MILITER

Friday, June 14, 2019

Pemakaman Almarhum Peltu Mar Hudan Anggota Yon Arhanud-2 Surabaya di Kulon Progo


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Rabu siang (12/06/19), bertempat di Dusun Kasihan 1 Desa Ngentakrejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta dilaksanakan Upacara Pesemayaman dan Pemakaman Secara Militer Almarhum Peltu Mar Hudan, NRP. 82539, anggota Yon Arhanud-2 Mar, Menart-2 Mar, Pasmar 2 Surabaya, yang meninggal dunia pada Rabu, (12/06/19), pukul 01.45 WIB, di Rumah Sakit Wiyung Surabaya, karena sakit.

Upacara Persemayaman dilaksanakan di rumah duka, dengan Inspektur Upacara Letkol Mar Kusno Eko Haryanto (Danyon Arhanud 2 Mar), Komandan Upacara Kapten Mar Firmansyah (Danrai A Batalyon Arhanud 2 Mar), Perwira Upacara Lettu Mar Ari Agus (Pasipers Batalyon Arhanud 2 Mar). Peserta upacara terdiri dari Regu Sangkakala Lanmar Surabaya, 1 SST bersenjata Personel Kodim 0731/Kulon Progo, 1 SST bersenjata Personel Menart 2 Marinir Surabaya dan 1 SST Personel Deputasi Lanal Yogyakarta.

Upacara Pesemayaman diawali dengan penyerahan jenazah almarhum Peltu Mart Hudan dari perwakilan keluarga kepada Inspektur Upacara, untuk dilaksanakan pemakaman secara militer.

Irup dalam sambutannya mengatakan bahwa : atas nama Pimpinan TNI AL menyampaikan ikut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya, serta memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa, semoga keluarga yang ditinggalkan tetap teguh iman dan diberi kekuatan dalam menghadapi cobaan ini, selanjutnya marilah kita menghantarkan almarhum ke tempat peristirahatan yang terakhir.

Selesai Upacara Persemayaman, jenasah almarhum Peltu Mar Hudan diusung/diberangkatkan menuju TPU Kyai Mondoroko, Dusun Kasihan 1, Desa Ngentakrejo, Lendah, Kulon Progo, yang terletak dibelakang rumah duka, untuk dilaksanakan Upacara Pemakaman.

Pada Upacara Pemakaman, dibacakan Riwayat Hidup singkat almarhum, pembacaan Apel Persada dan penghormatan dengan tembakan salvo saat penurunan jenasah almarhum ke liang lahat.

Penimbunan liang lahat secara simbolis dilaksanakan oleh Irup, kemudian dilanjutkan oleh perwakilan keluarga dan petugas makam, serta peletakkan karangan bunga oleh Irup

Selama hidupnya almarhum selalu menunjukkan tutur kata dan budi pekerti yang baik, almarhum juga memiliki prestasi dan dedikasi yang baik, dalam pengabdian dan pengorbanan kepada bangsa dan negara. Untuk itulah saya mengajak hadirin, untuk bersama-sama mendo'akan semoga arwah almarhum diterima disisi Tuhan Yang Maha Esa, serta diampuni semua dosa-dosanya dan kita yang ada disini tetap mengenang jasa-jasa almarhum kepada bangsa dan negara.

Selaku Inspektur Upacara dan atas nama negara dan bangsa, dengan ini saya menyampaikan ikut belasungkawa yang sedalam-dalamnya, serta memohon kepada Tuhan, semoga keluarga yang ditinggalkan tetap teguh iman dan diberikan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini, tak lupa saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan baik moril maupun material, sehingga pelaksanaan pemakaman dapat terlaksana dengan lancar dan tertib. Mudah-mudahan semua amal baik saudara-saudara sekalian mendapatkan balasan dari Tuhan Yang Maha Esa.

Prosesi pemakaman diakhiri dengan do'a, dilanjutkan dengan penghormatan terakhir kepada almarhum Peltu Mar Hudan serta penyerahan Bendera Merah Putih oleh Irup kepada ahli waris, yang diterima oleh orangtua almarhum.

■ Dea Ananda /rls

Wednesday, June 12, 2019

Petinggi TNI Hadiri Acara Halal Bi Halal di Parsulukan Serambi Babussalam


SUARAMERDEKA.CO.ID ■  Parsulukan Serambi Babussalam Majelis Zikir THARIQAT NAQSYABANDIYAH tuan guru Syek' Ban Rajagukguk mendapat kunjungan petinggi TNI-Polri dan Kepala Daerah Kota Pematang Siantar dan Kabupaten Simalungun, Selasa (11/06/2019).

Pada kesempatan tersebut, Komandan Kodim 0207/Simalungun Letkol Inf Frans Kishin Panjaitan, S.A.P., M.P.M, turut hadir dalam kegiatan Acara Halal Bi Halal bersama jamaah Parsulukan Serambi Babussalam Majelis Zikir THARIQAT NAQSYABANDIYAH.

” Mari kita jaga kerukunan dan keharmonisan, kita jaga Pematangsiantar dan Simalungun ini menjadi tanah berkah, dan mudah-mudahan dengan adanya Halal Bi Halal ini kerukunan umat beragama semakin solid dan terus semakin baik,” katanya.

Acara ini merupakan wujud kesamaan tekad untuk menjaga keragaman di Pematangsiantar dan Simalungun. Wahana ini sangat tepat untuk memperkokoh ikatan persatuan dan kesatuan di Bumi Pancasila.

■ R-09

Thursday, May 30, 2019

Sembilan Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menerima Laporan Korps Kenaikan Pangkat 9 (Sembilan) Perwira Tinggi  (Pati) TNI, di Ruang Hening Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (29/5/2019).

Kenaikan pangkat 9  Pati terdiri dari 1 (satu) Pati TNI AD dan 8 (delapan) Pati TNI AU berdasarkan Surat Perintah Panglima TNI Nomor Sprin/1238/V/2019 tanggal 28 Mei 2019.

1 Pati TNI AD yang naik pangkat, yaitu Brigjen TNI Dominggus Pakel, S.Sos., M.M.S.I. (Kapusdatin Kemhan).

8 Pati TNI AU yang naik, yaitu Marsdya TNI Trisno Hendradi (Dansesko TNI), Marsda TNI Toto Boedihardjo, S.H. (TA Pengkaji Bid. Diplomasi Lemhannas), Marsda TNI Abdul Wahab, S.Sos., M.M. (Aslog Kasau), Marsda TNI Ir. Novyan Samyoga (Wadanjen Akademi TNI), Marsma TNI Untung Basuki, S.E. (Pa Sahli Tk. II Bid. Jahpers Panglima TNI), Marsma TNI Maman Suherman, M.A.P. (Diropsdik Debid Dik. Pimp. Tk. Nasional Lemhannas), Marsma TNI Paminto Bambang Pamungkas, S.I.P. (Pati Sahli Kasau Bid. Strahan), Marsma TNI Daan Sulfi, S.Sos., M.Si. (Danlanud Mna).

Turut mendampingi Panglima TNI antara lain, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji S.E., M.M., Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E, M.M., Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Joni Supriyanto, Irjen TNI Letjen TNI Muhammad Herindra, M.A., M.Sc., Danjen Akademi TNI Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos.

■ Rasyid/Puspen TNI

Saturday, May 11, 2019

Peterjun Yonif Para Raider 432 Kostrad Hiasi Langit Simbang


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Dalam rangka meningkatkan kemampuan dan keterampilan sebagai prajurit Lintas Udara, prajurit Yonif Para Raider 432 Kostrad melaksanakan latihan terjun penyegaran statik di Desa Simbang, Kecamatan Simbang, Maros, Sulawesi Selatan.

Terjun penyegaran ini diikuti oleh  500 peterjun dari Yonif Para Raider 432 Kostrad dipimpin langsung oleh Komandan Yonif PR 432 Kostrad, Mayor Inf Gustiawan Ferdianto dengan mengambil titik muat dari Bandara Sultan Hasanuddin Maros dan diterjunkan di wilayah Desa Simbang.

Kegiatan terjun dilaksanakan selama 2 hari dari tanggal 7 s.d. 8 Mei 2019, setiap hari penerjunan terbagi menjadi 4 shorty terjun statik, setiap shorty terdiri dari 2 run setiap run terdiri dari 64 peterjun dengan 1 pesawat Hercules Short Body A-1316 dengan Pilot  Kapten  Pnb Endrik,  Kopilot  Lettu Pnb Sony dan  Letda Pnb Bima.

Latihan terjun penyegaran ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya dengan tujuan untuk senantiasa memelihara dan meningkatkan kemampuan terjun prajurit dalam rangka mendukung tugas-tugas kedepannya yang diberikan oleh komando atas, sehingga setiap prajurit diharapkan dapat melaksanakan tugas dengan baik mendapatkan keberhasilan dan kesuksesan.

Disela-sela meninjau latihan, Kepala Staf Divisi Infanteri 3 Kostrad, Brigjen TNI Dwi Darmadi didampingi oleh Danbrigif Para Raider 3 Kostrad Letnan Kolonel Inf Susilo, S.Sos memberikan penekanan tentang faktor keamanan dan keselamatan lebih diutamakan sehingga latihan ini bisa dilaksanakan dengan zero accident.

“Keberhasilan latihan ini akan berhasil kalau prajurit mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diberikan saat melaksanakan ground training,” ujar Kasdivif 3 Kostrad.

Kegiatan terjun ini disambut dengan aplaus dan antusias dari masyarakat setempat yang baru pertama kali melihat latihan terjun dari satuan Kostrad, karena selama ini masyarakat setempat hanya bisa menyaksikan kegiatan latihan terjun hanya melalui layar televisi. Tapi kali ini masyarakat dapat menyaksikan secara langsung. Terpantau masyarakat tumpah ruah menyaksikan latihan tersebut serta ucapan terimakasih dari masyarakat atas diselenggarakannya latihan terjun penyegaran semoga kedepannya Desa Simbang bisa dijadikan sebagai sarana latihan TNI khususnya Yonif Para Raider 432 Kostad.

■ Red/Penkostrad

Saturday, May 4, 2019

Panglima TNI : PPRC TNI Dituntut Tingkatkan Kemahiran dan Kemampuan Tempur Dalam Berbagai Misi

 Panglima TNI : PPRC TNI Dituntut Tingkatkan Kemahiran dan Kemampuan Tempur Dalam Berbagai Misi

SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI dituntut untuk senantiasa meningkatkan kemahiran dan kemampuan bertempur dalam menjalankan berbagai misi, baik dalam konteks operasi militer untuk perang,  maupun operasi militer selain perang.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat memimpin Apel Kesiapsiagaan PPRC TNI tahun 2019, bertempat di Taxi Way Skadron Udara 32 Lanud Abdul Rahman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jum'at (3/5/2019).

Dihadapan lebih 5.000 pasukan, Panglima TNI mengatakan bahwa sebagai satuan reaksi cepat, maka satuan PPRC TNI dituntut untuk mampu melakukan reaksi cepat terhadap berbagai ancaman nyata, dalam rangka menangkal, menindak awal dan menghancurkan kekuatan musuh yang mengancam NKRI. 

“Saya sampaikan penghargaan atas semangat, loyalitas, dedikasi dan pengabdian terbaik, yang telah kalian tunjukkan selama ini,  dalam setiap pelaksanaan tugas-tugas negara, yang selalu dilandasi nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI,” ujar Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Selanjutnya, Panglima TNI menjelaskan bahwa keberhasilan di dalam pelaksanaan berbagai tugas, hendaknya tidak membuat lupa akan jati diri TNI,   sebagai tentara rakyat,  tentara pejuang,  sekaligus tentara profesional.  “Sistem pertahanan semesta memiliki kekuatan berupa kemanunggalan TNI dan rakyat. Oleh karena itu selalu rendah hati dan dekat dengan rakyat, seraya tetap berserah diri kepada Sang Pencipta,” katanya.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa setiap prajurit PPRC harus selalu memegang prinsip-prinsip kecepatan dalam manuver, ketepatan dalam menghitung kemampuan dan batas kemampuan,  serta singkat dan cepat dalam melakukan eksploitasi kekuatan. “Pemahaman ini saya nilai sangat penting dalam pembinaan satuan PPRC, karena wilayah operasionalnya meliputi darat, laut dan udara di seluruh wilayah Nusantara,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI kembali mengingatkan,  tentang pentingnya untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa yang merupakan tugas, tanggung jawab,  sekaligus kewajiban kita semua sebagai bangsa Indonesia.

“Peran TNI di dalam pelaksanaan pesta demokrasi adalah  memberikan perbantuan kepada KPU dan Polri guna menjamin agar rangkaian tahapan Pemilu tahun 2019 ini berjalan aman, lancar dan damai,” tutur Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.   

Panglima TNI menegaskan  bahwa TNI tetap menjaga komitmen bahwa TNI tetap netral.  Namun demikian dalam setiap pelaksanaan tugas pengamanan Pemilu tersebut, hendaknya selalu meningkatkan kesiapsiagaan, melakukan deteksi dan cegah dini terhadap setiap tindakan inkonstitusional yang berpotensi menjadi ancaman terhadap persatuan dan kesatuan bangsa.

“Bersama seluruh masyarakat dan komponen bangsa,  mari kita menjaga jalannya pesta demokrasi ini agar berjalan damai, aman dan lancar, sehingga terwujud stabilitas keamanan nasional dan  ketertiban serta ketentraman di dalam masyarakat,” pungkas Panglima TNI.

Thursday, May 2, 2019

Informasi Bagian Kebutuhan Dasar Untuk Ketahanan Nasional


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Informasi merupakan kebutuhan mendasar setiap orang sebagai pengembangan pribadi dan lingkungan sosialnya serta bagian penting bagi ketahanan nasional. Hak memperoleh informasi adalah Hak Asasi Manusia (HAM) dan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) merupakan salah satu ciri penting negara demokratis yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat untuk mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik sesuai UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang KIP.

Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang Umum (Kabidum) Puspen TNI, Kolonel Inf Drs I Ketut Murda mewakili Kapuspen TNI, Mayjen TNI Sisriadi, saat membuka Rapat Kerja Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) tahun 2019, di Balai wartawan Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (2/5/2019).

Rapat Kerja (Raker) PPID yang diikuti sekitar 75 personel dari 37 Satuan Kerja (Satker) yang berada dibawah Mabes TNI diselenggarakan oleh Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia (Puspen TNI) sebagai Pelaksana Utama PPID di lingkungan Mabes TNI,

Selanjutnya Kabidum Puspen TNI mengatakan bahwa tugas Pejabat PID adalah menyediakan informasi publik bagi pemohon informasi, yang diharapkan implementasi Undang-Undang Keterbukann Informasi Publik dapat berjalan efektif dan hak-hak publik terhadap informasi yang berkualitas secara nyata dapat terpenuhi.

“Pejabat PID diwajibkan untuk mengklasifikasi dan mengelompokan informasi untuk menyimpan, mengelola dan menyajikan informasi, baik itu informasi yang bersifat wajib disediakan dan diumumkan secara terbuka, informasi yang diumumkan secara serta merta maupun informasi yang wajib tersedia setiap saat. Namun demikian informasi juga dapat dikecualikan dengan memperhatikan prinsip ketat, terbatas dan tidak sesuai UU No. 14 Tahun 2008 tentang KIP”, tuturnya.

Menurut Kolonel Inf I Ketut Murda, dalam pelayanan informasi ada lima azas yang harus dipedomani yaitu, Pertama, azas tranparansi yang bersifat terbuka, mudah dan dapat diakses. Kedua, akuntabilitas yang dapat dipertanggungjawabkan sesuai Undang-Undang.

Ketiga, kondisional yang berpegang pada prinsip efesiansi dan efektivitas. Keempat, partisipatif dengan mendorong peran serta masyarakat dengan memperhatikan aspirasi, kebutuhan dan harapannya. Kelima, kesamaan hak dengan tidak diskriminatif.

Kabidum Puspen TNI berharap setelah mengikuti rapat ini untuk langsung merealisasikan dan melaporkan hasil-hasil yang telah diperoleh selama mengikuti Raker PPID.

“Saudara adalah pemimpin dalam membantu institusi TNI yang kita cintai ini dalam menyebarkan informasi kinerja TNI dan program-programnya secara massif serta memberantas berita hoax”, katanya.

Wednesday, May 1, 2019

Prajurit Marinir Miliki Jiwa Ksatria, Militan, Loyal dan Profesional



SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. memberikan pengarahan di hadapan ribuan Prajurit Korps Marinir wilayah Barat pada acara Apel Gelar Pengecekan Personel dan Materiil di Lapangan Kesatrian Hartono, Brigif 1 Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (30/4/2019).

Mengawali pengarahannya, Panglima TNI menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh Prajurit Korps Marinir yang telah melaksanakan tugas Pengamanan Pemilu, mulai dari masa kampanye selama kurang lebih 7 bulan dilanjutkan dengan hari pencoblosan pada tanggal 17 April 2019.  “Semuanya bisa dilaksanakan dengan aman, sukses dan demokratis. Ini adalah berkat kerja sama kita sebagai anggota TNI dengan komponen bangsa lainnya”, ucapnya.

Panglima TNI mengatakan bahwa sorot mata yang tajam dan sikap yang hebat dari Prajurit Marinir menunjukkan kalian (prajurit) benar-benar berlatih untuk menjadi prajurit petarung yang memiliki jiwa ksatria, militan, loyal dan profesional.   “Sebagai prajurit petarung yang memiliki jiwa ksatria, kalian dididik untuk dijadikan ksatria bukan Pecundang. Itu adalah tujuan menjadikan kalian seorang prajurit yang disegani oleh bangsa dan seluruh rakyat Indonesia”, ujarnya.

“Sebagai prajurit petarung, kalian juga dibentuk memiliki jiwa militansi yang hebat, karena kalian selama melaksanakan tugas pengabdian sebagai pasukan Korps Marinir dapat melaksanakan tugas dengan baik, berhasil, tuntas dan sukses dalam melaksanakan tugas”, ungkapnya.

Disamping itu, Prajurit Marinir juga dibentuk untuk memiliki jiwa loyal.  Loyalitas hanya satu garis yaitu mulai dari Pimpinan Tertinggi TNI, Panglima TNI, Kepala Staf Angkatan, Dankormar, Komandan Batalyon, Komandan Kompi, Komandan Peleton.   “Perintah hanya satu garis tegak lurus. Tidak ada loyalitas yang mendua, semuanya prajurit loyalitas tegak lurus”, tegasnya.

Selanjutnya dikatakan bahwa Prajurit Korps Marinir juga dididik menjadi prajurit yang profesional. Profesional terlatih mampu menguasai Alutsista yang diberikan dan menjadi tanggung jawabnya.  “Profesional ada di dalamnya yaitu hebat dan mampu untuk melaksanakan tugas dalam kegiatan-kegiatan operasi yang diberikan oleh negara”, tuturnya.

“Itulah satu keinginan yang sudah terealisasi dari negara, menjadika kalian seorang yang memiliki jiwa ksatria, militan, loyal dan profesional”, kata Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI mengingatkan kepada seluruh prajurit TNI bahwa hidup di tengah-tengah masyarakat harus dekat dengan masyarakat dan harus bisa mencuri hati rakyat untuk saling berinteraksi. “Kuasai hati rakyat dengan cara kita menunjukkan perilaku yang terbaik di depan rakyat. Kalian harus memberikan contoh kepada seluruh masyarakat dan harus menjadi pelopor dalam mengatasi kesulitan rakyat sekelilingnya. Untuk itulah, kalian harus berbaur dengan masyarakat”, terangnya.

Di sisi lain, Panglima TNI mengatakan bahwa saat ini adalah saat pentahapan penghitungan suara dan TNI tetap melaksanakan tugasnya.  “Melaksanakan pengamanan di luar tidak di dalam, tidak ikut masuk ke gudang penyimpanan lembar C1 hanya di luar dan melaksanakan pengamanan sampai dengan penetapan secara Konstitusi tanggal 22 Mei 2019.

“Untuk itu, tunjukkan profesionalisme prajurit bahwa kalian adalah kebanggaan rakyat Indonesia dan saya yakin kalian mampu melaksanakan itu”, tegasnya.

Thursday, April 25, 2019

Yonarmed 12 Kostrad Terima Kunjungan Dirbinlitbang Pussenarmed Kodiklatad


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Seiring perkembangan lingkungan strategis, serta perubahan spektrum pertempuran yang sangat dinamis, pembangunan kekuatan, kemampuan hingga pengembangan gelar TNI-AD, menjadi hal yang wajib untuk dilaksanakan.

Demikian dikatakan Dirbinlitbang Pussenarmed Kodiklatad, Kolonel Arm Arif di sela-sela kunjungannya ke Mako Yonarmed 12 Kostrad. Ngawi.

Menurutnya, kehebatan TNI-AD tidak hanya ditentukan oleh alat utama sistem senjata (Alutsista) yang modern saja. Namun pembangunan kualitas SDM, postur prajurit yang baik dan kemampuan teknis yang profesional, merupakan tolak ukur utama guna mewujudkan satuan Artileri Medan yang handal.

“Disamping profesional, keberadaan Alutsista terbaru ini juga memerlukan dukungan postur prajurit Armed yang ideal,” katanya.

Guna mendukung terwujudnya hal tersebut, pihak Litbang Pussenarmed Kodiklatad melakukan penelitian hingga pengumpulan data-data terkait postur prajurit Armed yang ideal dalam mengawaki setiap alutsista yang canggih tersebut.

“Data ini akan kita jadikan sebagai bahan kajian dalam penentuan program Armed ke depan,” tegasnya.

Danyonarmed 12 Kostrad, Mayor Arm Ronald, F. Siwabessy menambahkan, Artileri Medan sebagai salah satu kekuatan TNI-AD, saat ini berupaya mensinergikan tujuan peningkatan postur dan SDM prajurit dengan modernisasi Alutsista yang sudah berjalan di beberapa satuan Armed, termasuk diantaranya ialah Yonarmed 12 Kostrad yang dilengkapi dengan meriam 155 mm Caesar.

“Di samping profesionalisme prajurit menjadi hal yang mutlak, postur prajurit juga memegang peranan penting,” tegasnya.

Dengan amunisi meriam 155 mm Caesar yang saat ini digunakan, kata almamater Akmil tahun 2002 ini, tentunya prajurit harus memiliki tinggi dan berat badan yang ideal serta tidak memiliki kelainan anatomi.

“Agar saat melaksanakan proses penembakan, kecepatan serta ketepatan prosedur teknisnya tidak terganggu oleh postur prajurit yang tidak sesuai, sehingga penembakan dapat dilaksanakan secara optimal,” ungkapnya.

■ Red/Penkostrad
© Copyright 2018 SUARA MERDEKA | All Right Reserved