TNI POLRI

Saturday, March 23, 2019

Binjas dan Permildas Miliki Peran Penting Dukung Tugas Pokok TNI


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Pembinaan Bidang Jasmani (Binjas) dan Peraturan Militer Dasar (Permildas) memiliki peran penting guna mendukung keberhasilan tugas pokok TNI, sehingga penyelenggaraan pembinaan tersebut harus dan dilakukan secara sistematis berkesinambungan serta mengikuti aturan yang berlaku.

Demikian amanat tertulis Asisten Personel (Aspers) Panglima TNI, Marsda TNI Dedy Permadi, S.E., M.M.D.S. yang dibacakan oleh Waaspers Panglima TNI, Brigjen TNI Gunung Iskandar saat membuka Rapat Koordinasi Pembinaan Bidang Jasmani dan Permildas (Rakornis Binjas dan Permildas)  TNI Tahun 2019 yang diikuti 120 peserta, bertempat di Aula Gatot Soebroto Mabes TNI, Cilangkap Jakarta Timur, Jumat (22/3/2019).

“Dalam menghadapi tugas ke depan yang semakin berat dan kompleks, saya mengingatkan kepada setiap pejabat Pembina Jasmani dan Permildas untuk lebih menguasai dan memahami serta mampu menjabarkan kebijakan Pimpinan TNI sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing,” tuturnya.

Rakornis Binjas dan Permildas tahun 2019 mengambil tema “Melalui Rakornis Binjaspermildas TNI, Kita Tingkatkan Profesionalisme, Loyalitas Dan Disiplin Prajurit Dalam Melaksanakan Tugas Pokok TNI”.

Menurut Aspers Panglima TNI, tema tersebut jangan hanya menjadi slogan semata akan tetapi betul-betul dapat dipahami esensinya dan menjadi refleksi atau pancaran dari niat, tekad dan semangat serta landasan motivasi seluruh pejabat yang membidangi Binjas dan Permildas.

“Hal itu untuk lebih meningkatkan kinerjanya, sehingga dapat menghasilkan prajurit yang mempunyai kemampuan jasmani yang prima dan memahami serta mampu menerapkan Permildas dalam kehidupan sehari-hari”, tutupnya.

■ Rasyid/Puspen TNI

Tuesday, March 19, 2019

Hari Ini, TNI Lakukan Mutasi Jabatan 72 Perwira Tinggi


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Mutasi jabatan di lingkungan TNI dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi dan pembinaan karier Perwira Tinggi, guna mengoptimalkan tugas-tugas TNI yang semakin kompleks dan dinamis. Oleh karena itu, TNI melakukan upaya peningkatan kinerja melalui mutasi dan promosi jabatan personel di tingkat Perwira Tinggi TNI.

Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/292/III/2019, tanggal 19 Maret 2019 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia, telah ditetapkan mutasi jabatan 72 Perwira Tinggi (Pati) TNI yang terdiri dari 34 Pati jajaran TNI Angkatan Darat, 20 Pati jajaran TNI Angkatan Laut dan 18 Pati jajaran TNI Angkatan Udara.

Dalam mutasi tersebut tercatat sebagai berikut : 34 Pati TNI Angkatan Darat, yaitu Mayjen TNI Taat Agus Budianto dari Pa Sahli Tk. III Bid. Banusia Panglima TNI menjadi Staf Khusus Panglima TNI, Brigjen TNI Darlan Harahap, S.I.P. dari Kakordos Sesko TNI menjadi Pa Sahli Tk. III Bid. Banusia Panglima TNI, Kolonel Arh Nugroho Djati Waluyo dari Kadeplat Sesko TNI menjadi Kakordos Sesko TNI, Brigjen TNI Syaharuddin dari Pa Sahli Tk. II Bid. Komsos Panglima TNI menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Kolonel Czi Syahyudi dari Paban Utama Ops Sahli Panglima TNI menjadi Pa Sahli Tk. II Bid. Komsos Panglima TNI, Brigjen TNI Djuhendi Sukmadjati dari Kapuslemasmil Babinkum TNI menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Kolonel Cpm Benny Antony Sitohang, S.E., M.Hum. dari Pamen Ahli Bid. Organisasi dan Profesi Puspomad menjadi Kapuslemasmil Babinkum TNI, Brigjen TNI Fulad, S.Sos., M.Si. dari Penmil pada PTRI PBB di New York menjadi Staf Khusus Kasad, Kolonel Inf Rudi Adrianto, S.E. dari Paban Utama B-2 Dit B Bais TNI menjadi Penmil pada PTRI PBB di New York, Brigjen TNI Drajad Brima Yoga, S.I.P., M.H. dari Athan RI di Riyadh, Saudi Arabia menjadi Staf Khusus Kasad, Kolonel Arm Erlangga dari Paban Utama B-1 Dit B Bais TNI menjadi Athan RI di Riyadh, Saudi Arabia.

Mayjen TNI Achmad Supriyadi dari Pangdam XII/Tpr menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Mayjen TNI Herman Asaribab dari Staf Khusus Kasad menjadi Pangdam XII/Tpr, Brigjen TNI Dr. dr. Sutrisno, S.H., MARS., M.H.Kes. dari Waka Puskesad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Kolonel Ckm dr. Jajang Edi Prayitno, Sp.B., MARS. dari Pamen Denma Mabesad menjadi Waka Puskesad, Brigjen TNI Pujo Wahyono, S.Sos. dari Staf Khusus Panglima TNI menjadi Ketua LP2M Unhan, Mayjen TNI Dr. Hipdizah, S.Adm., M.Si. dari Dekan Fakultas Strategi Pertahanan Unhan menjadi Wakil Rektor III Bid. Kerjasama Kelembagaan Unhan, Kolonel Arh Dr. Jonni Mahroza, S.I.P., M.A., M.Sc. dari Sekretaris Prodi Diplomasi Pertahanan Fakultas Strahan Unhan menjadi Wakil Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan Unhan, Kolonel Inf Antonius Bambang Budi W. dari Kabag Lem Roren Setjen Kemhan menjadi Karo Ortala Setjen Kemhan (Orgas Baru), Brigjen TNI Khairully dari Kabinda Maluku BIN menjadi Staf Khusus Kasad, Kolonel Arm Jimmy Aritonang, S.E. dari Kabag Dukops Binda DIY menjadi Kabinda Maluku BIN.

Brigjen TNI Irwan Mulyana, S.E., M.Si. dari Karopeg Settama BIN menjadi Karoum Settama BIN, Brigjen TNI Edmil Nurjamin, S.E., M.M. dari Direktur Kontra Separatisme dan Konflik Deputi III Bid. Kontra Intelijen BIN menjadi Karo SDM Settama BIN (Validasi Orgas), Kolonel Caj (K) G.R.A.R.V. Mustikaningrat dari Kasubdit Liaison pada Direktorat Kerjasama Internasional Deputi I Bid. Luar Negeri BIN menjadi Direktur Amerika dan Eropa Deputi Bid. Luar Negeri BIN, Mayjen TNI Dr. Imam Edy Mulyono, M.Sc., M.SS. dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Mayjen TNI Aris Martono Haryadi dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Mayjen TNI Dody Usodo Hargo S., S.I.P., M.M. dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Mayjen TNI Muhammad Nakir dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Mayjen TNI Widagdo Hendro Sukoco dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Brigjen TNI Patut Sudarsono, S.I.P. dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Brigjen TNI Suherman, M.Sc., dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Brigjen TNI Simson Moeratno dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Brigjen TNI Syarifudin Harahap, S.H. dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun) dan Brigjen TNI Usman Sulandri dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun).

20 Pati TNI Angkatan Laut, yaitu Laksma TNI Bambang Priyanggodo, S.Sos., M.M. dari Pa Sahli Tk. II Bid. Komkonf Komunal Sahli Bid. Polkamnas Panglima TNI menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun), Kolonel Laut (S/W) Dyah Rintis Nasiarti, S.E., M.M., CFrA. dari Irut Ku Itben Itjen TNI menjadi Pa Sahli Tk. II Bid. Kamkonf Komunal Sahli Bid. Polkamnas Panglima TNI, Laksma TNI Maman Firmansyah dari Dankodikopsla Kodiklatal menjadi Kas Kolinlamil, Laksma TNI Irwan Achmadi, M.Tr.(Han) dari Kas Kolinlamil menjadi Dankodikopsla Kodiklatal, Laksma TNI Kisdiyanto dari Danguskamla Koarmada II menjadi Staf Khusus Kasal, Laksma TNI Iwan Isnurwanto, M.A.P., M.Tr.(Han) dari Dirdok Kodiklat TNI menjadi Danguskamla Koarmada II, Brigjen TNI (Mar) Hasanudin dari Staf Khusus Kasal menjadi Dirdok Kodiklat TNI, Laksma TNI Ir. Muharam Ibrahim, M.A.P. dari Pati Sahli Kasal Bid. Wilnas menjadi Staf Khusus Kasal, Laksma TNI Sutarmono, M.Si.(Han) dari Kadiskomlekal menjadi Pati Sahli Kasal Bid. Wilnas.

Laksma TNI Atok Dushanto, M.Soc.Sc. dari Pa Sahli Tk. II Was Afrika dan Timteng Sahli Bid. Hubint Panglima TNI menjadi Kadiskomlekal, Laksma TNI R. Teguh Isgunanto, M.A. dari Athan RI di Canberra, Australia menjadi Pa Sahli Tk. II Was Afrika dan Timteng Sahli Bid. Hubint Panglima TNI, Laksma TNI Ir. Agus Rustandi, M.EngSc., MMDS dari Kapuslitbang Strahan Balitbang Kemhan menjadi Athan RI di Canberra, Australia, Brigjen TNI (Mar) Donar Philip Rompas dari Dankorsis Sesko TNI menjadi Kadispotmar Mabesal, Brigjen TNI (Mar) Bambang Sutrisno, S.H., M.Tr.(Han) dari Kadispotmar Mabesal menjadi Dankorsis Sesko TNI, Laksma TNI Sugeng Ing Kaweruh, S.E., M.M. dari Wadan Kodiklatal menjadi Staf Khusus Kasal, Laksma TNI B. Ken Tri Basuki, M.Si.(Han)., CHRMP. dari Waaspers Kasal menjadi Wadan Kodiklatal, Laksma TNI Budhiyanto, M.A.P. dari Danpusdikbangspers Kodiklat TNI menjadi Waaspers Kasal, Laksma TNI Isbandi Adrianto, S.E., M.M. dari Staf Khusus Kasal menjadi Danpusdikbangspers Kodiklat TNI, Laksma TNI Adin Nurawaludin dari Karoum Settama BIN menjadi Direktur Kontra Separatisme dan Konflik Deputi Bid. Kontra Intelijen BIN dan Laksda TNI Mulyadi, S.Pi., M.A.P. dari Staf Khusus Kasal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun).

18 Pati TNI Angkatan Udara, yaitu Marsma TNI A. Joko Takarianto dari Athan RI di Washington DC/USA menjadi Staf Khusus Kasau, Marsma TNI T.B.H. Age Wiraksono, S.I.P., M.A. dari Kas Koopsau II menjadi Athan RI di Washington DC/USA, Marsma TNI Andi Kustoro dari Kadispamsanau menjadi Kas Koopsau II, Kolonel Pnb Donald Kasenda, S.T., S.I.P., M.M. dari Paban II/Hublu Sintel TNI menjadi Kadispamsanau, Marsda TNI Dwi Fajariyanto dari Aspam Kasau menjadi Pa Sahli Tk. III Bid. Hubint Panglima TNI, Marsda TNI Tamsil Gustari Malik, S.E. dari Pangkoopsau III menjadi Aspam Kasau, Marsma TNI Andyawan Martono P.,S.I.P., dari Kas Koopsau I menjadi Pangkoopsau III, Marsma TNI Andi Heru Wahyudi dari Pangkosek Hanudnas II Mks menjadi Kas Koopsau I, Kolonel Pnb Yulianta, S.I.P.,M.Tr.(Han) dari Sesdisbangopsau menjadi Pangkosek Hanudnas II Mks, Marsma TNI Kusworo, S.E., M.M. dari Wadan Seskoau menjadi Kadisopslatau, Marsma TNI Jemi Trisonjaya, M.Tr.(Han) dari Kadisopslatau menjadi Wadan Seskoau, Marsda TNI Dr. Tatan Kustana, M.Bus., MA. dari Wakil Rektor III Bid. Kerjasama Kelembagaan Unhan menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun), Marsma TNI Dr. Siswo Pudjiatmoko, S.E., M.Si.(Han) dari Wakil Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan Unhan menjadi Dekan Fakultas Strategi Pertahanan Unhan, Marsma TNI Hanafi, S.Sos., M.Si. dari Direktorat Sarana dan Prasarana BNPP menjadi Staf Khusus Kasau, Marsma TNI Yuri Afiuddin Anwar dari Staf Khusus Kasau menjadi Direktorat Sarana dan Prasarana BNPP, Marsma TNI Kris Budiantoro dari Kepala Pusat Data dan Informasi BNPP menjadi Staf Khusus Kasau, Marsma TNI Heru Anggraito, S.E., M.M. dari Staf Khusus Kasau menjadi Kepala Pusat Data dan Informasi BNPP dan Marsma TNI dr. Elisa Samson M., Sp.M. dari Staf Khusus Kasau menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun).     

Monday, March 18, 2019

Kaskostrad Pimpin Upacara 17-an Bulan Maret Tahun 2019 di Makostrad


SUARAMERDEKA.CO.ID Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kaskostrad), Mayor Jenderal TNI M. Bambang Taufik, bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada upacara 17-an yang berlangsung di lapangan upacara Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (18/3/2019).

Upacara 17-an ini diawali dengan menaikkan bendera merah putih, pembacaan Pancasila oleh inspektur upacara diikuti oleh seluruh peserta upacara, pembacaan pembukaan UUD 1945, pengucapan Sapta Marga dan pembacaan Panca Prasetia Korpri, kegiatan upacara yang rutin dilaksanakan tanggal 17 tiap bulan tersebut diikuti oleh Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS Makostrad.

Pada kesempatan ini Kaskostrad membacakan amanat Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan, S.H., M.Tr (Han), yang memberikan apresiasi kepada seluruh Prajurit dan PNS TNI .

Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kinerja dan semangat yang tidak pernah surut hingga saat ini, karena prajurit Kostrad harus selalu siap untuk melaksanakan tugas-tugas selanjutnya, kata Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan, S.H., M.Tr (Han).

Dalam Amanat yang dibacakan Kaskostrad, Pangkostrad mengatakan, “salah satu tugas TNI AD dari 4 (empat) tugas sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, adalah melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan di darat, dengan menyelenggarakan perencanaan, pengembangan, pengerahan dan pengendalian wilayah untuk kepentingan pertahanan di darat, sesuai dengan Sistem Pertahanan Semesta (Sishanta). Pemberdayaan wilayah pertahanan aspek darat selama ini diimplementasikan melalui berbagai kegiatan Pembinaan Teritorial (Binter) dalam rangka mendukung tugas pokok TNI AD”.

Pada amanatnya, Pangkostrad  mengingat kepada seluruh Prajurit dan PNS Kostrad bahwa tahun ini merupakan tahun politik, dimana pada bulan April nanti akan diselenggarakan Pemilihan Legislatif (Pilleg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres). Pesta demokrasi tersebut biasanya akan diiringi dengan meningkatnya suhu politik di tanah air. Sehingga  kesiapsiagaan  satuan harus menjadi prioritas utama para Komandan Satuan dalam rangka mengantisipasi setiap perkembangan situasi maupun dinamika yang terjadi.

“Disamping itu para Komandan Satuan harus menyelenggarakan kegiatan-kegiatan keagamaan/rohani sebagai upaya untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan anggota kepada Tuhan YME sebagai landasan etika dan moral yang baik dalam berpikir dan bertindak," Ungkap Pangkostrad.

■ Rasyid/Penkostrad

Wednesday, March 13, 2019

Panglima TNI: Kesehatan TNI Perlu Tingkatkan Perannya di Kancah Internasional


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Kesehatan TNI perlu meningkatkan perannya di kancah internasional. Hal ini tidak saja untuk meningkatkan kapabilitas dan wawasan personel melainkan juga untuk meningkatkan pelaksanaan diplomasi militer melalui bidang kesehatan. Oleh sebab itu, gunakan kesempatan tersebut untuk menyempurnakan berbagai prosedur dan pengetahuan medis sekaligus menunjukkan eksistensi TNI.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, S.I.P. dihadapan 155 peserta Rapat Koordinasi Teknis Kesehatan (Rakorniskes) TNI Tahun 2019, bertempat di Aula Gatot Soebroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (12/3/2019).

Panglima TNI menuturkan bahwa Kesehatan TNI harus eksis dan tidak boleh absen di kancah internasional, sehingga menambah wawasan bagi Tim Kesehatan TNI. Itupun diperlukan kerja sama yang erat dan sinergi, agar semua tugas tersebut dapat berjalan secara maksimal.  “Untuk itu, laksanakan koordinasi sebaik-baiknya dengan instansi terkait lainnya khususnya yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi kesehatan TNI,” tegasnya.

“Kesehatan TNI juga harus dapat menjawab tantangan lainnya, termasuk diantaranya perkembangan teknologi, penyakit menular yang berbahaya dan kompleksitas spektrum ancaman lainnya”, tambahnya.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa Rakorniskes TNI merupakan kesempatan yang baik untuk membahas evaluasi terhadap pelaksanaan tugas kesehatan TNI, seperti tuntutan pelayanan kesehatan kepada personel TNI dan keluarganya, pelayanan kesehatan pada masyarakat ataupun evaluasi penanganan korban luka saat operasi harus menjadi perhatian.

“Secara bertahap kesehatan TNI harus meningkatkan kapasitas dan kemampuan personel serta sarana prasarana pendukung. Selain itu juga menanamkan pemahaman dan kesadaran kesehatan preventif kepada seluruh prajurit dan keluarganya”, tegasnya.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, yang tidak kalah penting adalah perbaikan layanan dan menyesuaikan pengelolaan fasilitas kesehatan yang disesuaikan dengan kebijakan pemerintah dan perubahan peraturan tersebut menuntut berbagai persyaratan yang harus dipenuhi oleh fasilitas kesehatan TNI, baik administratif atau alat peralatan sumber daya manusia maupun kesehatan lainnya.

Panglima TNI mengatakan bahwa tema Rakorniskes TNI “Dilandasi Profesionalisme Loyalitas Dan Kemanunggalan Dengan Rakyat Kesehatan TNI Siap Memberikan Dukungan Dan Pelayanan Kesehatan Yang Optimal Guna Mendukung Pelaksanaan Tugas Pokok TNI”, diharapkan menjadi titik tolak peningkatan penyelenggaraan dukungan dan pelayanan kesehatan TNI yang tentunya harus lebih baik.

Dikatakan pula bahwa Rakorniskes TNI Tahun 2019 tidak sekedar kegiatan rutin belaka, namun agar dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi dan koordinasi untuk memberikan solusi permasalahan serta penyamaan persepsi terkait dukungan kesehatan operasi dan latihan serta pelayanan kesehatan bagi personel TNI dan keluarganya.

“Para Kepala Kesehatan, Komandan Satuan Kesehatan dan para Kepala Rumah Sakit untuk memberikan masukan kepada Pimpinan TNI sebagai pertimbangan untuk menentukan kebijakan strategis operasional maupun teknis di bidang kesehatan TNI”, pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M (K) memberikan penganugerahan kepada Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto berupa Piagam Penghargaan Bidang Kesehatan Atas Keterlibatan Tentara Nasional Indonesia Dalam Penanggulangan Bencana Dan Kejadian Luar Biasa Penyakit Menular Di Indonesia.

■ Rasyid/ Puspen TNI

Saturday, March 9, 2019

Forum ACDFM Ke-16 Tingkatkan Kemitraan Strategis Dengan Landasan Solidaritas ASEAN


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Forum ACDFM ke-16 dapat meningkatkan kerja sama dan memperkuat kemitraan strategis dengan dilandasi solidaritas ASEAN dalam rangka membangun kawasan ASEAN yang aman, damai, tenteram, dan sejahtera.

Demikian  disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., dalam makalahnya yang dibacakan Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Joni Supriyanto dihadapan para Panglima Angkatan Bersenjata Wilayah ASEAN pada Forum ke-16 ASEAN Chiefs of Defense Forces Meeting (ACDFM) tahun 2019, di Royal Cliff Hotel, Pattaya, Thailand, Kamis (7/3/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengucapkan ucapan selamat kepada Jenderal Ponpipaat Benyasri atas pelantikannya sebagai Panglima Angkatan Bersenjata (Pangab) Kerajaan Thailand beberapa waktu yang lalu.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan bahwa dalam forum ACDFM ke-16 yang memiliki tema “Sustainable Security”, TNI menitikberatkan kepada penanganan penanggulangan bencana alam karena isu bencana alam merupakan tantangan global yang tentunya memperoleh perhatian khusus oleh para Pemimpin negara-negara di ASEAN.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Asia Tenggara merupakan suatu kawasan rawan bencana yang disebabkan oleh kondisi geografis dan geologi serta perubahan iklim dunia yang mempengaruhi iklim setiap negara. “Bencana alam telah mengakibatkan kerugian yang berdampak terhadap peningkatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi negara”, ujarnya.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga mengatakan bahwa penanganan bencana alam telah menjadi topik penting dan dapat dijadikan momentum bagi upaya pembangunan masyarakat ASEAN yang saling peduli serta berbagi. “Topik yang diangkat dalam isu bencana alam ini terkait dengan upaya kesiap-siagaan, tanggap darurat sampai pemulihan bencana”, ucapnya.

Panglima TNI mengungkapkan bahwa kerja sama penanganan bencana alam dalam kerangka ASEAN bertujuan untuk saling memperkuat kerja sama regional yang telah terjalin sejak lama. “Kerja sama tersebut diperlukan guna meningkatkan kedamaian, stabilitas, kemajuan regional serta untuk saling memupuk persaudaraan dan solidaritas terutama di saat salah satu anggotanya tertimpa bencana”, ujarnya.

Selanjutnya Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa merujuk kepada kesepakatan pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) mengenai pembentukkan standby force guna penanganan bencana alam, maka sebagai bagian dari masyarakat ASEAN, Indonesia mendukung pembentukan standby force oleh setiap negara anggota ASEAN.

“Apabila terjadi bencana besar di negara anggota ASEAN dan jika diperlukan, maka satuan-satuan standby force tersebut dapat secara bersama melaksanakan penanggulangan bencana serta bantuan kemanusiaan di negara manapun”, tambah Panglima TNI.

Lebih lanjut Panglima TNI menyampaikan bahwa interaksi regional terpadu dapat memberikan kekuatan baru dalam mengendalikan wilayah secara baik dan akan berfungsi sebagai suatu platform dalam menemukan upaya serta solusi melalui berbagai bentuk kerja sama, baik bilateral maupun multilateral.

Sebelumnya, Pangab Kerajaan Thailand Jenderal Ponpipaat Benyasri selaku Ketua Sidang ACDMF ke-16 dalam pembukaannya menyampaikan bahwa Sidang ACDFM ke-16 mengambil tema "Sustainable Security" dikarenakan pentingnya untuk membangun kepercayaan antar negara ASEAN serta mempromosikan kerja sama untuk menghadapi dan mengatasi tantangan yang ada.

“Dengan dukungan yang berkelanjutan, kita dapat saling membantu untuk membangun kapasitas, membawa perdamaian, keamanan, dan kemakmuran di wilayah ASEAN”, ujar Ketua Sidang ACDMF ke-16.

Kegiatan Sidang ACDFM ke-16 diakhiri dengan penandatanganan joint statement pada ACDFM ke-16 dan serah terima Keketuaan Sidang ACDFM ke-17 kepada Vietnam.

 ■ Rasyid/Puspen TNI

Wednesday, March 6, 2019

Kasum TNI : Penegak Hukum TNI Harus Profesional dan Berintegritas


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Satuan penegak hukum TNI memiliki komitmen untuk memperkuat soliditas dan mampu bersinergi. Begitu juga dengan sumber daya manusia, aparat penegak hukum dituntut untuk profesional, solid dan berintegritas terhadap tugasnya.

Demikian amanat tertulis Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen TNI Joni Supriyanto yang dibacakan oleh Kepala Badan Pembinaan Hukum (Kababinkum) TNI, Mayjen TNI Joko Purnomo, S.H., M.H., pada saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Hukum (Rakorniskum) TNI Tahun 2019 yang diikuti 145 peserta, bertempat di Aula Gatot Soebroto Mabes TNI, Cilangkap Jakarta Timur, Rabu (6/3/2019).

“Dalam menghadapi dinamika perubahan lingkungan strategis yang begitu cepat dan dinamis telah dapat diantisipasi oleh TNI dengan mentransformasi diri menjadi suatu organisasi yang profesional, modern dan tangguh”, katanya.

Menurut Letjen TNI Joni Supriyanto, khusus bidang hukum, satuan penegak hukum di lingkungan TNI harus cepat menyesuaikan diri, membangun satuan dan aparat penegak hukum dengan kualifikasi sumber daya manusia berbasis kompetensi, untuk mencapai standar prajurit yang profesional, berjiwa satria, militan dan loyal.

Kasum TNI juga mengatakan bahwa dalam mengatasi permasalahan hukum dilakukan dengan langkah-langkah yang tepat dan bermanfaat untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok TNI. Menurutnya, hal ini sangat sesuai dengan tema Rakorniskum yang diangkat “Dilandasi Profesionalisme dan Sinergitas, Babinkum TNI beserta Komunitas Hukum TNI, Siap Melaksanakan Tugas Pokok TNI”.

Lebih lanjut dikatakan bahwa langkah-langkah solusi yang diambil dapat segera diwujudkan piranti-piranti lunak yang mampu menjadi kekuatan payung hukum bagi TNI terhadap penanganan penyelesaian permasalahan.

“Kompleksitas permasalahan yang ada saat ini, telah berkembang cepat dan membutuhkan metode atau pola penanganan tertentu, namun tetap berprinsip sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku, tanpa mengabaikan kepentingan militer guna mendukung tugas pokok TNI”, ujarnya.

Kasum TNI mengingatkan pula bahwa dalam kerangka integrated criminal justice system, agar semakin ditingkatkan upaya-upaya nyata untuk mewujudkan peradilan yang jujur, benar, dan adil. “Menjaga independensi dalam tercapainya pemberian bantuan hukum dan dukungan hukum serta percepatan proses penyelesaian perkara di lingkungan TNI secara cepat dan tepat”, katanya.

 ■ Rasyid/Puspen TNI 

Tuesday, March 5, 2019

Kunjungi Hifzul Mursalin Tasikmalaya, Brigif Raider 13 Kostrad Bagikan Sembako


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-58 Kostrad, prajurit bersama Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XI Brigif Raider 13 Kostrad melaksanakan kegiatan bakti sosial anjangsana dan pembagian sembako kepada Yayasan Hifzul Mursalin di Ds. Sukarindik, Kecamatan Bungursari, Tasikmalaya, Senin (04/03/2019).

Danbrigif Raider 13 Kostrad Kolonel Inf Khabib Mahfud S.I.P yang diwakili Kasbrigif Raider 13 Kostrad Letkol Inf Ryzaldy ST S,Sos. dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-58 Kostrad yang merupakan kegiatan rutin anggota Brigif Raider 13 Kostrad dimana Yayasan Hifzul Mursalin ini merupakan salah satu yayasan yang dibangun oleh Satuan Brigif Raider 13 Kostrad.

"Melalui kesempatan baik ini kami dari satuan Brigif Raider 13 Kostrad minta do'anya agar diberikan keselamatan dan kelancaran kepada satuan kami yang sedang melaksanakan tugas diantaranya satuan Yonif Raider 321 Kostrad melaksanakan Satgas Pengamanan daerah rawan Papua dan Yonif Raider 303 Kostrad yang akan melaksanakan tugas pengamanan perbatasan RI-Malaysia," pungkasnya.

Selain itu kegiatan anjangsana dan pembagian sembako ini merupakan bentuk kepedulian anggota dan Persit KCK Brigif Raider 13 Kostrad dan berharap bisa membantu sebagian kebutuhan yang ada di Yayasan Hifzul Mursalin ini.

Antusias dan sambutan yang baik dari Yayasan Hifzul Mursalin terhadap kegiatan ini karena merasa diperhatikan dan berharap agar hubungan baik antara anggota dan Persit KCK Cab. XI Brigif Raider 13 Kostrad dapat selalu terjaga.

■ Rasyid/Penkostrad

Monday, March 4, 2019

Tingkatkan Kinerja Aparat Intelijen, Divif 2 Kostrad Gelar Rakernis di Malang


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Dalam rangka meningkatkan kinerja aparat intelijen, para staf Intel sejajaran Divif 2 Kostrad melaksanakan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Intel/Pam tahun 2019 di Gedung Sandoyo, Markas Divif 2 Kostrad,  Singosari, Malang, kemarin.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Wakil Asisten Intelijen Kasdivif 2 Kostrad, Letkol Inf Deni Eka Gustiana ini mengusung tema “Dilandasi Profesionalisme, Loyalitas Dan Kemanunggalan Dengan Rakyat, Aparat  Intelijen Dan Pengamanan Serta Insan Penerangan Siap Mendukung Tugas Pokok Divif 2 Kostrad,”.

Tema tersebut selaras dengan tujuan dilaksanakannya Rakernis, yakni para aparat intelijen harus memiliki sikap yang berjiwa kesatria, semangat tinggi, loyal serta setia kepada pimpinan, mempunyai keterampilan/kecakapan khusus bidang intelijen yang memiliki sikap maupun cara berpikir sesuai dengan tuntutan zaman, sehingga siap melaksanakan tugas di bidang Intelijen dan Penerangan.

Disamping itu, pada Rakernis tersebut dipaparkan juga Program Kerja dan Anggaran Divif 2 Kostrad bidang Intel/Pam oleh Letkol Deni, sebagai penjabaran dari pokok-pokok kebijakan Pangkostrad bidang Intel/Pam.

Letkol Deni juga membacakan sambutan Asintel Kasdivif 2 Kostrad, Kolonel Inf Putra Widyawinaya, S.H. yang mengatakan bahwa memasuki TA. 2019 ini para aparat intellijen akan menghadapi tugas yang tidak ringan yaitu pengamanan Pemilu Calon Legislatif serta Calon Presiden dan Wakil Presiden yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019 mendatang. “Tidak menutup kemungkinan banyak kerawanan yang akan terjadi," terang Kolonel Putra dalam sambutannya.

“Dengan adanya kerawanan tersebut, saya perintahkan kepada para pejabat intel untuk segera memetakan potensi kerawanan Pemilu di wilayah masing-masing dan menggelar aparat intelijen dalam rangka memonitor wilayah rawan tersebut, bahkan sampai dengan merencanakan tindakan kontijensi bila terjadi konflik/kerusuhan dampak dari Pemilu. Jaga netralitas TNI AD selama Pemilu," tegasnya.

■ Rasyid/Penkostrad
© Copyright 2018 SUARA MERDEKA HARI INI | All Right Reserved