UMROH HAJI

Jumat, 19 April 2019

Sebelum Sholat Jumat, Prabowo Temui Jamaah Pendukungnya


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Jamaah berdatangan memadati jalanan depan kediaman Calon Presiden Nomor Urut 02, Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (19/4) untuk mengikuti doa bersama. Jamaah yang hadir bersiap untuk melaksanakan kegiatan Shalat Jumat di Masjid At-Taqwa dan doa bersama Prabowo di Kertanegara.

"Agenda hari ini antara lain doa dan shalawatan bersama, ya kurang lebih sama seperti pas reuni kemarin," ujar Didan Dina, salah seorang emak-emak dari Riau yang hadir.

Di sekitar lokasi, terdapat sejumlah spanduk yang bertuliskan berbagai ucapan selamat kepada pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 02. Selain itu juga terdapat sebuah panggung besar di depan kediaman Prabowo, yang akan digunakan untuk acara syukuran setelah kegiatan ibadah shalat Jumat berjamaah dilakukan.

Prabowo tiba di kediamannya sekitar pukul 11.30 WIB dan disambut oleh yel-yel dari pendukung dan massa yang telah berkumpul.

Prabowo kemudian bertolak ke Masjid Al-Azhar sekitar pukul 11.48 WIB.

Sumber : Antara

Rabu, 10 April 2019

Kemenag Turunkan Auditor Itjen Pantau Persiapan Haji 2019 di Jeddah

 Kemenag Turunkan Auditor Itjen Pantau Persiapan Haji 2019 di Jeddah

SUARAMERDEKA.CO.ID Kementerian Agama menurunkan tim auditor Inspektorat Jenderal untuk memantau Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) 2019 M/1440 H di Kantor Staf Teknis Urusan Haji (TUH) Indonesia di Jeddah, Arab Saudi. Tujuan audit ini adalah untuk memberikan saran perbaikan dan rekomendasi kepada pejabat berwenang terkait perbaikan kinerja Kantor Staf Teknis Urusan Haji di Arab Saudi, agar pelaksanaan haji tahun 2019 M/1440 H sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Demikian disampaikan Penanggung jawab tim auditor, Inspektur Wilayah II Nur Arifin sebagaimana terdapat pada laman itjen.kemenag.go.id. “Lebih penting lagi adalah itjen hadir untuk memastikan kesiapan Kantor Staf Teknis Urusan Haji dalam memberikan layanan perumahan, transportasi, dan konsumsi jemaah pada musim haji 2019 M/1440,” jelas Nur Arifin, saat melakukan entry meeting, Jumat (29/3/2019) lalu seperti dirilis laman resmi Kemenag RI, Rabu (10/4/2019).

Sementara, melalui pesan singkat, anggota tim Auditor Itjen Kemenag Djubaedah menyampaikan, selama di Jeddah tim auditor mengikuti beberapa proses kegiatan tim yang telah dibentuk untuk menyiapkan layanan kepada jemaah haji.

“Salah satunya, tim mengikuti kegiatan tim penyediaan katering untuk kasyfiyah (survey awal) ke dapur penyedia layanan katering di Arab Saudi yang telah mendaftar. Tim juga memantau saat proses negosiasinya,” kata Djubaedah, Rabu (10/4/2019).

Tim yang dipimpin oleh Inspektur Wilayah II Nur Arifin ini beranggotakan enam orang auditor, yaitu Lili Handajani, Opi Rofiuddin, Euis Rosmawati, Djubaedah, Siti Mutoharoh dan Farid Ma'ruf. Tim bertugas selama 14 hari, mulai 28 Maret sampai 11 April 2019.

Tim Itjen juga melakukan kunjungan ke Kantor Konsulat Jenderal RI di Jeddah. Dalam pertemuan dengan Konsul Jenderal RI untuk Jeddah Mohamad Hery Saripudin tim membahas perihal audit keuangan dan kinerja. “Terutama dalam masa transisi dari BPIH ke DIPA, sehingga memerlukan penguatan penuh dalam pengelolaan keuangan. Sekaligus dibicarakan juga masalah yang menyangkut e-Hajj, terutama masalah pembayaran kontraktual,” jelas Djubaedah.

Menurut Staf Teknis Haji (STH) KJRI Jeddah Endang Jumali yang juga turut hadir pada pertemuan itu, membahas beberapa poin penting terkait kinerja dan pelayanan Kantor Teknis Urusan Haji. “Pada pertemuan tadi dibahas tiga poin penting, diantaranya adalah pembahasan tentang struktur organisasi TUH untuk menambah fungsi umrah. Ini melihat dari pelayanan umrah yang semakin masif dan diperlukan sekali, sekaligus juga sebagai bentuk perlindungan warga,” kata Endang Jumali.

Selain itu, Endang Jumali juga juga menyampaikan point pembahasan lainnya terkait audit keuangan dan kinerja terutama dalam masa transissi dari BPIH ke DIPA, serta tentang perihal kontraktual pelayanan jemaah haji yang terkoordinasi pada system E-Hajj Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. (Humas Kemenag)

Biaya Haji Untuk Jamaah Papua Rp 39 Juta

 Biaya Haji Untuk Jamaah Papua Rp 39 Juta

SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1440 Hijriah/2019 Masehi untuk wilayah Papua, yang masuk dalam Embarkasi Makassar, sekitar Rp 39 juta per orang untuk jamaah haji reguler. Sementara biaya yang dikenakan bagi Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) sekitar Rp 75 juta.

"Penetapan BPIH 2019 ini telah disahkan melalui Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 2019 tentang BPIH dan Pengeluaran Penyelenggaraan Ibadah Haji yang bersumber dari nilai manfaat," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Pendeta Amsal Yowei di Jayapura, Rabu (10/4/2019).

"Direct Cost (biaya langsung) atau BPIH yang dibayar langsung jamaah haji digunakan untuk biaya penerbangan dan biaya tinggal, sedangkan Indirect Cost (biaya tidak langsung) berasal dari dana optimalisasi haji atau dana pengembangan setoran awal," tambahnya seperti dilansirkan Antara.

Amsal menjelaskan, waktu pelunasan BPIH terbagi dalam dua tahap,  tahap pertama mulai 19 Maret hingga 15 April 2019, dan tahap kedua mulai 30 April hingga 10 Mei 2019. Jamaah dapat menyetorkan pelunasan ongkos haji melalui bank atau fasilitas seperti Internet Banking.

"Setelah itu, fotokopi hasil print out setoran pelunasan, serahkan ke Kantor Kemenag setempat serta membawa pas foto 3x4 sebanyak 10 lembar," katanya.

Dia menambahkan, pendaftar layanan haji yang sudah pernah berhaji akan dikenai biaya visa progresif Rp7 juta lebih yang harus dibayarkan pada saat pelunasan BPIH. (Antara)

Sebanyak 60 SMA/SMK Ikuti Porsenijar di Bali

 Sebanyak 60 SMA/SMK Ikuti Porsenijar di Bali

SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Gelaran Pekan Olahraga Seni Pelajar (Porsenijar) Kota Denpasar kembali digelar. Kegiatan yang turut mempertandingkan berbagai cabang olahraga dan seni ini dibuka secara resmi oleh Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra bersama Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede yang ditandai dengan pelepasan Balon di Gor Ngurah Rai Denpasar, Selasa (9/4).

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Pimpinan Forkompinda, Pimpinan OPD, Atlet, Juri serta para suporter masing-masing kontingen olahraga dan seni.

Pembukaan Porsenijar tahun ini diawali dengan penampilan Eksebisi Cabor Wushu yang melibatkan 60 siswa, Dansa yang melibatkan 300 siswa, Yoga dengan melibatkan 260 siswa, serta Tari Pendet yang dibawakan oleh 240 siswa di Kota Denpasar. Dilanjutkan dengan Defile dari masing-masing peserta yang terdiri atas peserta tingkat SD yang diikuti oleh 4 kecamatan, Tingkat SMP sebanyak 63 SMP serta Tingkat SMA sebanyak 60 SMA/SMK.

Dalam laporanya, Kadisdikpora Kota Denpasar, I Wayan Gunawan yang dibacakan Sekretaris Disdikpora Kota Denpasar, AA Made Wijaya Asmara mengatakan bahwa kegiatan rutin tahunan ini dilaksanakan mulai tanggal 9 hingga 14 April 2019 dengan mempertandingkan sebanyak 27 Cabang Olahraga yang memperebutkan 2.652 Medali. Lebih dari 8.000 Atlit dan seniman yang telah diasuransikan turut terlibat dalam gelaran Porsenijar tahun 2019 ini.

Adapun cabor tersebut yakni Sepak Bola, Atletik, Renang, Bola Voley, Catur, Bulu Tangkis, Sepak Takraw, Panjat Tebing, Basket, Pencak Silat, Senam, Karate, Base Ball, Yudo, Taekwondo, Voly Pasir, Tenis Meja, Tenis Lapangan, Cricket, Tarung Derajat, Gate Ball Wood Ball, Panahan, Pentaque, Kempo, Dancesport, Balap Sepeda. Serta terdapat dua Cabor eksebisi yakni Menembak dan Wushu.

Sedangkan untuk bidang seni terdapat 19 yang turut dilombakan dengan memperebutkan 305 medali. Seperti halnya Tari Puspanjali, Tari Gopala, Menggambar, Dolanan, Macepat, Macecimpedan, Melukis, Gender Wayang, Menyanyi, Rindik, Mesatua Bali, Kendang Tunggal, Tari Sekar Jempiring, Tari Baris Menggala Yuda, Baca Puisi, Tari Jaran Teji, Mapidarta, Mekidung serta Tari Kebyar Duduk.

Agung Wijaya menambahkan bahwa pelaksanaan Porsenijar ini merupakan ajang penjaringan atlit guna mempersiapkan pelaksanaan Porsenijar tingkat Provinsi, sehingga mampu mengutkan jati diri Kota Denpasar berdasarkan kearifan lokal. “Mari kita jadikan ajang ini untuk meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan antar pelajar menuju Denpasar dalam harmoni, dan kami optimis Denpasar mampu mpertahankan juara umum pada Porssenijar Tingkat Provinsi pada Mei mendatang,” jelasnya.

Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra menekankan bahwa Porsenijar ini merupakan ajang untuk pembibibitan seerta penjaringan atlit-atlit di Kota Denpasar. Sehingga kedepanya Denpasar dapat memiliki atlit yang berkualitas untuak mendukung kemajuan olahraga dan seni di Kota Denpasar.

“Raihlah prestasi serta junjung tinggi sportifitas dalam setiap kompetisi,” harap Rai Mantra. (Ags/Kmg/r4)

Selasa, 09 April 2019

Jamaah Haji 2019 akan Menikmati Tenda Ber-AC Selama Berada di Arafah

 Jamaah Haji 2019 akan Menikmati Tenda Ber-AC Selama Berada di Arafah

SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Indeks kepuasan jamaah haji 2018 yang telah mencapai predikat sangat memuaskan, tidak membuat Kementerian Agama berhenti berbenah. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengaku, pihaknya beserta jajaran Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) telah menyiapkan sejumlah perbaikan dalam penyelenggaraan haji 1440H/2019M.

Hal ini disampaikan Menag saat menerima Pimpinan Redaksi Medcom Abdul Kohar di Kantor Kementerian Agama, Jakarta.

"Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun ini tidak mengalami kenaikan, dan relatif sama dengan BPIH tahun lalu. Kendati demikian, tahun ini jamaah haji akan menerima banyak kelebihan dibanding tahun sebelumnya," kata Menag di Jakarta, Jumat (05/04).

Dalam perbincangan hangat yang berlangsung sekitar 45 menit, Menag membeberkan beberapa perbaikan pelayanan haji yang akan diterima oleh jamaah haji Indonesia.

Pertama, penerapan jalur cepat  (fast track) bagi jemaah haji Indonesia akan ditambah. Dengan penerapan kebijakan ini, penyelesaian dokumen perjalanan, termasuk rekam biometrik, dilakukan sejak di embarkasi.

“Jika tahun lalu masih uji coba di embarkasi Jakarta, maka tahun ini diharapkan layanan fast track bisa diberlakukan pada embarkasi lainnya,” kata Menag.

Kedua, jamaah haji Indonesia akan menikmati tenda ber-AC selama berada di Arafah. “Kalau tahun lalu belum ber-AC, tahun ini seluruh tenda Arafah akan difasilitasi dengan AC," tutur Menag.

Ketiga, penempatan pemukiman jemaah akan dilakukan berdasarkan zona daerah. Ada tujuh zona,  yaitu: Syisah, Raudhah, Misfalah, Jarwal, Mahbas Jin, Rey Bakhsy,  dan Aziziyah.

Menurut Menag, siatem zonasi ini didasarkan pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, di mana penempatan jemaah kloter yang bercampur di setiap sektor banyak mengalami kendala, salah satunya terkait bahasa. "Dengan sistem zona ini diharapkan petugas tidak lagi kesulitan dalam berkomunikasi karena memiliki kesamaan bahasa," ujarnya.

Selain itu, kata Menag, layanan katering juga akan diusahakan sesuai dengan rasa makanan khas masing-masing daerah. Dengan demikian, rasa makanan katering semakin variatif sehingga jemaah tidak merasa bosan. (sumber: Kemenag)
© Copyright 2018 SUARA MERDEKA | All Right Reserved