NASIONAL

Saturday, May 25, 2019

Kapuspen TNI: Tidak Benar Provokator di Masjid Petamburan Anggota BAIS TNI


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Video viral https://youtu.be/cOFapD_1TzE dengan judul 'Terciduk! Diduga Oknum BAIS TNI Provokasi Massa di Aksi 22 Mei dan Menyudutkan POLRI'.  Informasi/ tulisan yang terdapat pada video tersebut menjelaskan adanya oknum TNI memprovokasi massa di dalam Masjid.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Sisriadi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (24/5/2019) menegaskan bahwa informasi yang menyebutkan pria itu oknum TNI adalah Hoax dan Tidak Benar.

Kapuspen TNI menyampaikan bahwa berdasarkan hasil investigasi, video yang viral tersebut benar diambil oleh seseorang di Masjid Al-Ishlah, Petamburan, pada tanggal 22 Mei 2019 pukul 11.45 WIB saat kerusuhan terjadi. “Sedangkan berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat sekitar Masjid Al-Ishlah, orang yang melakukan provokasi tersebut tidak dikenal dan bukan warga Petamburan,” ucapnya.

Selanjutnya dikatakan bahwa di dalam video tersebut terdapat personel yang berpakaian loreng adalah prajurit TNI yang merupakan anggota Yonif 315 yang BKO Kodam Jaya. Prajurit tersebut ditugaskan di Petamburan. “Saat itu prajurit TNI sedang melakukan pendekatan kepada tokoh agama untuk menenangkan massa yang emosional. Secara tiba-tiba masuk seseorang ke dalam Masjid dan menyampaikan ujaran provokatif,” ujarnya.

Kapuspen TNI menegaskan bahwa informasi yang disebar bersama video itu adalah hoax, sedangkan data tentang Serma Aris dalam video viral tersebut adalah data palsu yang dibuat oleh orang yang tidak tahu tentang TNI AD. “Dapat dibuktikan bahwa penyebutan nama ditambah pangkat dan korps (Serma Inf Aris) adalah data palsu. Yang benar adalah untuk pangkat Bintara TNI AD tidak memiliki korps,” terangnya.

“Kemudian disebutkan yang bersangkutan lulusan Secaba Reg AD tahun 2005, itu adalah data palsu. Yang benar adalah lulusan Secaba tahun 2005, baru akan berpangkat Serma paling cepat pada 1 April 2021.  Dan juga sudah dilakukan pengecekan berdasarkan daftar nominatif personel Yonif 315, tidak ada anggota Yonif 315 bernama Serma Aris,” jelasnya.

Dapat disimpulkan bahwa informasi yang disebarluaskan bersama video yang diunggah dari YouTubehttps://youtu.be/cOFapD_1TzE adalah hoax. “Berita tersebut bertujuan untuk mendiskreditkan TNI dan melemahkan soliditas TNI-Polri,” kata Mayjen TNI Sisriadi.

Diakhir penjelasannya, Kapuspen TNI menegaskan kembali bahwa TNI tetap memegang teguh jati dirinya sebagai Tentara Rakyat, Tentara Pejuang, Tentara Profesional dan Tentara Nasional Indonesia.

■ Red/Puspen TNI

Saturday, May 18, 2019

Panglima TNI Tinjau Latihan Pengamanan Tahap Penghitungan Suara Pemilu 2019


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Asops Panglima TNI Mayjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M.,  Aslog Panglima TNI Marsda TNI Kukuh Sudibyanto,  Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi dan Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono meninjau latihan pengamanan tahap penghitungan suara Pemilu 2019 oleh Prajurit TNI di Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (17/5/2019).

Dalam latihan tersebut, disimulasikan bahwa terjadi kerusuhan di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU), Menteng, Jakarta Pusat,  oleh massa yang sedang melakukan aksi unjuk rasa terkait hasil penghitungan suara Pemilu Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019.

Dengan bergerak cepat, Satuan Gultor TNI tiba di kantor KPU dengan menggunakan Helikopter Caracal milik TNI AU untuk menyelamatkan anggota KPU dan dokumen serta server hasil penghitungan suara. Personel dan materiil KPU tersebut diamankan ke suatu tempat yang telah ditentukan.

Disimulasikan juga ada anggota masyarakat yang terkena tembak dalam aksi unjuk rasa, dengan cepat Satuan Kesehatan TNI yang sedang melaksanakan pengamanan di kantor KPU memberikan pertolongan pertama kepada korban dan mengevakuasi korban menggunakan mobil Ambulance Yonkes 1/Yudha Krida Husada Kostrad  menuju titik jemput helikopter untuk dievakuasi ke kapal rumah sakit KRI dr. Soeharso 990 yang bersandar di Dermaga JICT, Tanjung Priok.

Latihan Pengamanan ini merupakan implementasi dari Tactical Floor Game (TFG) pengamanan Tahap Penghitungan Suara Pemilu  Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019 di Mabes TNI pada Kamis (16/5/2019).

TFG ini dilaksanakan dalam rangka mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi pada proses penghitungan suara, dengan mengerahkan personel dan Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista), baik TNI AD, TNI AL dan TNI AU.

■ Red/Puspen TNI

Thursday, May 16, 2019

Isi Ramadhan, Personil Yonif PR 432 Kostrad Bercocok Tanam di Maros


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Mengisi waktu di bulan suci Ramadhan, 15 orang personel Kompi Senapan B Yonif Para Raider 432 Kostrad menanam padi di sawah di bawah pimpinan langsung Komandan Kompi Senapan B, Lettu Inf Mendung, Kariango, Maros, Minggu (12/5).

Pemanfaatan lahan ini  sebagai salah satu cara untuk meningkatkan ketahanan pangan sesuai dengan  perintah yang disampaikan oleh Komandan Batalyon Infanteri 432 Kostrad, Mayor Inf Gustiawan Ferdianto.

"Selain tugas pokok prajurit sebagai Tentara Nasional Indonesia  prajurit juga harus mampu dalam mempertahankan kelangsungan hidup dengan cara memanfaatkan lahan tidur di sekitar asrama. Dengan cara itu, lahan yang kosong di sekitar asrama dapat di manfaatkan untuk kesejahteraan bersama,” ungkap Komandan Batalyon Infanteri 432 Kostrad, Mayor Inf Gustiawan Ferdianto.

Sementara itu, Danki B, Lettu Inf  Mendung menyampaikan bahwa pemanfaatan lahan tidur adalah salah satu kegiatan yang positif, disamping bisa untuk tambahan penghasilan juga dapat dijadikan pemenuhan kebutuhan rumah tangga sehari-hari misalnya dengan menanam padi, sayur-mayur, rempah-rempah sehingga setiap prajurit tidak susah-susah lagi mengeluarkan biaya untuk membeli bahan-bahan tersebut setidaknya lebih hemat dan dijamin segar karena dipetik langsung dari pohonnya.

■ Red/Penkostrad

Wednesday, May 15, 2019

Jaksa Sebut Bakal Ada Tersangka Baru Kasus Meikarta


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi, Yadyn, Rabu (15/05/2019), menegaskan, penyidik KPK saat ini menelusuri pihak-pihak lain yang bertanggung jawab dalam kasus gratifikasi Mega Proyek Meikarta.

“Prinsipnya kami akan menilai satu per satu tindak pidana siapa-siapa yang harus bertanggung jawab,” singkatnya.

Dalam pledoi tersebut beberapa terdakwa keberatan adanya pihak-pihak lain yang belum dimintai pertanggungjawaban dan itu belum di peroses oleh KPK.

“Adanya pihak-pihak lain yang belum dimintai pertanggungjawaban,” jelas jaksa KPK Yadyn ketika di wawancarai oleh awak media di pengadilan Tipikor Bandung.

Penyidik kata Yadyn sudah menganalisis keluhan dari beberapa terdakwa masih adanya pihak lain. Sehingga menurutnya pihaknya masih menunggu keputusan majelis hakim.

“Kita lihat putusannya, kami analisis putusannya peristiwa perbuatannya, kita lihat perbuatan pidananya, nanti siapa yang menjadi tersangka baru setelah vonis perkara ini,” ucapnya.

Diketahui dalam tuntutan yang dibacakan Jaksa KPK pada pekan sebelumnya yang menuntut Bupati Bekasi non aktif Neneng HY dengan 7,6 tahun, belasan nama anggota DPRD Kabupaten Bekasi kembali disebut kembali. Termasuk pejabat di PUPR, Tina yang menerima Rp 700 juta dari  Meikarta. (sumber: BB)

Tuesday, May 14, 2019

Gubernur Koster Ingatkan Tema PKB Jangan Hanya Jadi Pemanis


SUARAMERDEKA.CO.ID Pesta Kesenian Bali (PKB) menjadi ruang aktualisasi segala nilai luhur dan indah dari seni dan budaya Bali. PKB menjadi event seni dan budaya benilai sejarah yang tinggi dan telah menjadi bagian dari memori kolektif tidak saja krama Bali, tetapi juga nasional dan dunia intenasional.

Untuk itu, tata kelola dan manajemen event yang konsekuen serta profesional untuk menguatkan sekaligus memajukan seni dan budaya Bali dalam dimensi pelindungan dan pembinaan sangat diperlukan untuk memayungi seni-seni sebunan, serta melestarikan pakem seni klasik dan tradisi sebagai ajang pemajuan Kebudayaan Bali.

Hal ini diungkapkan Gubernur Bali Wayan Koster pada rapat evaluasi persiapan pelaksanaan acara PKB XLI Tahun 2019 di Jaya Sabha, Denpasar, Senin (13/5) sore.

"Saya berharap pelaksanaan PKB tahun ini harus lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Baik konten, format maupun tata cara pelaksanaan. Penyelenggaraan harus lebih bagus dan berkualitas sesuai dengan tema PKB yakni Bayu Pramana - Memuliakan Sumber Daya Angin sebagai salah satu implementasi visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali," ungkap Koster.

Ditambahkan Koster yang juga ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini, setiap unsur baik pelaksanaan pawai, pergelaran, pameran, workshop, sarasehan, dan Iomba harus menerjemahkan secara fokus dan terintegrasi tema “Bayu Pramana; Memuliakan Sumber Daya Angin".

"Mulai tahun ini, antara tema dengan isian acara mesti sinkron dan selaras. Tidak ada lagi tema yang hanya menjadi pemanis saja, sementara isian acara tetap menoton dari tahun ke tahun. Untuk itu dibutuhkan peran tim kreatif dan kurator yang bersinergi dengan seniman, budayawan, dan masyarakat seni di seluruh Bali ini. Sehingga setiap tahun ada satu wacana, yang kemudian ditetapkan sebagai tema, kemudian diterjemahkan dalam komposisi, tata artistik, maupun kreteria seleksi jenis kesenian yang mesti tampil," ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Koster, mulai tahun ini pula pada pameran PKB, baik stand kerajinan maupun kuliner akan dibebaskan dari pungutan biaya. Dengan demikian Ia berharap yang tampil adalah produk kerajinan dan kuliner yang berkualitas tinggi, unik, dan indah.

"Peserta diseleksi, dan memang benar sebagai pelaku industri kreatif dari seluruh Bali. Sehingga pewujudan PKB sebagai pesta rakyat benar-benar menjadi kenyataan. Rakyat bersukacita dalam menyaksikan, menikmati, dan juga menampilkan capaian karya seni dan kerajinan terbaiknya," imbuhnya.

Selain itu, Koster ingin pelaksanaan PKB tidak sepi penonton setiap harinya. Ia minta agar para pelajar bisa diberdayakan untuk datang ke PKB sebagai ajang pendidikan budaya Bali.

"Jangan sampai sepi pengunjung selama perhelatan PKB, kasihan para seniman sudah jauh-jauh datang mau pentas, justru tidak ada yang nonton. Tolong berdayakan para pelajar, karena PKB kan sebagai ajang edukasi pendidikan budaya juga. Jadikan PKB sebagai promosi budaya Bali, undang daerah lain untuk datang ke PKB juga. Sinergikan dengan kunjungan wisatawan melalui travel agen," pungkasnya.

Sementara itu Tim Kurator PKB dalam laporannya yang disampaikan I Gede Arya Sugiartha yang juga Rektor ISI Denpasar menyampaikan jika Pesta Kesenian Bali akan dimulai pada tanggal 15 Juni hingga 13 Juli 2019.

Tema “Bayu Pramana: Memuliakan Sumber Daya Angin” dikatakan I Gede Arya Sugiartha, tema tersebut menjiwai seluruh isian kegiatan dalam Pesta Kesenian Bali, dari pawai, pergelaran, parade, Iomba, pameran, sarasehan, maupun work~shop. Tema: Bayu Pramana dimaknai sebagai kesadaran dalam memuliakan daya, energi, dan kekuatan unsur semesta, yakni: udara, angin, nafas, atau sebutan Iain. Energi semesta ini menjadi fondasi peradaban Krama Bali dari masa ke masa, yang terpancar dalam segala aspek kehidupan sakala-niskala, dari peradaban pikir, cara hidup, sistem kepercayaan, hingga ke hal yang bersifat transenden.

Konsep adiluhung ini hendaknya akan menjadi pemantik kreativitas berbasis tradisi Bali, yang kemudian dapat mengilhami generasi Bali masa kini untuk selalu mencintai kebudayaan Ieluhur untuk membangun karakter, jatidiri, dan kesejahteraan bersama.

Turut hadir pada kesempatan tersebut, Ketua Dekranasda Bali Ny. Putri Suastini Koster, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Danrem 163/Wirasatya Kolonel Arh A.M. Suharyadi, Kadis Kebudayaan Provinsi Bali I Wayan Adnyana, Kepala Biro Umum Setda Provinsi Bali Gede Darmawa, Kepala Biro Humas dan Protokol Anak Agung Ngurah Oka Sutha Diana, Kepala Satuan Pol.PP Provinsi Bali I Dewa Nyoman Rai Dharmadi.


Sunday, May 12, 2019

Panglima TNI: Ramadhan Merupakan Bulan Terbaik Untuk Melakukan Intropeksi Diri


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Ramadhan merupakan bulan terbaik untuk melakukan intropeksi diri dan kita diwajibkan oleh Allah SWT agar menahan diri dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa. Ini tentunya mengandung maksud untuk menumbuhkan kesadaran dan keinsyafan kita dalam rangka memperbaiki diri dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. pada acara silahturahmi TNI dan Polri dalam rangka Safari Ramadhan 1440 H, bertempat di Hanggar Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (11/5/2019).

Panglima TNI mengatakan bahwa dengan adanya bulan suci ini semoga persaudaraan kembali terjalin erat dan dengan melaksanakan ibadah puasa sesama anak bangsa saling memaafkan dan kembali merajut silaturahmi yang sedikit renggang akibat perbedaan pilihan. “Semoga ibadah suci yang penuh barokah ini mendapatkan rahmat dan ridho Allah SWT sehingga kita menjadi orang-orang yang bertakwa, Amiin Ya Robal Alamin,” ujarnya.

Selanjutnya, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga menyampaikan bahwa kekayaan keanekaragaman yang ada pada bangsa Indonesia seyogyanya menjadi kekuatan, perbedaan yang ada selayaknya saling mengisi dan melengkapi. “Potensi itu akan sangat kuat apabila kita menyadarinya dan berupanya untuk mengolahnya mejadi sebuah keunggulan,” ucapnya.

Panglima TNI menegaskan bahwa keberagaman dan kebhinekaan itu seharusnya disyukuri karena akan menjadikan Indonesia  negara yang kuat melebihi negara lain yang ada di dunia dengan kekayaan yang dimemilikinya. “Untuk itu bangsa ini harus bersatu dan meyatukan langkah demi menyiapkan masa depan yang lebih baik,” imbuhnya.

“Kepada seluruh masyarakat, prajurit TNI dan Polri, para ulama untuk menjadi pemersatu bangsa, marilah menjadi pembawa energi positif bagi lingkungan sekitar kita,” harapnya.

Dikatakan Panglima TNI bahwa Provinsi Sulawesi Selatan khususnya kota Makassar merupakan barometer stabilitas di kawasan Indonesia tengah.  “Oleh karenanya, TNI dan Polri sebagai aparat negara harus ekstra waspada dan bijak dalam menghadapi situasi paska Pemilu,” tegasnya.

“TNI dan Polri memang tidak berpolitik praktis, namun demikian para prajurit TNI dan Polri beserta keluarga harus memiliki kesadaran demokrasi dan menjadi pelopor dalam bersikap menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa,” pungkas Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

■ Rasyid/Puspen TNI
© Copyright 2018 SUARA MERDEKA | All Right Reserved