PETUAH GURU

Friday, March 15, 2019

Panglima TNI : Generasi Muda Pelopor Semangat Kebangsaaan


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Generasi muda sejak dahulu selalu menjadi pelopor dan motor semangat kebangsaan. Para pemudalah yang mendirikan dan mencetuskan Sumpah Pemuda. Selain itu, para pemuda juga yang bergerak dalam berbagai medan perjuangan, sejak perjuangan merebut, mempertahankan dan kini mengisi kemerdekaan itu sendiri.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. di hadapan sekitar 400 mahasiswa dan Civitas Akademika Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat saat memberikan kuliah umum dengan materi “Peran Pemuda dan Mahasiswa Dalam Merawat Persatuan dan Kesatuan Bangsa di Era Revolusi Industri 4.0”, di Aula Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB), Kamis (14/3/2019).

Panglima TNI mengatakan bahwa saat ini perjuangannya sedikit berbeda karena tidak lagi melawan penjajah, tidak lagi berperang, namun berjuang mengisi kemerdekaan dengan pembangunan.  Dengan keanekaragaman, ke-Bhinneka Tunggal Ika-an yang dimiliki, persatuan dan kesatuan adalah prasyarat mutlak dalam pembangunan itu.

“Untuk itu saya mengajak para Pemuda Muhammadiyah, mari kita jaga bersama persatuan dan kesatuan yang menjadi perekat bangsa ini. Kita gelorakan semangat kebangsaan dan kita siapkan diri menjadi umat yang berkualitas, umat yang mampu menjadi khalifah yang baik di muka bumi ini sebagaimana perintah Allah SWT,”  tegasnya.

Menurutnya, pemuda dan mahasiswa Muhammadiyah adalah aset yang sangat potensial bagi bangsa ini.  Pemuda dan mahasiswa adalah harapan masa depan Indonesia, di tangan para pemuda-pemudi serta para mahasiswa jaminan eksistensi Indonesia di masa depan.  “Di tangan para pemuda dan mahasiswa, Indonesia akan berjaya jangan justru sebaliknya, terjerumus dalam konflik yang tak berkesudahan”, ucapnya.

Memasuki era revolusi industri 4.0., Panglima TNI mengatakan bahwa itu merupakan sebuah era yang diwarnai dengan berbagai kemajuan teknologi dengan kecepatan yang mengagumkan. Bahkan kemajuan teknologi tersebut diwarnai dengan berbagai disrupsi-disrupsi yang di satu sisi membawa manfaat, namun di sisi lain menimbulkan paradoks.

“Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi membawa kemudahan bagi masyarakat, dalam berkomunikasi serta bersosialisasi dengan berbagai komunitas di berbagai belahan dunia, dengan hampir tanpa batas dan tanpa hambatan,” ungkapnya.

Dikatakan pula bahwa dalam menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0 ini, dibutuhkan pemuda-pemudi yang memiliki intelektualitas tinggi, konektivitas luas, dan sekaligus mentalitas kebangsaan yang tangguh.

Menurutnya, intelektualitas tinggi dibutuhkan untuk memahami perubahan teknologi dari sudut pandang keilmuan. Demikian juga konektivitas dibutuhkan untuk membangun jaringan, dalam mempercepat penyebarluasan gagasan, dan memperkuat bangunan kerja sama antar berbagai komponen bangsa.

“Sedangkan mentalitas kebangsaan dibutuhkan untuk menjaga bangsa ini tetap utuh, dalam kerangka Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia”, katanya.

Thursday, March 7, 2019

Angka Putus Sekolah di Jabar Butuh Perhatian Pemprov Jawa Barat


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Angka putus sekolah di Provinsi Jawa Barat tercatat selama 2018 hingga November mencapai 37.971 siswa, angka tersebut merupakan akumulasi dari angka putus sekolah SD, SMP, SMA, dan SMK di Provinsi Jawa Barat. Anak yang putus sekolah SD mencapai 5.627 siswa, SMP mencapai 9.621 siswa, SMA mencapai 5.403 dan yang terparah adalah siswa SMK yang sebanyak 17.320 siswa putus sekolah.

Menurut Lembaga Kaki Publik (Lembaga Kajian dan Analisis Keterbukaan Informasi Publik), Angka tersebut sangat mengkhawatirkan, terlebih jika Pemprov Jabar hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, karena pendidikan seharusnya menjadi program prioritas Pemerintah yang didalamnya terdapat nasib keberlanjutan bernegara dan berbangsa.

Keadaan tersebut diperparah dengan keadaan Provinsi Jawa Barat yang menjalankan kebijakan siswa SMA maupun sederajat harus membayarkan SPP ke sekolah setiap bulan, karena minimnya Subsidi Dana Bantuan Operasional Sekolah dari Pemprov Jabar. Maka, menurut Kaki Publik, angka putus sekolah tersebut menjadi sesuatu yang harusnya menjadi perhatian bagi Pemprov Jawa Barat.

Minimnya kesejahteraan masyarakat Jawa Barat menjadi masalah utama bagi meningkatnya angka putus sekolah, Kaki Publik mencatat, masih banyak anak didik yang berada di garis kemiskinan. Karena di Provinsi Jawa Barat, yang menerima dana Program Indonesia Pintar mencapai 1.912.846 siswa.

Dari penerima program Indonesia Pintar tersebut, siswa SD di Provinsi Jawa Barat mencapai angka paling tinggi sebanyak 968.499 siswa, sedangkan SMP mencapai hingga 531.945 siswa, SMA mencapai 123.551 siswa, dan siswa SMK mencapai 297.851 siswa yang mendapatkan program Indonesia Pintar.

Menurut Kaki Publik, sudah seharusnya Pemprov Jawa Barat memfokuskan kebijakan untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, bukan hanya fokus membangun infrastruktur di bagian-bagian yang tidak memiliki manfaat langsung bagi keberlangsungan dunia pendidikan dan terutama pada siwa yang berada di bawah garis kemiskinan di Jawa Barat.

Kaki Publik menilai infrastruktur di Jawa Barat pun sejauh ini tidak merata, lihat saja kabupaten Bekasi yang hanya didatangi pada saat kampanye pilkada, namun nasibnya juga tidak kunjung membaik. Yang terlihat justru sekolah-sekolah yang rusak parah, yang berakibat pada terganggunya proses belajar-mengajar di sekolah.

Adri Zulpianto
Direktur Lembaga Kaki Publik
(Lembaga Kajian dan Analisis Keterbukaan Informasi Publik)

Sunday, February 24, 2019

Pemuda Muhammadiyah Terus Keliling ke Berbagai Daerah Memberikan Pendidikan Politik Soal Pemilu


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Hari ini, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto atau akrab disapa Cak Nanto menjadi pembicara dalam Halaqah Kebangsaan yang digelar DPD IMM Sumatera Barat, 24 Februari 2019.

Ketua DPP IMM Riyan Netra Delza dalam pengantarnya mengapresiasi kiprah Cak Nanto dalam memberikan pendidikan bagi masyarakat mengenai Pemilu.

Cak Nanto, kata dia, selama ini terus berkeliling ke berbagai daerah memberikan pendidikan politik pada pemilih soal Pemilu.


Wednesday, February 13, 2019

Dihadapan 1.000 Santri Makassar, Panglima TNI Ajak Santriawan Amalkan Islam Secara Kaffah


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Pesantren juga berperan dalam menyiapkan umat yang bersatu membangun bangsa, memperkuat persatuan dan kesatuan, memerangi kemiskinan dan kebodohan serta menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman untuk hidup berdampingan dengan seluruh komponen bangsa lainnya.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. di hadapan sekitar 1.000 santri dan santriawan saat melaksanakan silaturahmi dengan keluarga besar Pondok Pesantren (Ponpes) Nahdlatul Ulum, Soreang, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa malam (12/2/2019).

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, ulama, santri dan pondok pesantren dewasa ini memiliki peran yang sangat penting karena umat menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks.   “Tanpa bimbingan yang baik dari para ulama, tanpa adanya santri yang menjadi contoh, umat Islam dapat kehilangan arah atau bahkan hanya menjadi buih di lautan,” ujarnya.

Selanjutnya Panglima TNI mengatakan bahwa setiap pesantren dipandang sebagai samudera ilmu, dimana para santri mempelajari ilmu agama dibimbing oleh para pengasuh pondok. “Di pesantren kita tidak hanya menjalankan perintah untuk menuntut ilmu, tetapi juga sekaligus memperdalam pengetahuan agama dan mengamalkannya,” ucapnya.

“Di pesantren pulalah kita dapat memahami ajaran Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam, rahmatan lil alamin,” tambahnya.

Panglima TNI mengatakan pula bahwa kemajuan yang ada saat ini harus disikapi dengan baik oleh umat Islam dengan cara membangun umat yang berkualitas.  “Umat yang berkualitas adalah umat yang mengamalkan Islam secara kaffah sekaligus membina diri dengan berbagai ilmu pengetahuan dan wawasan. Umat Islam yang berpengetahuan akan menjadi umat yang sejahtera dan unggul,” jelasnya.

Dalam menyikapi berbagai isu dan permasalahan, umat Islam harus dewasa. “Saya katakan demikian karena kita harus melihat setiap masalah dengan kepala dingin, hati yang jernih dan jiwa yang lapang, agar tidak mudah terbakar amarah, terhasut dan bahkan diadu domba,” tuturnya.

“Disinilah peran penting pondok pesantren, ulama, dan para santri untuk mendorong masyarakat menjadi masyarakat yang maju dalam ke-Bhinneka Tunggal Ika-an,” tegasnya.

Turut hadir pada silaturahmi tersebut diantaranya, Menteri Ketenagakerjaan RI Muhammad Hanif Dhakiri, Kapolri Jenderal Pol. Prof. H. Tito Karnavian, Ph.D., Asops Panglima TNI Mayjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M., Aster Panglima TNI Mayjen TNI George Elnadus Supit, S.Sos., Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi, Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Hamidin, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan Pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum, Bapak AG. Dr. Sanusi Baco, LC.

■ Rasyid / Puspen TNI 

Wednesday, February 6, 2019

Angkatan Bersenjata India Proyeksikan Latihan Bersama Peacekeeping dan Anti Teror


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Angkatan Bersenjata India diproyeksikan untuk melaksanakan Latihan Bersama di bidang Peacekeeping Operation dan Anti Terorisme di Indonesia Peace and Security Center (IPSC) dan juga Badan Nasional Penanggulangan Terorisme.

Demikian pernyataan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. yang disampaikan kepada Panglima Angkatan Bersenjata India Laksamana Sunil Lanba dalam kunjungan kehormatan di Markas South Black Lawns, India, Senin (4/2/2019).

Dalam kunjungan kehormatan tersebut Panglima TNI dan Panglima Angkatan Bersenjata India membicarakan hubungan kerjasama militer Indonesia dan India yang sudah terjalin dengan baik diberbagai bidang. Sebagai contoh, latihan bilateral antara TNI AD dan Angkatan Darat India dengan nama Garuda Sakti. Sedangkan latihan antara TNI AL dan Angkatan Laut India dengan sandi Latihan Samudera Sakti dan Patroli Terkoordinasi dengan nama Indindo Coordinated Patrol. Selain itu dilaksanakan juga kegiatan multilateral seperti Komodo 2016 di Padang dan 2018 di NTB Lombok.

Lebih lanjut Panglima TNI menjelaskan potensi kerjasama alih teknologi kemiliteran bagi matra darat, laut dan udara. “Industri pertahanan India sudah sangat maju, sehingga kita dapat belajar dengan memanfaatkan kesempatan kerjasama militer dibidang alih teknologi seperti kerjasama perawatan pesawat tempur buatan Rusia seperti SU-27 dan SU-30”. 

Panglima TNI juga menyampaikan terima kasih kepada Angkatan Bersenjata India yang telah ikut berpartisipasi aktif dalam mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana gempa dan tsunami di Kota Palu, Sigi, dan Donggala Sulawesi Tengah bulan September 2018. Angkatan Bersenjata India mengirimkan dua  pesawat angkut berat jenis C-17 Global master dan C-130 Hercules.

Rangkaian kegiatan kunjungan kehormatan  tersebut  diakhiri dengan pertukaran  cinderamata  Panglima TNI dengan Panglima Angkatan Bersenjata India.

■ Rasyid/Puspen TNI

Friday, February 1, 2019

Satgas Indobatt Konga XXIII-M Gelar Education Program di Lebanon Selatan


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Batalyon Mekanis Tentara Nasional Indonesia (Satgas Yonmek TNI) Konga XXIII-M/Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon) atau Indonesian Battalion (Indobatt) misi perdamaian PBB, kembali menggelar kegiatan “Education Program”.

Kegiatan Education Program melalui Civil Military Coordination (Cimic) Satgas Indobatt XXIII-M/Unifil dilaksanakan di Al Farah School Al Adeisse, Lebanon Selatan, Kamis (31/1/2019).

Al Farah School merupakan sekolah yang secara khusus diperuntukan bagi anak-anak yang mengalami ketebelakangan mental, dengan jumlah mencapai tujuh belas siswa dan lima orang tenaga pendidik.

Mengawali kegiatan Education Program, Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-M/Unifil dibawah komando Letkol Inf Arfa Yudha Prasetya sebagai Komandan Satgas, memberikan hiburan dengan pertunjukan beberapa tarian tradisional Indonesia, yaitu tari Indang dari Padang dan Ondel-Ondel dari Jakarta, yang membuat seluruh siswa termasuk tenaga pendidik terhibur dan bertepuk tangan gembira.

Untuk lebih mengaktifkan Education Program kepada seluruh siswa di Al Farah School, Prajurit TNI Satgas Indobatt juga menggelar beberapa permainan tradisional Indonesia seperti balap kelereng dan permainan balap balon dengan cara berpasangan serta beberapa aksi badut Spongebob dan Bo Boi Boy yang semakin memeriahkan suasana saat itu.

Pada kesempatan tersebut, Kepala Sekolah Al Farah School, Hj. Mariam menyampaikan apresiasi kegiatan Education Program yang dilaksanakan Cimic Satgas Indobatt XXIII-M/Unifil. “Terima kasih kepada Prajurit TNI atas hiburan tari-tarian dan permainan menarik yang telah ditampilkan,” ucapnya.

“Anak didik kami merasa terhibur dengan kegiatan tari-tarian serta permainan menarik dari Indonesia ini, bisa dilihat dari raut wajah mereka yang begitu senang dan gembira,” katanya.

Sebelum mengakhiri kemeriahan acara tersebut, Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-M/Unifil memberikan bingkisan tali asih kepada seluruh siswa, yang nantinya dapat digunakan untuk mendukung proses belajar bagi siswa-siswi di sekolah Al Farah School.

■ Rasyid / Puspen TNI

Saturday, January 26, 2019

Puting Beliung di Sukoharjo, Danyonif Mekanis Raider 413 Bremoro Kostrad Terjunkan 1 SST Bantu Warga


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Bergerak cepat anggota Yonif Mekanis Raider 413 Bremoro Kostrad melaksanakan kerja bakti (gotong royong) untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam, akibat diterjang angin puting beliung di Desa Puron, Kecamatan Bulu, Kab. Sukoharjo, Jumat (25/01/2019).

Dengan terjadinya bencana tersebut, Danyonif Mekanis Raider 413 Bremoro Kostrad Mayor Inf Fikky Nur Kuncoro Jati menerjunkan 1 SST dengan kekuatan sebanyak 33 personel guna membantu dampak bencana alam puting beliung, seperti pembenahan atap rumah masyarakat, pembersihan jalan dari pohon tumbang, dll.

Puluhan pepohonan dan bangunan masyarakat porak-poranda tersapu angin disertai  hujan lebat. Kencangnya angin ini hingga membuat pasar Ir Soekarno yang ada di pusat kota Sukoharjo sebagian atapnya berterbangan. Di bagian selatan bangunan terlihat atapnya mulai hilang.

Kondisi tersebut membuat hiruk-pikuk masyarakat sekitar, bahkan sempat terjadi kemacetan di jalan, selain itu juga listrik tiba-tiba meledak dan padam. Sehingga mengakibatkan banyak orang yang berlarian menyelamatkan diri.

Sedikitnya ada 13 bangunan rusak dan banyak pohon tumbang akibat terjangan angin puting beliung di Sukoharjo, peristiwa tersebut terjadi di pusat kota Sukoharjo pada Kamis sore (24/1/2019). Akan tetapi Belum diketahui secara pasti kerugian material akibat puluhan rumah yang rusak diterjang angin puting beliung tersebut. Namun, sejumlah pihak memperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Beruntung, angin yang mengamuk Kamis sore tersebut tidak menyebabkan korban jiwa.

“Bencana angin puting beliung yang terjadi Kamis sore merupakan musibah yang tidak bisa dihindari lagi. Banyak pepohonan yang tumbang dan rumah yang atapnya rusak serta genteng berjatuhan. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak terutama dari anggota Yonif Mekanis Raider 413 Bremoro yang sudah membantu masyarakat dengan bergotong royong,” kata Kepala Desa setempat, Bapak Wahyu.

■ Rasyid / Penkostrad

Thursday, January 24, 2019

Markas Tentara Cilacap, Diserbu Anak Paud Aisyiyah


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Anak-anak Paud Aisyiyah Kawunganten Kabupaten Cilacap serbu markas Koramil 09/Kawnganten, jajaran Kodim 0703/Cilacap, Kamis (24/01).

Mereka serbu Makoramil untuk mengenal lebih dekat tugas-tugas TNI. Sekaligus menanamkan rasa cinta tanah air dan belajar nilai-nilai kejuangan sebagai upaya menyiapkan generasi muda di usia dini.

Sebanyak 27 anak-anak Paud Aisyiyah, mendapat sambutan hangat Batituud Koramil 09/Kawunganten Serma Mustadi.

Danramil diwakili Serma Mustadi, memberi penjelasan tentang wawasan TNI yang terdiri dari tiga angkatan yaitu Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU).Dijelaskan pula tugas setiap masing-masing angkatan.

Selain pemberian pembekalan, anak-anak juga dikenalkan pada tugas-tugas Koramil, serta memberikan motivasi semangat belajar melalui berbagai kegiatan anggota Koramil.

“Harapannya dapat memotivasi anak usia dini untuk mendukung cita-cita dimasa depan,” jelasnya.

Sementara itu Bunda Paud Aisyiyah Kawunganten, Intan Ristiatuti mengucapkan terima kasih kepada jajaran Koramil 09/Kawunganten.

“Saya lihat anak-anak tadi sangat antusias dan riang sekali dalam mengikuti setiap rangkaian kegiatan, semoga kegiatan ini bisa memacu semangat anak-anak dalam mencapai cita-citanya,” ungkap dia.

Usai kegiatan para anak-anak Paud dan anggota Koramil melaksanakan foto bersama didampingi Bunda Paud dan guru sebagai bentuk kebersamaan dan rasa bangga kepada TNI.

(rilis/PAUD/Rasyid)
© Copyright 2018 SUARA MERDEKA HARI INI | All Right Reserved