SUARA MERDEKA HARI INI

Saturday, March 23, 2019

Habib Nabiel Al Musawa: Bersatu Dalam Menegakkan Agama Allah Hukumnya Wajib


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Kepala Staf Umum TNI, Letjen TNI Joni Supriyanto  bersama segenap Prajurit dan PNS Mabes TNI serta Ibu-ibu Ikatan Kesejahteraan Keluarga TNI Pragati Wira Anggini (IKKT PWA) mengikuti ceramah rohani Islam di Masjid Sudirman Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

Pimpinan Majelis Rasulullah, Habib Nabiel Al Musawa dalam ceramahnya antara lain mengingatkan akan pentingnya persatuan dan kesatuan umat Islam di Indonesia. Sebagai umat Islam, bersatu dan berjamaah hukumnya adalah wajib dalam menegakkan agama Allah SWT.

■ Rasyid/Puspen TNI

Tuesday, March 19, 2019

Hari Ini, TNI Lakukan Mutasi Jabatan 72 Perwira Tinggi


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Mutasi jabatan di lingkungan TNI dalam rangka memenuhi kebutuhan organisasi dan pembinaan karier Perwira Tinggi, guna mengoptimalkan tugas-tugas TNI yang semakin kompleks dan dinamis. Oleh karena itu, TNI melakukan upaya peningkatan kinerja melalui mutasi dan promosi jabatan personel di tingkat Perwira Tinggi TNI.

Berdasarkan Surat Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/292/III/2019, tanggal 19 Maret 2019 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Tentara Nasional Indonesia, telah ditetapkan mutasi jabatan 72 Perwira Tinggi (Pati) TNI yang terdiri dari 34 Pati jajaran TNI Angkatan Darat, 20 Pati jajaran TNI Angkatan Laut dan 18 Pati jajaran TNI Angkatan Udara.

Dalam mutasi tersebut tercatat sebagai berikut : 34 Pati TNI Angkatan Darat, yaitu Mayjen TNI Taat Agus Budianto dari Pa Sahli Tk. III Bid. Banusia Panglima TNI menjadi Staf Khusus Panglima TNI, Brigjen TNI Darlan Harahap, S.I.P. dari Kakordos Sesko TNI menjadi Pa Sahli Tk. III Bid. Banusia Panglima TNI, Kolonel Arh Nugroho Djati Waluyo dari Kadeplat Sesko TNI menjadi Kakordos Sesko TNI, Brigjen TNI Syaharuddin dari Pa Sahli Tk. II Bid. Komsos Panglima TNI menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Kolonel Czi Syahyudi dari Paban Utama Ops Sahli Panglima TNI menjadi Pa Sahli Tk. II Bid. Komsos Panglima TNI, Brigjen TNI Djuhendi Sukmadjati dari Kapuslemasmil Babinkum TNI menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Kolonel Cpm Benny Antony Sitohang, S.E., M.Hum. dari Pamen Ahli Bid. Organisasi dan Profesi Puspomad menjadi Kapuslemasmil Babinkum TNI, Brigjen TNI Fulad, S.Sos., M.Si. dari Penmil pada PTRI PBB di New York menjadi Staf Khusus Kasad, Kolonel Inf Rudi Adrianto, S.E. dari Paban Utama B-2 Dit B Bais TNI menjadi Penmil pada PTRI PBB di New York, Brigjen TNI Drajad Brima Yoga, S.I.P., M.H. dari Athan RI di Riyadh, Saudi Arabia menjadi Staf Khusus Kasad, Kolonel Arm Erlangga dari Paban Utama B-1 Dit B Bais TNI menjadi Athan RI di Riyadh, Saudi Arabia.

Mayjen TNI Achmad Supriyadi dari Pangdam XII/Tpr menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Mayjen TNI Herman Asaribab dari Staf Khusus Kasad menjadi Pangdam XII/Tpr, Brigjen TNI Dr. dr. Sutrisno, S.H., MARS., M.H.Kes. dari Waka Puskesad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Kolonel Ckm dr. Jajang Edi Prayitno, Sp.B., MARS. dari Pamen Denma Mabesad menjadi Waka Puskesad, Brigjen TNI Pujo Wahyono, S.Sos. dari Staf Khusus Panglima TNI menjadi Ketua LP2M Unhan, Mayjen TNI Dr. Hipdizah, S.Adm., M.Si. dari Dekan Fakultas Strategi Pertahanan Unhan menjadi Wakil Rektor III Bid. Kerjasama Kelembagaan Unhan, Kolonel Arh Dr. Jonni Mahroza, S.I.P., M.A., M.Sc. dari Sekretaris Prodi Diplomasi Pertahanan Fakultas Strahan Unhan menjadi Wakil Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan Unhan, Kolonel Inf Antonius Bambang Budi W. dari Kabag Lem Roren Setjen Kemhan menjadi Karo Ortala Setjen Kemhan (Orgas Baru), Brigjen TNI Khairully dari Kabinda Maluku BIN menjadi Staf Khusus Kasad, Kolonel Arm Jimmy Aritonang, S.E. dari Kabag Dukops Binda DIY menjadi Kabinda Maluku BIN.

Brigjen TNI Irwan Mulyana, S.E., M.Si. dari Karopeg Settama BIN menjadi Karoum Settama BIN, Brigjen TNI Edmil Nurjamin, S.E., M.M. dari Direktur Kontra Separatisme dan Konflik Deputi III Bid. Kontra Intelijen BIN menjadi Karo SDM Settama BIN (Validasi Orgas), Kolonel Caj (K) G.R.A.R.V. Mustikaningrat dari Kasubdit Liaison pada Direktorat Kerjasama Internasional Deputi I Bid. Luar Negeri BIN menjadi Direktur Amerika dan Eropa Deputi Bid. Luar Negeri BIN, Mayjen TNI Dr. Imam Edy Mulyono, M.Sc., M.SS. dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Mayjen TNI Aris Martono Haryadi dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Mayjen TNI Dody Usodo Hargo S., S.I.P., M.M. dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Mayjen TNI Muhammad Nakir dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Mayjen TNI Widagdo Hendro Sukoco dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Brigjen TNI Patut Sudarsono, S.I.P. dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Brigjen TNI Suherman, M.Sc., dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Brigjen TNI Simson Moeratno dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun), Brigjen TNI Syarifudin Harahap, S.H. dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun) dan Brigjen TNI Usman Sulandri dari Staf Khusus Kasad menjadi Pati Mabes TNI AD (dalam rangka pensiun).

20 Pati TNI Angkatan Laut, yaitu Laksma TNI Bambang Priyanggodo, S.Sos., M.M. dari Pa Sahli Tk. II Bid. Komkonf Komunal Sahli Bid. Polkamnas Panglima TNI menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun), Kolonel Laut (S/W) Dyah Rintis Nasiarti, S.E., M.M., CFrA. dari Irut Ku Itben Itjen TNI menjadi Pa Sahli Tk. II Bid. Kamkonf Komunal Sahli Bid. Polkamnas Panglima TNI, Laksma TNI Maman Firmansyah dari Dankodikopsla Kodiklatal menjadi Kas Kolinlamil, Laksma TNI Irwan Achmadi, M.Tr.(Han) dari Kas Kolinlamil menjadi Dankodikopsla Kodiklatal, Laksma TNI Kisdiyanto dari Danguskamla Koarmada II menjadi Staf Khusus Kasal, Laksma TNI Iwan Isnurwanto, M.A.P., M.Tr.(Han) dari Dirdok Kodiklat TNI menjadi Danguskamla Koarmada II, Brigjen TNI (Mar) Hasanudin dari Staf Khusus Kasal menjadi Dirdok Kodiklat TNI, Laksma TNI Ir. Muharam Ibrahim, M.A.P. dari Pati Sahli Kasal Bid. Wilnas menjadi Staf Khusus Kasal, Laksma TNI Sutarmono, M.Si.(Han) dari Kadiskomlekal menjadi Pati Sahli Kasal Bid. Wilnas.

Laksma TNI Atok Dushanto, M.Soc.Sc. dari Pa Sahli Tk. II Was Afrika dan Timteng Sahli Bid. Hubint Panglima TNI menjadi Kadiskomlekal, Laksma TNI R. Teguh Isgunanto, M.A. dari Athan RI di Canberra, Australia menjadi Pa Sahli Tk. II Was Afrika dan Timteng Sahli Bid. Hubint Panglima TNI, Laksma TNI Ir. Agus Rustandi, M.EngSc., MMDS dari Kapuslitbang Strahan Balitbang Kemhan menjadi Athan RI di Canberra, Australia, Brigjen TNI (Mar) Donar Philip Rompas dari Dankorsis Sesko TNI menjadi Kadispotmar Mabesal, Brigjen TNI (Mar) Bambang Sutrisno, S.H., M.Tr.(Han) dari Kadispotmar Mabesal menjadi Dankorsis Sesko TNI, Laksma TNI Sugeng Ing Kaweruh, S.E., M.M. dari Wadan Kodiklatal menjadi Staf Khusus Kasal, Laksma TNI B. Ken Tri Basuki, M.Si.(Han)., CHRMP. dari Waaspers Kasal menjadi Wadan Kodiklatal, Laksma TNI Budhiyanto, M.A.P. dari Danpusdikbangspers Kodiklat TNI menjadi Waaspers Kasal, Laksma TNI Isbandi Adrianto, S.E., M.M. dari Staf Khusus Kasal menjadi Danpusdikbangspers Kodiklat TNI, Laksma TNI Adin Nurawaludin dari Karoum Settama BIN menjadi Direktur Kontra Separatisme dan Konflik Deputi Bid. Kontra Intelijen BIN dan Laksda TNI Mulyadi, S.Pi., M.A.P. dari Staf Khusus Kasal menjadi Pati Mabes TNI AL (dalam rangka pensiun).

18 Pati TNI Angkatan Udara, yaitu Marsma TNI A. Joko Takarianto dari Athan RI di Washington DC/USA menjadi Staf Khusus Kasau, Marsma TNI T.B.H. Age Wiraksono, S.I.P., M.A. dari Kas Koopsau II menjadi Athan RI di Washington DC/USA, Marsma TNI Andi Kustoro dari Kadispamsanau menjadi Kas Koopsau II, Kolonel Pnb Donald Kasenda, S.T., S.I.P., M.M. dari Paban II/Hublu Sintel TNI menjadi Kadispamsanau, Marsda TNI Dwi Fajariyanto dari Aspam Kasau menjadi Pa Sahli Tk. III Bid. Hubint Panglima TNI, Marsda TNI Tamsil Gustari Malik, S.E. dari Pangkoopsau III menjadi Aspam Kasau, Marsma TNI Andyawan Martono P.,S.I.P., dari Kas Koopsau I menjadi Pangkoopsau III, Marsma TNI Andi Heru Wahyudi dari Pangkosek Hanudnas II Mks menjadi Kas Koopsau I, Kolonel Pnb Yulianta, S.I.P.,M.Tr.(Han) dari Sesdisbangopsau menjadi Pangkosek Hanudnas II Mks, Marsma TNI Kusworo, S.E., M.M. dari Wadan Seskoau menjadi Kadisopslatau, Marsma TNI Jemi Trisonjaya, M.Tr.(Han) dari Kadisopslatau menjadi Wadan Seskoau, Marsda TNI Dr. Tatan Kustana, M.Bus., MA. dari Wakil Rektor III Bid. Kerjasama Kelembagaan Unhan menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun), Marsma TNI Dr. Siswo Pudjiatmoko, S.E., M.Si.(Han) dari Wakil Dekan Fakultas Manajemen Pertahanan Unhan menjadi Dekan Fakultas Strategi Pertahanan Unhan, Marsma TNI Hanafi, S.Sos., M.Si. dari Direktorat Sarana dan Prasarana BNPP menjadi Staf Khusus Kasau, Marsma TNI Yuri Afiuddin Anwar dari Staf Khusus Kasau menjadi Direktorat Sarana dan Prasarana BNPP, Marsma TNI Kris Budiantoro dari Kepala Pusat Data dan Informasi BNPP menjadi Staf Khusus Kasau, Marsma TNI Heru Anggraito, S.E., M.M. dari Staf Khusus Kasau menjadi Kepala Pusat Data dan Informasi BNPP dan Marsma TNI dr. Elisa Samson M., Sp.M. dari Staf Khusus Kasau menjadi Pati Mabes TNI AU (dalam rangka pensiun).     

Monday, March 18, 2019

Panglima TNI: Satsiber TNI Melindungi Infrastruktur Kritis TNI


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Satuan Siber Tentara Nasional Indonesia (Satsiber TNI) memiliki tugas untuk melindungi dan mempertahankan infrastruktur kritis TNI yang terhubung satu dengan yang lainnya.

Demikian dikatakan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dalam sambutannya pada acara peresmian Sistem Siber TNI, bertempat Gedung Siber Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (18/3/2019).

Panglima TNI menyampaikan bahwa ada 4 (empat) fungsi yang harus dimiliki Siber TNI yaitu deteksi, proteksi, recovery dan meyakinkan bahwa sistem siber yang berjalan tidak terdapat lubang atau kelemahan pertahanan yang bisa dimasuki oleh malware maupun backdoor.

“Jangan sampai digunakan untuk mengambil data dan mengawasi kita ataupun menjadi ancaman terjadinya kelumpuhan dalam sistem Siber TNI”, tegasnya.

Di sisi lain, Panglima TNI mengingatkan akan kejadian yang tidak terprediksi seperti serangan teroris yang ada di New Zealand.  Menurutnya, peristiwa ini dapat dikaitkan pada satu teori yang ditulis oleh Nassim Nicholas Taleb dikenal dengan Black Swan Theory (Teori Angsa Hitam) yang menjelaskan pada peristiwa langka memiliki dampak besar, sulit diprediksi dan di luar perkiraan biasa.

“Jika dikaitkan dengan Tugas Pokok TNI, dengan kehadiran Satsiber TNI ini diharapkan mampu memprediksi atau meramalkan apa yang terjadi walaupun secara terbatas dengan menganalaisa jejak digital yang terjadi di dunia maya”, ujarnya.

Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman, Wakasal Laksdya TNI Wuspo Lukito, S.E., M.M., Wakasau Marsdya TNI Fahru Zaini Isnanto S.H., M.DS., Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto, Irjen TNI Letjen TNI M. Herindra, M.A., M.Sc., Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Mayjen TNI (Purn) DR. Djoko Setiadi, M.Si., Deputi Bidang Identifikasi dan Deteksi BSSN Irjen Pol. Drs. Dharma Pongrekun, MM.,M.H., serta Dansatsiber TNI Brigjen TNI (Mar) Markos.

 ■ Rasyid/Pspen TNI 

Polisi Benarkan 3 Orang Diamankan Saat Ikuti Apel Kebangsaan di Semarang


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Meskipun mendapat kritik dari berbagai pihak Gubernur Jawa Tengah tetap menggelar Apel Kebangsaan yang menghabiskan dana 18 Miliar dari APBD Jawa Tengah.

Meskipun faktanya Jawa Tengah adalah runner up jumlah penduduk miskin tertinggi se Indonesia namun tidak menyurutkan langkah Pemprov menghamburkan uang rakyat untuk apel ini.

Apel Kebangsaan sendiri berjalan sesuai rencana menghadirkan beberapa tokoh dan diikuti peserta yang justru terlihat didominasi penggemar band Slank.

Bukannya ikut mendengarkan ceramah atau membaca deklarasi damai, para remaja yang mengaku sebagai Slankers ini justru mabuk-mabukan di area Simpang Lima Semarang, tempat dilaksanakannya Apel Kebangsaan ‘Kita Merah Putih’, Minggu (17/3/2019).

Polisi di posko pengamanan yang mendapat laporan pun menciduk para remaja ini.

Beberapa di antaranya melarikan diri, tiga sisanya ditangkap petugas gabungan baik polisi maupun Satpol PP.

Dalam kondisi mabuk, ketiganya dibawa ke Posko Pengamanan Apel Kebangsaan.

Para remaja yang masih di bawah umur ini diinterograsi petugas.

Bukannya takut, seorang di antaranya justru lantang menjawab dirinya mabuk.

“Iya Pak, mabuk,” kata remaja tersebut.

Alasan mereka mabuk pun bikin polisi geleng kepala.

Mereka sengaja mabuk-mabukan agar lebih enak bergoyang saat grup band Slank membawakan lagu.

“Kami Slankers, Pak. Jadi harus mabuk dahulu sebelum joget. Biar enak jogetnya,” katanya.

Ketiga remaja yang mengaku berasal dari Kecamatan Semarang Tengah ini sudah menenggak minuman keras berjenis ciu sebelum tiba di Lapangan Simpang Lima Kota Semarang.

“Tadi saya bawa dua botol ciu, diminum waktu naik bus ke sini. Sisanya diminum sama teman-teman di lapangan tadi,” ujarnya.(tribunnews/sp)

 

Friday, March 15, 2019

Wakil Bupati Sumedang Panen Terong, Erwan: Kita Harus Bangga Jadi Petani


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Wakil Bupati Sumedang, Erwan Setiawan mengaku kagum atas upaya dan kerja keras para petani sayuran di Blok Sampalan, Desa Sukawangi, Kecamatan Pamulihan. Pasalnya, selain memiliki etos kerja yang tinggi, emak-emak petani sayur didaerah ini juga memiliki semangat juang yang luar biasa.

Oleh sebab itu, Erwan mengajak kaum milenial atawa pemuda di Sumedang turun ke kebun untuk bertani. "Emak-emak disini sudah memberi contoh yang baik bagi kita semua, utamanya generasi milenial agar tidak berpangku tangan. Jangan kalah sama emak-emak," himbaunya.

Dalam kunjungannya itu, Erwan mengaku ikut serta panen sayuran, seperti terong dan jenis palawija lainnya. Tentu saja bersama emak-emak para petani sayur yang patut dibanggakan itu.

Menurut Erwan, keberhasilan emak-emak petani sayur tersebut harusnya bisa jadi motivasi bagi pemuda atau kaum millennial. Bahkan sudah sepatutnya mereka ambil posisi tersebut.

Apalagi di beberapa daerah, imbuhnya, banyak pemuda yang sudah sukses dalam bidang pertanian. Dan tentunya dengan kemudahan dan kemajuan teknologi saat ini, kaum millennial akan lebih mudah untuk meningkatkan hasil produksi hingga pemasaran.

"Yang kita ingat, kebutuhan akan pangan bakal terus meningkat seiringan dengan pertumbuhan penduduk. Oleh sebab itu, bidang pertanian memiliki prosfek yang baik untuk ditekuni. Dan kita harus bangga jadi petani," pungkasnya.

AS Serukan Keadaan Darurat di Sudan


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Kelompok-kelompok HAM menyuarakan keprihatinan tentang tindakan kekerasan Sudan terhadap protes anti-pemerintah, yang telah melanda negara Afrika sejak Desember lalu. Kelompok hak asasi manusia mengatakan tindakan itu telah menewaskan sedikitnya 60 orang dan ratusan di penjara.

Meningkatnya biaya roti dan bahan bakar memicu protes awal, yang dengan cepat meningkat untuk menuntut penghapusan Presiden Omar al-Bashir sejak lama.

Jehanne Henry, associate director divisi Afrika di Human Rights Watch, mengatakan penumpasan meluas oleh polisi Sudan ditujukan pada para pemimpin oposisi, pengunjuk rasa, aktivis dan jurnalis.

"Protes-protes ini sedang berlangsung setiap hari dan mereka telah menghadapi cukup banyak kekerasan dan pelanggaran oleh pasukan keamanan pemerintah yang menimbulkan pemukulan yang sangat brutal terhadap orang-orang ketika menangkap mereka. Banyak yang telah terbunuh sejauh ini," katanya kepada kanto berita VOA.

Namun para pejabat Sudan mengatakan kelompok-kelompok HAM melebih-lebihkan jumlah korban tewas.

Seorang pejabat senior Sudan yang berbicara kepada VOA dengan syarat anonim mengatakan, "Para pemrotes mengambil keuntungan dari situasi ini dan melanggar hukum dengan mencuri, menjarah, dan merusak properti pemerintah." Dia mengatakan ada kurang dari 31 kasus. Namun ini masih merupakan "jumlah besar dan masalah serius," pejabat itu mengakui.

Akun lokal

Penduduk setempat menuduh bahwa otoritas Sudan menargetkan semua orang yang bersimpati dengan protes.

Momena Bashir mengatakan bahwa ayahnya, Muawiya Bashir, 57, baru-baru ini meninggal di sebuah rumah sakit di ibukota, Khartoum, setelah polisi Sudan menembaknya di dalam rumahnya.

Dia mengatakan polisi telah menargetkan ayahnya karena dia menyembunyikan beberapa pemrotes yang bersembunyi dari pasukan keamanan Sudan.

"Ayahku menaruh simpati pada para pemrotes," kata Bashir kepada VOA. "Ayah saya percaya bahwa rezim Sudan korup dan menghancurkan negara kita.

"Kami tidak tahu apa yang akan terjadi pada kami. Kami masih dalam keadaan shock ... setelah kematian ayahku," katanya.

Sikap AS

Para pejabat A.S. telah dengan tajam mengkritik Khartoum karena kekerasan resmi terhadap pengunjuk rasa damai yang menuntut perubahan politik di negara itu.

"Benar-benar tidak dapat diterima bagi pasukan keamanan untuk menggunakan kekerasan yang berlebihan untuk menindak demonstran, untuk menggunakan penahanan tanpa tuduhan, tentu tidak dapat diterima untuk menggunakan kebrutalan, penyiksaan ... dan tidak perlu dikatakan bahwa tidak ada alasan siapa pun harus dibunuh," kata Cyril Sartor, direktur senior untuk Afrika di Dewan Keamanan Nasional AS.

Pejabat A.S. juga telah menyuarakan keprihatinan tentang keadaan darurat di Sudan.

"Kami sangat prihatin dengan deklarasi negara darurat nasional dan menyerukan pemerintah Sudan untuk menghormati hak semua individu di Sudan, segera mengakhiri penindasan kekerasan terhadap protes damai dan mencari pertanggungjawaban bagi mereka yang bertanggung jawab atas pelanggaran dan penganiayaan, "Jonathan Cohen, yang bertindak sebagai wakil tetap AS untuk PBB, mengatakan pada Dewan Keamanan yang memberikan pengarahan tentang situasi di Sudan pekan lalu.

Dalam upaya untuk mengakhiri gerakan protes, Presiden al-Bashir, yang telah berkuasa sejak 1989, mendeklarasikan keadaan darurat nasional selama setahun pada akhir Februari, sementara mengeluarkan beberapa langkah reformasi.

Ratusan dipenjara

Sejak pemberontakan pada pertengahan Desember, pemerintah Sudan telah menahan ratusan orang, termasuk aktivis hak asasi, jurnalis, organisator dan pengunjuk rasa biasa, kata kelompok hak asasi itu.

"Ada lusinan orang yang masih dalam tahanan meskipun pemerintah terus berpura-pura membebaskan semua orang. Ia akan mengumumkan rilis, tetapi tidak akan benar-benar membebaskan semua orang," kata Henry dari HRW.

"Mereka [otoritas Sudan] bertanggung jawab atas pembunuhan orang di jalan, mereka bertanggung jawab untuk pergi ke lingkungan [dan] menarik orang keluar dari rumah mereka - perilaku yang ... membuat Khartoum lebih terlihat seperti zona perang daripada hanya operasi kepolisian , "Tambah Henry.

Beberapa analis juga menuduh bahwa reformasi al-Bashir baru-baru ini adalah seremonial terbaik dan bertujuan untuk meredakan ketegangan dengan orang-orang Sudan biasa.

"Ini bukan langkah-langkah yang bisa disebut reformasi," kata Omer Ismail, penasihat kebijakan senior di Proyek CHR, kelompok riset yang berbasis di Washington. "Ini adalah seorang diktator yang putus asa [yang] menerapkan hukum darurat perang untuk menghancurkan demonstrasi dengan paksa."

"Seorang presiden yang berarti reformasi akan memanggil lawan-lawannya ke meja untuk dialog konstruktif alih-alih mengerahkan tank di jalan-jalan," tambahnya.

Daftar terorisme AS

Tindakan keras mematikan terhadap pengunjuk rasa juga bisa mengancam upaya Sudan untuk dikeluarkan dari daftar negara sponsor terorisme A.S. AS menetapkan Sudan sebagai sponsor negara terorisme pada tahun 1993.

"Kami telah cukup jelas, cukup eksplisit ... dengan semua pemimpin pemerintah yang saya temui dengan kondisi saat ini di Sudan dan reaksi berlebihan pasukan keamanan khususnya menempatkan pembicaraan berisiko," kata Sartor dari NSC.

Pada akhir 2017, pemerintah AS mencabut sanksi ekonomi terhadap Sudan dan juga menghapus negara dari daftar negara dengan pembatasan perjalanan. (VOA/Foto: AP)





© Copyright 2018 SUARA MERDEKA HARI INI | All Right Reserved