampu menumbuhkan hidayah pada ummat untuk kembali ke masjid. Sehingga ketika Ramadhan telah berlalu masjid semakin makmur dengan bertanbahnya jama’ah baru yang dulunya belum terketung hatinya untuk ke masjid

Sebagai akhir tulisan, seharusnya mempersiapkan program Ramadhan lebih utama dari hanya sekedar mempersiapakan fisik masjid agar layak untuk di pakai di saat Ramadhan nanti. Sudahkah masjid anda mempersiapkannya dengan baik ? …..Wallahu ‘alam bishowab

Ramadhan adalah saat yang paling tepat untuk memberikan kesadaran dan pengaruh luar biasa pada ummat yang belum dekat dengan masjid. Ramadhan adalah saat yang paling pas kita mengawali perubahan. Terlebih lagi kaum muslimin tanpa kita minta rela berbondong-bondong datang ke masjid, padahal pada hari biasa diundang pun belum tentu hadir.

Tapi sayang, bulan Ramadhan yang luar biasa ini tidak diiringi dengan penyajian program yang menarik ummat. Bahkan jika kita cermati Ramadhan kita hanya sebagai ajang latihan semata, latihan kultum anak-anak SLTA dll …..Rugi rasanya jika Ramadhan yang dasyat ini hanya kita jadikan ajang latihan semata.

Info detail, silahkan kunjungi: baitulmaalmasjid.com

Masjid yang Gagal Membangun Generasi

   Masjid yang Gagal Membangun Generasi

Oleh : Ustadz Nashrullah Jumadi

Penulis buku “5 Langkah Mudah Membentuk dan Mengoptimalkan Baitul Maal Masjid”/Penganggas Konsep Gerakan membangun desa/kampung berbasis Baitul Maal Masjid/Ketua Lembaga Trainer & Penelitian Keummatan AL HADID/Founder Gerakan Peduli Masjid (GPM) Indonesia

Masjid yang gagal membangun generasi ……., inilah tema yang saya angkat kali ini sebagai lanjutan dari tulisan-tulisan saya sebelumnya tentang artikel “Kini Saatnya Masjid Berubah”. Sudah kita maklumi bersama hampir setiap aktivitas kita sebagai manusia tak pernah lepas dari namanya rencana. Apapun aktivitas kita, entah mau kerja atau sekolah, saat mau pergi, saat mau belanja dan lain sebagainya, kita tak lepas dari yang namanya rencana. Kalau dalam ilmu manajemen modern bisa diistilahkan dengan PLANNING.

Setelah kita membuat perencanaan, proses Lanjutan dari proses Rencana yakni melaksanakan apa yang telah di planningkan dengan sebaik-baiknya. Kemudian tentu berlanjut dengan adanya EVALUASI sebagai bagian tahapan sejauh mana pelaksanaan dari rencana yang telah kita buat sebelumnya. Setelah evaluasi sudah tentu menuntut adanya INDIKATOR KEBERHASILAN yang akan digunakan untuk menilai apakah pekerjaan atau aktivitas kita bisa dikatakan berhasil atau tidak.

Indikator keberhasilan adalah bagian yang terpenting dari seluruh rangkaian yang saya paparkan di atas. Sebab indikator adalah proses akhir dari seluruh aktivitas yang telah kita lakukan. Dengan indikator keberhasilan inilah orang bisa menghargai sebuah karya/usaha kita, bermanfaat atau tidak, bagus atau jelek dan lain sebagainya. Dan dengan indikator keberhasilan pulalah kita bisa berbenah kearah yang lebih baik dari sebelumnya, jika memang dalam pelaksanaannya masih ada hal yang perlu untuk diperbaruhi dan diperbaiki. Sebagai sebuah gambaran yang sederhana, yakni jika kita memiliki anak yang duduk dibangku SD, diakhir semester anak kita dinyatakan naik kelas/lulus oleh pihak sekolah, maka INDIKATOR kelulusan itu pasti dimiliki oleh pihak sekolah, sehingga tidak asal menentukan anak kita naik kelas atau tinggal kelas.Wal hasil hampir setiap aktivitas kita, baik itu sekolah, mengajar, bekerja dll sadar atau tidak pasti memiliki INDIKATOIR KEBERHASILAN atas aktivitas atau kinerja kita selama ini.

Pembaca yang budiman, lucunya apa yang saya paparkan diatas, yakni perluanya rencana terlebih lagi INDIKATOR kEBERHASILAN kebanyakan tidak berlaku di masjid kita hari ini. Banyak masjid kita hari ini rutinitasnya tidak melalui perencanaan yang matang, semua berjalan ala kadarnya. Jangankan INDIKATOR KEBERHASILAN perencanaan yang baik pun terkadang tak dimiliki masjid kita hari ini. Akhirnya, masjid dengan potensi yang besar tak menemukan kemajuannya kecuali hanya bangunan fisik semata, yang kebanyakkan dibangun atas dasar memenuhi ambisi bukan karena kebutuhan.

Lalu yang jadi pertanyaan kita yakni apa kira-kira INDIKATOR yang paling tepat untuk melihat berhasil atau tidaknya kepempiminan takmir masjid ditempat kita ? Menurut saya salah satu indikatornya selain indikator datang dan sholat ke masjid sebagaimana pada penjelasan tulisan saya sebelumnya yakni “berhasil atau tidaknya membangun generasi masjid dengan baik”

Ya, generasi muda itulah indikatornya, apa fungsinya masjid yang besar dan megah tapi tak memiliki aktivitas yang menarik bagi pemuda/i dan apa pula pentingnya kegiatan yang meriah sementara para pemudanya banyak yang nganggur dan berfoya-foya ? Akhirnya masjid-masjid kita hanya diisi oleh para orang tua, baik itu tenaga kebersihan, muadzin, imam rawatibnya bahkan ustadz/ah TPA/TPQ yang biasanya dikelola oleh para pemuda/i pun dikelola pula oleh para orang tua.

Semua itu terjadi karena tidak adanya generasi muda yang hadir sebagai pengerak di masjid. Padahal bisa jadi pemuda/i kampung banyak sekali jumlahnya, hanya saja yang siap jadi pengerak masjid seringkali sulit kita temukan. Yang jadi pertanyaan, kira-kira siapa yang salah ? Mungkin tidak pas jika kita hari ini mencari siapa yang benar dan salah atas gagalnya masjid membangun generasinya, sebab kondisi seperti ini hampir senjalar di seluruh masjid-masjid kaum muslimin, tidak hanya di pedesaan, kampung atau kota semua merasakan hal yang sama.

Padahal jika kita runtut perjalanan regenerasi masjid sudah dilakukan pada saat usia anak-anak, tapi jika telah tumbuh dewasa, maka generasi yang sedang tumbuh ini tak lagi hadir di masjid-masjid kita. Pembangunan generasi seharusnya lebih kita prioritaskan dari pada pembangunan fisik masjid. Sebab kegagalan membangun generasi memang seringkali tidak pernah dirasakan oleh masjid kita hari ini. Selain karena tak nampak kasat mata, pengaruhnya pun seringkali tak kita rasakan langsung, hal ini beda dengan membangun fisik masjid.

Untuk itu, sudah berhasilkah Ketua Takmir masjid anda dalam mengelola masjid yang diamanahkan selama in padanya ? Tentu hanya anda yang tahu …….Wallahu a’lam bishowab

Indikator keberhasilan adalah bagian yang terpenting dari seluruh rangkaian yang saya paparkan di atas. Dengan indikator keberhasilanlah orang bisa menghargai sebuah karya/usaha dan dengan indikator keberhasilan pulalah kita bisa berbenah kearah yang lebih baik dari sebelumnya.

Menurut saya indikator yang tepat yakni “berhasil atau tidaknya membangun generasi masjid dengan baik”

www.baitulmaalmasjid.com

Jamaah Haji 2019 akan Menikmati Tenda Ber-AC Selama Berada di Arafah

 Jamaah Haji 2019 akan Menikmati Tenda Ber-AC Selama Berada di Arafah

SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Indeks kepuasan jamaah haji 2018 yang telah mencapai predikat sangat memuaskan, tidak membuat Kementerian Agama berhenti berbenah. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku, pihaknya beserta jajaran Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) telah menyiapkan sejumlah perbaikan dalam penyelenggaraan haji 1440H/2019M.

Hal ini disampaikan Menag saat menerima Pimpinan Redaksi Medcom Abdul Kohar di Kantor Kementerian Agama, Jakarta.

"Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun ini tidak mengalami kenaikan, dan relatif sama dengan BPIH tahun lalu. Kendati demikian, tahun ini jamaah haji akan menerima banyak kelebihan dibanding tahun sebelumnya," kata Menag di Jakarta, Jumat (05/04).

Dalam perbincangan hangat yang berlangsung sekitar 45 menit, Menag membeberkan beberapa perbaikan pelayanan haji yang akan diterima oleh jamaah haji Indonesia.

Pertama, penerapan jalur cepat  (fast track) bagi jemaah haji Indonesia akan ditambah. Dengan penerapan kebijakan ini, penyelesaian dokumen perjalanan, termasuk rekam biometrik, dilakukan sejak di embarkasi.

“Jika tahun lalu masih uji coba di embarkasi Jakarta, maka tahun ini diharapkan layanan fast track bisa diberlakukan pada embarkasi lainnya,” kata Menag.

Kedua, jamaah haji Indonesia akan menikmati tenda ber-AC selama berada di Arafah. “Kalau tahun lalu belum ber-AC, tahun ini seluruh tenda Arafah akan difasilitasi dengan AC," tutur Menag.

Ketiga, penempatan pemukiman jemaah akan dilakukan berdasarkan zona daerah. Ada tujuh zona,  yaitu: Syisah, Raudhah, Misfalah, Jarwal, Mahbas Jin, Rey Bakhsy,  dan Aziziyah.

Menurut Menag, siatem zonasi ini didasarkan pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, di mana penempatan jemaah kloter yang bercampur di setiap sektor banyak mengalami kendala, salah satunya terkait bahasa. "Dengan sistem zona ini diharapkan petugas tidak lagi kesulitan dalam berkomunikasi karena memiliki kesamaan bahasa," ujarnya.

Selain itu, kata Menag, layanan katering juga akan diusahakan sesuai dengan rasa makanan khas masing-masing daerah. Dengan demikian, rasa makanan katering semakin variatif sehingga jemaah tidak merasa bosan. (sumber: Kemenag)

10 Personel Kostrad Bantu Renovasi Masjid Mulyo Winarso di Mojolaban

10 Personel Kostrad Bantu Renovasi Masjid Mulyo Winarso di Mojolaban

SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Anggota Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad bersama warga masyarakat bergotong royong melaksanakan karya bakti renovasi Masjid Mulyo Winarso, Dusun Ganggasan, Desa Demakan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (05/04).

Sejumlah 10 personel Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad yang dipimpin Sertu Andriyansyah dan warga masyarakat Dusun Ganggasan bergotong royong melakukan renovasi Masjid Mulyo Winarso. Tampak kekompakan warga masyarakat dan anggota TNI saat mengerjakan renovasi masjid tersebut.

Kegiatan karya bakti ini merupakan bentuk kepedulian dan partisipasi TNI khususnya satuan Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad terhadap lingkungan. Melalui karya bakti ini, diharapkan akan menumbuhkan kembali dan memelihara semangat gotong-royong serta memantapkan Kemanunggalan TNI Rakyat.

Sementara itu Bapak Santo salah satu warga masyarakat, mengucapankan terima kasih atas bantuan Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad dalam penyelesaian renovasi masjid.

“Saya bangga dengan TNI yang dengan sukarela datang membantu meringankan tugas masyarakat dalam memperbaiki masjid ini. semoga mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT,” kata Bapak Santo.

■ Rasyid/Penkostrad

Yonif Para Raider 501 Kostrad Peringati HUT Ke- 58


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Komandan Batalyon Infanteri Para Raider 501 Kostrad,  Letkol Inf Riza WP Setyawan pimpin upacara dalam rangka memperingati HUT Ke- 58 Yonif Para Raider 501 Kostrad, di Markas Yonif Para Raider 501 Kostrad, Madiun. Kamis(04/04).

Upacara kali ini dilaksanakan dalam suasana yang sederhana, namun tidak mengurangi nilai-nilai kebersamaan  dan kekhidmatan. Kekhidmatan dalam setiap upacara satuan memang sangat dibutuhkan untuk memelihara jiwa korsa dan semangat setiap prajurit.

Dalam amanatnya Danyonif Para raider 501 Kostrad menyampaikan, terima kasih dan penghargaan atas segala tugas yang telah kita laksanakan, tepat pada tanggal 04 April 2019 Batalyon Yonif PR 501 Kostrad genap berusia 58 tahun semenjak di sahkan pada tahun 1961.

“Dengan belajar pada sejarah pengalaman satuan kita, maka sudah menjadi kewajiban bagi kita sebagai generasi muda, generasi penerus yang harus menjaga dan melestarikan jejak perjuangan satuan yang memiliki sejarah dan nama besar sebagai garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI,” ungkap Danyon.

“Semoga makna peringatan HUT ini dapat memacu motivasi, mempertahankan  dan meningkatkan soliditas dan profesionalitas prajurit Kostrad dalam upaya pemantapan pelaksanaan tugas dan  semangat  pengabdian  kepada  bangsa dan Negara tercinta,” tambah Danyon.

Setelah acara upacara selesai dilanjutkan dengan demonstrasi dan pengukuhan Beladiri Militer Nusantara gabungan dari 14 Perguruan Pencak Silat yang berada di Kota Madiun.

■ Rasyid/Penkostrad

Satgas TNI MONUSCO Gelar Operasi dan Amankan Ratusan Senjata Panah

Satgas TNI MONUSCO Gelar Operasi dan Amankan Ratusan Senjata Panah

SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Satuan Tugas (Satgas) TNI Kontingen Garuda (Konga)  XXXIX-A Rapidly Deployable Battalion (RDB) Mission de Organisation des Nations Unies pour La Stabilisation en République Démocratique du Congo (MONUSCO) berhasil mendamaikan dua kelompok suku yang bertikai Suku Twa dan Suku Bantu serta mengamankan ratusan senjata busur dan anak panah di Head Quarter  MONUSCO wilayah Kampung Kambu, Elia, Kabeke dan Fatuma, Republik Demokratik Kongo, beberapa waktu lalu.

Satgas TNI Konga  XXXIX-A RDB MONUSCO dibawah pimpinan  Kolonel Inf Dwi Sasongko sebagai Dansatgas menyampaikan dalam operasi itu diberi nama “Operasi Laba-Laba” dalam misi Long Range Mission (LRM) bersama dengan staf Disarmament Demobilization Repatriation Reintegration and Resettelement (DDRRR).

Pada operasi tersebut Konga  XXXIX-A RDB MONUSCO menugaskan sejumlah prajurit dipimpin oleh Kapten Caj Deliyana Yudha Negara, S.Psi. dan staf DDRRR dipimpin oleh Mr. Jeannot Moluba melaksanakan kegiatan selama empat hari di beberapa wilayah desa, diantaranya adalah Fatuma, Kambu, Kabeke, Elia, Kabwela, Lioni dan Mwanza.

“Di masing-masing desa tersebut juga dilaksanakan kegiatan layanan kesehatan gratis dan pendampingan psiko sosial oleh personel staf Civil and Military Coordination (CIMIC) sebagai sarana untuk komunikasi dan interaksi antara personel satgas bersama warga masyarakat,” jelas Kolonel Inf Dwi Sasongko.

Kolonel Inf Dwi Sasongko menambahkan bahwa operasi itu berhasil mendamaikan dua suku dan mengamankan sejumlah peralatan perang terdiri dari 315 busur, 550 anak panah, serta berbagai macam senjata tajam lainnya, yang diserahkan oleh masyarakat kepada Satgas TNI Konga  XXXIX-A  RDB Monusco.

Selanjutnya, Kolonel Inf Dwi Sasongko menuturkan bahwa penyerahan peralatan perang dari kedua suku tersebut dilatarbelakangi oleh niatnya untuk menghentikan peperangan dan menyatakan sepakat damai. “Kesepakatan tersebut telah dibuat beberapa bulan sebelumnya yang ditandatangani oleh kedua belah pihak yaitu Byandike Swedi Shambaza pemimpin dari Suku Bantu dan Kisibwe Ponda Mali pemimpin dari suku Twa,” katanya.

■ Rasyid/PenKonga

Pangkostrad Terima Audiensi Dewan BEM Universitas Se-DKI Jakarta dan Jawa Barat

Pangkostrad Terima Audiensi Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Se-DKI Jakarta dan Jawa Barat

SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Se-DKI  Jakarta dan Jawa Barat melaksanakan audiensi dengan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan,  bertempat di Ruang Kerja Pangkostrad, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (8/4).

Tujuan kegiatan ini adalah, Dewan Eksekutif Mahasiswa meminta masukan dari Pangkostrad karena akan mengadakan seminar Nasional kebangsaan pada tanggal 3 Mei 2019 mendatang di Auditorium Anwar Mussadadd UIN Sunan Gunung Djati Bandung, adapun tema yang diangkat adalah “ Menegakkan Kedaulatan Pancasila Dalam Mempertegas Peran Pemuda Sebagai Pelopor Kemajuan Peradaban Dunia”.

Usai kegiatan audiensi, dilaksanakan tukar menukar cinderamata antara Pangkostrad dengan Dema UIN Sunan Gunung Djati dan dilanjutkan foto bersama.

Rombongan Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas Se-DKI  Jakarta dan Jawa Barat berkesempatan mengunjungi Museum Dharma Bhakti Kostrad yang berisi sejarah, dokumentasi dan diorama dari kegiatan-kegiatan Kostrad sepanjang masa, mulai kegiatan kemanusiaan, latihan militer, hingga operasi militer baik di dalam maupun luar negeri.

“Dengan mengunjungi museum ini, para Mahasiswa sekalian dapat mengetahui sejarah perjuangan Kostrad dari masa-ke masa,” ujar Perwira Pembinaan Mental Kostrad Mayor Inf Murdiyat saat menjelaskan isi Museum.

Hadir dalam kegiatan ini, Aster Kaskostrad Kolonel Inf Heri Susanto, Kapen Kostrad Kolonel Inf Adhi Giri Ibrahim, Presiden Mahasiswa Dema UIN Sunan Gunung Djati Bandung Oki Reval Julianda, Sekjen Mahasiswa Dema UIN Sunan Gunung Djati Bandung Iwan Firdaus, Menlu KM ITB Ade Hilmy MA, Menlu BEM UNISBA Yogi Iskandar, Dem Presma IBI Kosgoro Jakarta Mafasi Ihsan, Presma UIN Syarif Hidayattullah Jakarta Ahmad Nabil Bintang, Presiden Mahasiswa STEBI Global Mulia Bekasi Rochim, Wapresma KM Unjani San San Rendi dan Menlu STAIPI Bandung M. Andi Purbaya.

■ Rasyid/Penkostrad

Ketegangan di Laut Cina Selatan, 2 Kapal Perang Rusia Tiba di Filipina

     Ketegangan di Laut Cina Selatan, 2 Kapal Perang Rusia Tiba di Filipina

SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Dua kapal perang perusak dan kapal tanker Rusia bersauh di Filipina di tengah ketegangan Laut Cina Selatan.

Kapal perusak Laksamana Tributs dan Vinogradov, yang diklasifikasikan sebagai kapal perusak anti-kapal selam besar, bersauh di Manila pada Senin pagi, bersama kapal tanker Laksamana Irkut, menurut laporan kantor berita Philippine News Agency, dikutip dari CNN, 8 April 2019.

Ini kedua kalinya pada tahun ini, kapal Rusia bersauh di Filipina. Januari lalu, tiga kapal perang Rusia juga bersauh di Manila untuk promosa perdamaian stabilitas, dan kerja sama maritim.

Tiga kapal perang Rusia berlabuh di Port of Manila memulai kunjungan baik selama 5 hari oleh Armada Pasifik Rusia.

"Kedatangan rekan-rekan kami dari Angkatan Laut Rusia menggarisbawahi upaya berkelanjutan untuk lebih memperkuat hubungan antara pemerintah kami dan angkatan laut. Ini akan semakin meningkatkan dan mempertahankan promosi perdamaian dan stabilitas dan kerja sama maritim," kata Kapten Angkatan Laut Filipina Constancio Reyes Jr, dikutip dari Rappler.

Kedatangan Armada Pasifik Rusia terjadi hanya beberapa bulan sebelum kedua negara akan menandatangani perjanjian kerja sama angkatan laut, kemungkinan pada bulan Juli, yang dilaporkan akan melibatkan lebih banyak latihan bersama dan kunjungan pelabuhan timbal balik.

Rusia dan Cina juga telah bergerak lebih dekat bersama dalam beberapa tahun terakhir, melakukan latihan militer bersama dan menandatangani kesepakatan ekonomi, dengan kedua belah pihak mengklaim hubungan berada pada tingkat terbaik dalam sejarah.

Kunjungan Rusia hari Senin juga datang di tengah latihan bersama tahunan Balikatan antara Filipina dan AS, yang berakhir pada 12 April.

Latihan Balikatan melibatkan lebih dari 7.500 pasukan, pesawat tempur siluman F-35B dan termasuk pelatihan penembakan langsung dan operasi amfibi.

Sementara kunjungan kapal Rusia tidak sebesar itu, namun hubungan Rusia yang semakin besar dengan Filipina dan kehadirannya di wilayah itu terjadi pada saat meningkatnya ketegangan di Laut Cina Selatan.

Pemerintah Filipina mengatakan ratusan kapal Cina, termasuk beberapa kapal militer, telah terlihat di sekitar Pulau Thitu dalam gugus Kepulauan Spratly di Laut Cina Selatan, yang dikendalikan oleh Manila tetapi diklaim oleh Beijing. (sumber: tempo)


Senin, 08 April 2019

Ramadan 2019, PT KAI Sediakan Sahur dan Takjil Gratis

 Ramadan 2019, PT KAI Sediakan Sahur dan Takjil Gratis

SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Untuk kesekian kalinya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) akan menggelar aksi simpatik menjelang mudik Lebaran mendatang. Penumpang akan dibagikan makanan gratis di area stasiun.

Program pembagian makanan sahur serta takjil gratis ini akan dilaksanakan di stasiun-stasiun besar kepada seluruh penumpang kereta api (kecuali KA Lokal). Kegiatan ini berlangsung pada sepuluh hari terakhir di bulan puasa.

Perseroan mengaku senang mendapatkan tanggapan positif dari masyarakat ketika kegiatan serupa berlangsung tahun lalu. Hal itulah yang menginspirasi PT KAI untuk kembali melaksanakannya.

"KAI akan melakukan posko Angkutan Lebaran 2019 selama 22 hari mulai tanggal 26 Mei s.d 16 Juni 2019. Selama masa posko tersebut, seluruh pegawai KAI akan dimaksimalkan untuk membantu kelancaran pelayanan di stasiun-stasiun.” ujar Dirut KAI Edi Sukmoro, seperti dikutip pada Minggu (7/4/2019).

Oleh sebab itu, KAI melanjutkan program tersebut tujuannya agar penumpang tidak perlu repot-repot mencari atau menyiapkan makanan untuk berbuka dan sahur saat sedang dalam perjalanan.

Tiket-tiket kereta api untuk mudik lebaran 2019 juga sudah dijual. Untuk mengantisipasi lonjakan harga tiket, PT KAI menyediakan 50 kereta api tambahan juga disediakan dan tiketnya sudah bisa dibeli pada Sabtu kemarin. 

Minggu, 07 April 2019

Sandiaga : Alhamdulillah, Sumbangan Dari Masyarakat Terus Mengalir



Alhamdulillah, sumbangan dari masyarakat terus mengalir, kali ini berasal dari urunan masyarakat Medan yang hadir dalam acara Khataman Akbar Al-Qur’an di Tiara Convention Center. Senang campur haru rasanya.

Sandiaga Salahuddin Uno
@sandiuno

7 April 2019.

Anggota Kongres AS Imbau Eritrea Bebaskan Warga AS

Anggota Kongres AS Imbau Eritrea Bebaskan Warga AS

SUARAMERDEKA.CO.ID Ketua sub-komisi Urusan Luar Negeri DPR Amerika meminta pemerintah Eritrea agar membebaskan seorang warga Amerika yang telah ditahan di negara itu selama lebih dari enam tahun.

Ciham Ali Abdu lahir di Los Angeles, California, dan dibesarkan di Eritrea. Pada Desember 2012, pejabat Eritrea menangkap Ciham ketika berusaha meninggalkan negara itu tanpa visa keluar yang wajib ada. Keluarganya tidak melihat atau mendengar kabar darinya sejak itu, meskipun ada upaya terus-menerus untuk mengetahui tentang keberadaan dan kesejahteraannya.

Anggota DPR Karen Bass, ketua sub-komisi Urusan Luar Negeri untuk Afrika, Kesehatan Global, HAM Global dan Organisasi Internasional, mengimbau pembebasan Ciham dalam tulisan di media sosial pada Jumat (5/4).

Bass mengunjungi Eritrea dan Etiopia bersama anggota DPR Joe Neguse dan Ilhan Omar, keduanya baru mulai bergabung dengan Kongres pada Januari. Neguse mewakili distrik kedua Colorado. Orangtuanya beremigrasi dari Eritrea ke Amerika tahun 1980.

Omar, warga Somalia-Amerika, datang ke Amerika sebagai pengungsi pada 1992.

Itu adalah kunjungan delegasi Kongres pertama ke Eritrea dalam 14 tahun, menurut Kedutaan Besar Amerika di ibu kota negara itu, Asmara. (sumber: VOA)



© Copyright 2018 SUARA MERDEKA | All Right Reserved