MENUJU ISTANA

Wednesday, March 13, 2019

Peduli Ekonomi Kerakyatan, Rumah Aspirasi Prabowo Sandi Solo Raya Bagikan Sembako Murah


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Rumah Aspirasi Prabowo Sandi Soloraya menyelenggarakan pasar murah di kantor mereka yang beralamat di Jl. Parangkesit No.35 Laweyan, Solo. Total ada 400 paket sembako yang disiapkan untuk masyarakat dalam bazar tersebut.

Ketua Rumah Aspirasi Prabowo Sandi Soloraya, Cheche Qohar, mengatakan pasar murah tersebut merupakan hasil urunan sukarelawan Prabowo Sandi di Solo dan sekitarnya. Paket sembako tersebut berisi 3 kg beras, 1 kg gula, 1 liter minyak goreng, dan mentega 250 gram.

Paket sembako tersebut tidak dibagi secara cuma-cuma, namun masyarakat menebus dengan harga yang lebih terjangkau.

“Ada sekitar 400 paket sembako yang dijual dalam pasar murah ini. Satu paket sembako harganya Rp50.000,” jelas dia di sela-sela kegiatan, Sabtu siang.

Calon anggota legislatif (caleg) DPR dari Partai Gerindra Daerah Pemilihan (Dapil) Jateng V, Eko Sriyanto Galgendu, mengatakan pasar murah digelar sebagai bentuk kepedulian sukarelawan kepada masyarakat sekitar. Partisipasi sukarelawan ini merupakan wujud gotong royong untuk membantu masyarakat sekitar.

“Pasar murah ini adalah wujud perhatian sukarelawan kepada masyarakat. Rumah Aspirasi Prabowo Sandi ini juga berfungsi menampung aspirasi masyarakat. Semua ide, gagasan, dan kritik semuanya bisa ditampung di rumah aspirasi ini,” jelas dia.

Pria yang akrab disapa Eko Galgendu ini menuturkan Rumah Aspirasi Prabowo Sandi yang berbentuk bangunan joglo memiliki filosofi keterbukaan dan mengedepankan rasa kepedulian sosial.

Dia mengungkapkan salah satu permasalahan yang dihadapi masyarakat adalah kesejahteraan. Hal itu menjadi tanggung jawab bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Sumber: espos)



Monday, February 25, 2019

Rocky Gerung: Akal Sehat Bukan Hanya Sampai 17 April 2019, Tetapi Setelah Itu


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Dosen Filsafat Universitas Indonesia Prof Rocky Gerung Minggu (24/2/2019) malam, hadir memenuhi undangan diskusi Relawan Prabowo-Sandiaga Pas Di Hati (Prasasti) di Hotel Tamu, Kampung Baru, Kuala Lumpur.

Penggagas slogan #AkalSehat ini tampil dengan membawakan tema "Kriteria Pemimpin Yang Mempererat Persatuan Bangsa" dengan moderator Ketua Sinergi Padi Indonesia, Ryan Friedman SIP MA Tesol Cert yang juga datang dari Jakarta.

Diskusi yang diselenggarakan oleh relawan dan emak-emak ini berlokasi di Ballroom 1 dan 2, Tamu Hotel & Suites, Kuala Lumpur.

Seluruh kursi yang berada di dua buah ballroom tersebut terisi dengan penuh dan padat dengan lebih dari 600 peserta, bahkan banyak peserta yang harus duduk secara lesehan karena tidak mendapat jatah kursi.

Hadir seluruh ketua partai koalisi perwakilan luar negeri pendukung pasangan calon 02, pelajar dari berbagai universitas, seluruh komunitas relawan 02, baik dari Kuala Lumpur maupun yang datang jauh dari Pulau Pinang, ekspatriat, paguyuban kedaerahan.

Selain itu hadir Koordinator Fungsi Politik KBRI Kuala Lumpur, Agus Badrul Jamal selaku undangan.

Rocky dalam ceramahnya mengatakan dari Kuala Lumpur dirinya ingin melakukan perubahan, dan perubahan menjadi komitmennya sehingga bisa hadir di tengah-tengah warga Indonesia di Kuala Lumpur.

"Akal sehat bukan hanya sampai 17 April 2019, tetapi setelah itu. Jadi akal sehat adalah sebuah peradaban. Kalau Kuala boleh berlumpur, tapi akal itu tidak boleh berlumpur," ujar Rocky Gerung seperti dilansirkan Antara, Senin (24/2/2019).

Ketua Umum Prasasti Malaysia, Hj. Merry Andani mengatakan melalui diskusi ini diharapkan dapat memberikan sebuah perspektif baru tentang bagaimana memilih pemimpin yang dapat menyatukan bangsa sehingga konflik di "grass root" antarpendukung kedua capres bisa diakhiri.

Tampak hadir Ketua Prasasti Hj. Merry Andani yang juga mantan penyanyi dari Indonesia dan Presiden Aceh Community Datuk Mansyur Usman yang juga Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Hatta Rajasa pada Pemilu 2014.

Sunday, February 24, 2019

Pemuda Muhammadiyah Terus Keliling ke Berbagai Daerah Memberikan Pendidikan Politik Soal Pemilu


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Hari ini, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Sunanto atau akrab disapa Cak Nanto menjadi pembicara dalam Halaqah Kebangsaan yang digelar DPD IMM Sumatera Barat, 24 Februari 2019.

Ketua DPP IMM Riyan Netra Delza dalam pengantarnya mengapresiasi kiprah Cak Nanto dalam memberikan pendidikan bagi masyarakat mengenai Pemilu.

Cak Nanto, kata dia, selama ini terus berkeliling ke berbagai daerah memberikan pendidikan politik pada pemilih soal Pemilu.


Saturday, February 16, 2019

BPN: Masyarakat Sudah Punya Tolak Ukur Memilih Presiden 2019


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Masyarakat saat ini sudah memiliki tolak ukur. Berbeda dengan tahun 2014, dimana Capres ketika itu sama-sama baru, sehingga belum diketahui satu sama lain.

Tetapi pada Pilpres 2019 kali ini, masyarakat sudah mengetahui kinerja Joko Widodo selama 4 tahun terakhir yang amatiran. Sehingga kesempatan berikutnya harus diberikan kepada Prabowo Subianto.

"Dulu di 2014 kita tidak punya tolak ukur. Sekarang kita sudah melihat kinerja Presiden sekarang," kata Anggota BPN Prabowo-Sandi, Harryadin Mahardika dalam diskusi "Debat Kedua Pembuktian Kualitas Capres" di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (16/2).

Terkai apa saja yang sudah dipersiapkan Prabowo dalam debat kedua Pilpres pada Minggu besok, Harryadin menegaskan bahwa capres 02 sebenarnya sudah membocorkan salah satu staretegi ketika memberikan pidato di Semarang kemarin.

"Sebetulnya pak Prabowo sudah membocorkan strategi masing-masing tema itu ketika memberikan kuliah umum pada Jumat kemarin," kata dia.

Yang menjadi perhatian pihak BPN, yakni Prabowo tidak menguasai singkatan-singkatan yang disampaikan Jokowi. Itu, kata dia, sudah disampaikan ke Prabowo.

"Meski begitu, kami memaksa pak Prabowo untuk menghapal itu," ujar Harryadin.

Persiapan debat kedua Pilpres sudah mencapai 95 persen. Adapun tema yang diangkat adalah soal energi, pangan, sumber daya alam, lingkungan hidup dan infrastruktur. [sumber: rmol)



Friday, February 15, 2019

Prabowo Ditolak Shalat Jum’at di Masjid Agung Semarang, KH Irfan Yusuf Angkat Bicara


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Juru Bicara Badan Pemenangan Nasioan (BPN) Prabowo-Sandi, KH Irfan Yusuf atau yang karib disapa Gus Irfan menilai sangat berlebihan apabila Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto ditolak atau dilarang menunaikan ibadah Sholat Jumat di Masjid Agung Semarang. Ia sangat prihatin adanya penolakan kepada orang yang mau beribadah.

“Ya kalau orang mau sholat kok engga boleh? Sampean kalau mau sholat di masjid Tebuireng itu bagaimana,” katanya saat dihubungi Tribunnews.com, Kamis, (14/2).

Menurut cucu dari pendiri Nahdatlul Ulama, KH Hakim Asyari itu, dukungan politik boleh-boleh saja diberikan kepada siapapun. Asalkan jangan dilakukan secara berlebihan termasuk melarang atau menolak orang mau beribadah.

“Berlebihan apabila Prabowo ditolak sholat Jumat. Dukung ya dukung, tapi ya jangan berlebihan,” katanya.

Pengasuh Pondok pesantren Al Faroos Tebuireng, Jombang, Jawa Timur tersebut mengatakan, selama ini ada pertanyaan apakah Prabowo ibadah sholat Jumat atau tidak. Namun anehnya ketika hendak Sholat Jumat, Prabowo justru ditolak.

BACA JUGA: Fahira Dukung Pulau Reklamasi Teluk Jakarta Jadi Ruang Publik

“Katanya banyak yang tanya Prabowo sholat Jumat di mana? Nah ini mau Sholat Jumat kok engga boleh,” katanya.

Prabowo menurutnya, ibadah sholat jumat bukan untuk kampanye ataupun pencitraan. Selama ini Prabowo paling tidak suka apabila sedang beribadah ada foto atau kamera yang mengabadikannya.

“Yakinlah nanti sholat jumat engga pakai kamera kok. Karena pak Prabowo tidak pernah kalau sholat difoto atau disyuting. Jadi saya sangat prihatin sampai takmir masjid melarang orang Jumatan. Ini hal yang luar biasa buat kita,” katanya.

Sumber : Eramuslim


Wednesday, February 13, 2019

© Copyright 2018 SUARA MERDEKA HARI INI | All Right Reserved