MASJID

Thursday, March 14, 2019

Jelang Pilpres Banyak Berita Hoaks, Ini Kata Panglima TNI


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Negara Indonesia adalah negara besar. Oleh karena itu, kebersamaan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa adalah kunci untuk menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. di hadapan sekitar 1.850 jamaah terdiri dari para Alim Ulama, Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren serta Santri dan Santriawati, di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Kautsar Al Akbar, Jl. Pelajar No. 264, Medan Area, Sumatera Utara, Selasa malam (12/3/2019).

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa Negara Indonesia wilayahnya sangat luas, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, dan penuh dengan sumber daya alam yang melimpah. “Didalamnya bermacam-macam suku dan agama serta kaya dengan berbagai budaya yang indah”, ungkapnya.

“Hanya dengan pendidikan yang maju pula, kita dapat menjadi bangsa terkemuka dan maju. Oleh karena itu, kita harus mengisi ilmu dengan cara belajar untuk mengelola wilayah negara Indonesia yang luas ini”, ujarnya.

Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menuturkan bahwa Pondok Pesantren adalah tempat samuderanya ilmu dan bukan hanya mengajarkan pengetahuan agama. “Ilmu-ilmu pengetahuan lain juga sangat penting dan berguna untuk membangun negeri ini”, ucapnya.

Di sisi lain Panglima TNI mengatakan bahwa saat ini berita maupun informasi yang tidak bertanggung jawab (hoax) hampir setiap hari diterima.  Kadang-kadang kita sendiri juga menjadi orang yang berkontribusi untuk menyampaikan berita tersebut, karena ingin menjadi citizen journalist atau pewarta warga. 

“Untuk itu, kita tidak boleh menerima berita-berita dengan mudah tanpa didukung fakta dan data yang akurat”, ujarnya.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, pada zaman dulu perang antar Negara menggunakan kekuatan bersenjata, masuk generasi kedua juga menggunakan kekuatan bersenjata, dan saat ini perang diserang dengan informasi. 

“Mari kita sama-sama menjaga keutuhan NKRI dengan tidak mudah terprovokasi dengan berita-berita hoax. Cerdas untuk dalam menyikapi berita tersebut”, tegasnya.

Tampak hadir pada acara tersebut, diantaranya Ketua Umum Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon, KH Mustofa Aqil Siradj, Pengasuh Pondok Pesantren Al Kautsar Al Akbar, KH. Buya Ali Akbar Marbun, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H., Walikota Medan HT Dzulmi Eldin, para Tokoh Lintas Agama wilayah Sumatera Utara, Uskup Agung Medan, Ketua Walubi Medan dan Jamaah Batak Muslim Indonesia.

Ikut serta mendampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, diantaranya Kapolri, Jenderal Pol. Prof. H. Tito Karnavian, Ph.D., Kepala Pusat Pembinaan Mental (Kapusbintal) TNI, Laksma TNI Budi Siswanto, S.T., M.A.P., Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI, Marsma TNI M. Khairil Lubis, Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Panglima TNI, Brigjen TNI (Mar) Purnomo dan Wakil Asisten Perencana (Waasrena) Kasau, Marsma TNI Purwoko Aji Prabowo.

 ■ Rasyid/Puspen TNI

Wednesday, March 6, 2019

Makmurkan Masjid, Kapolrestabes Medan Gelar Safari Sholat Subuh Berjamaah


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Kapolrestabes Medan Kombes Pol.DR.Dadang Hartanto bersama Team 23 melakukian giat Sholat Subuh berjamaah dan menyapa subuh bersama warga Komplek Pondok Surya di Mesjid Al Ikhlas, kelurahan Helvetia Timur, kecamatan Medan Helvetia pada Rabu (06/03/2019).

Kehadiran Kapolrestabes Medan bersama Team 23 Sholat Subuh di Mesjid Al Ikhlas di sambut Ketua Yayasan Al Ikhlas Komplek Pondok Surya dan Bapak H.Amri Nasution Kepala Bidang Peribadatan dan Dakwah Yayasan Al Ikhlas serta Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat yang turut hadir dalam Sholat Subuh berjamaah.

Usai kegiatan Sholat Subuh, Kapolrestabes Medan sempat berkomunikasi dengan beberapa Jamaah Masjid Al Ikhlas Komplek Pondok Surya, kelurahan Helvetia Timur, kecamatan Medan Helvetia.

Kapolrestabes Medan menerangkan maksud dari kegiatan sholat subuh ini, hanya semata-mata untuk beribadah yaitu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu tentunya bisa bersilahturahmi langsung dengan warga mashyarakat.

"Program kami memakmurkan Masjid yaitu dengan cara Sholat Subuh Berjamaah, Maghrib Mengaji dan Jum'at Barokah yang mana, kami laksanakan serentak di setiap hari Jum'at di jajaran Polrestabes Medan dan untuk mendapatkan Ridho Allah SWT dan bersilaturahmi kepada warga, sekaligus menyampaikan informasi yang berkembang saat ini," kata Dadang.

Sholat Subuh Berjamaah, imbuh Kapolrestabes, bagi Personil Kepolisian bertujuan untuk membangun personil yang memiliki keimanan dan ketaqwaan yang kuat, sehingga dalam pelaksanaan tugas dapat terkontrol dengan baik serta dapat melayani masyarakat dan menjadi contoh suri tauladan di mata masyarakat.

"Inilah cara kami memakmurkan Masjid, agar semakin banyak yang datang, dengan harapan berjuang menebar kebaikan dan bersilaturahmi dengan masyarakat," pungkasnya.

■ Aini Halim

Sunday, March 3, 2019

Dihadapan 70.000 Santri Jatim, Panglima TNI Ajak Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Persatuan dan kesatuan seluruh komponen bangsa sangat penting, karena hanya dengan persatuan dan kesatuan yang kokoh, Indonesia sebagai bangsa yang besar akan dapat memaksimalkan upayanya menjadi negara yang terkemuka dan maju. Oleh karena itu, untuk menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju maka hendaknya diawali dengan memberikan pendidikan yang baik.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dihadapan 70.000 santri/santriwati, para Alim Ulama, Pengasuh Pondok Pesantren dan masyarakat Malang pada acara Haul Maha Guru Al-Ustadzul Imam Al-Habr Al-Quthub Al-Habib Abdul Qodir bin Ahmad Bilfaqih Al Alawy ke-58 di Pondok Pesantren Darul Hadits Al-Faqhiyyah, Jl. Aries Munandar No. 8A-10, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (3/3/2019).

Panglima TNI mengatakan bahwa sebagai bangsa Indonesia yang ber-Bhinneka Tunggal Ika, tugas kita semua (Warga Negara Indonesia) untuk membina diri agar dapat mengolah berbagai potensi alam dan potensi bangsa ini menjadi negara yang maju dan sejahtera.

“Hanya melalui pendidikan yang majulah, maka bangsa ini akan dapat menjadi bangsa yang besar, bangsa yang bersatu, bangsa yang dapat mengolah potensi alamnya yang sangat kaya”, katanya.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, tantangan di masa mendatang akan semakin kompleks. Indonesia bersaing dengan berbagai negara yang juga pasti tidak mau tertinggal. Untuk itu, kemajuan yang ada harus disikapi dengan baik, dengan membangun umat yang berkualitas. “Umat yang berkualitas adalah umat yang mengamalkan ajaran agamanya dengan baik, sekaligus membina diri dengan berbagai ilmu pengetahuan dan wawasan”, ujarnya.

“Pondok pesantren adalah samuderanya ilmu pengetahuan karena pondok pesantren tempatnya mencetak dan melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan hebat.  Pondok pesantren adalah Center Of Excelen dan tempat samuderanya ilmu pengetahuan,” ungkapnya.

Panglima TNI menegaskan bahwa perbedaan jangan menjadi kelemahan, keanekaragaman haruslah menjadi kekuatan yang saling mengisi dan melengkapi. “Mari kita songsong masa depan yang lebih cerah dengan menyiapkan diri sejak sekarang serta menjaga ke-Bhinneka Tunggal Ika-an bangsa,” ajaknya.

Turut hadir pada acara tersebut diantaranya, Wakasau Marsdya TNI Fahru Zaini Isnanto, S.H., M.D.S., Asops Panglima TNI Mayjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M., Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Wisnoe Prasetja Boedi, Pangdiv 2 Kostrad Mayjen TNI Tri Yuniarto, S.A.P., M.Si., M.Tr.(Han), Pa Sahli Tk. III Bid. Hubint Panglima TNI Marsda TNI Kukuh Sudibyanto, Waaster Panglima TNI Brigjen TNI (Mar) Purnomo, Kapusbintal TNI Laksma TNI Budi Siswanto, Wakapolda Jatim Brigjen Pol Drs. Toni Harmanto, M.H., Kadisadaau Marsma TNI Abdul Wahab, S.Sos., M.M., Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak dan Walikota Malang H. Sutiaji.

 ■ Rasyid/Puspen TNI

Friday, March 1, 2019

Jumat Berkah, Sandiaga Kunjungi Ulama Tegal dan Ponpes At-Tauhidiyyah Giren Talang


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno, selama berada di Tegal tidak hanya mengunjungi destinasi Wisata Pasar Slumpring, Desa Cempaka, Kecamatan Bumijawa, dan obyek wisata pemandian air panas Guci, tetapi bersilahturahmi juga dengan sejumlah ulama Tegal dan Ponpes At-Tauhidiyyah Giren Talang Tegal, Jawa Tengah pada Kamis (28/2/2019) malam.

Kunjungan penuh berkah ini pun diciutkan Sandiaga melalui akun resminya @sandiuno, beberapa saat yang lalu.

"Pengajian yang rutin dilakukan setiap malam Jum’at di Ponpes At-Tauhidiyyah Giren Talang Tegal ini bisa sampai diikuti puluhan ribu warga sekitar. Masya Allah. Yang membuat saya senang lagi, ratusan jajanan di sekitar ponpes ini laku dibeli oleh warga yang hadir ke pengajian ini," kicaunya.

Tak hanya itu, dalam kesempatan ini, Sandiaga juga bersilaturahim ke Kyai Ahmad Said bin Said At-Tauhidiyyah Giren Talang Tegal. "Saya percaya bahwa setiap silaturahim itu membawa banyak berkah dan juga membuka pintu rejeki," imbuhnya.

Sebelumnya Sandi mengunjungi destinasi Wisata Pasar Slumpring, Desa Cempaka, Tegal. Dirinya dibuat kaget dengan kondisi lokasi yang padat akan warga. Kepadatan itu bahkan dimulai dari jalanan di sepanjang lokasi wisata.

Suasana pedesaan yang begitu indah menjadikan Pasar Slumpring di Desa Cempaka, Bumijawa, Kabupaten Tegal sebagai salah satu destinasi wisata yang dikunjungi banyak wisatawan, bukan hanya lokal tapi juga mancanegara.

Dari atas mobilnya, Sandi kerap melayani warga yang ingin berjabat tangan hingga berfoto demi mengabadikan momen tersebut.

Sandi pun tak lupa mengucapkan rasa terimakasihnya karena telah disambut dan diterima dengan baik. Sesampainya di lokasi, dirinya diarak menuju saung dengan latar belakang gunung dan air jernih kolam ikan, serta kabut tipis yang mulai perlahan turun.

“Terimakasih atas sambutan yang luar biasa ini. Antusias dengan semangat perubahan. Saya berterimakasih diterima dengan baik," ujar Sandi dihadapan warga Tegal itu.

Melihat langsung lokasi wisata Desa Cempaka itu, Sandi menyebut jika tempat seperti itulah yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dan UMKM yang ada di sana.

Dalam kesempatan itu juga salah seorang warga yakni, Ketua Kelompok Sadar Wisata Desa Cempaka, Ikhsanudin menyampaikan harapan-harapannya kepada Sandi. Dirinya meminta ada perbaikan infrastruktur sehingga jumlah wisatawan bisa meningkat.

"Seperti lahan parkir yang becek dan lingkungan wisata gelap, butuh penerangan," ungkap Ikhsanudin.

Sementara itu, para penjual makanan di daerah wisata Desa Cempaka yang diwakili Ibu Umi, berharap agar bahan-bahan untuk makanan tradisional bisa lebih murah.

“Sekarang semuanya serba mahal pak, seperti gula, tepung dan bahan-bahan membuat kue. Satu lagi, pengajuan modal dimudahkan,” keluh Umi kepada Sandi.

Mendengar itu, Sandi menegaskan akan menampung aspirasi dari Ikhsanudin dan Umi. Dirinya mengatakan akan membuat harga-harga bisa lebih stabil dan memperbaiki infrastruktur.

"Fokus Prabowo-Sandi adalah ekonomi. Harga-harga kebutuhan pokok yang stabil terjangkau serta penciptaan dan penyediaan lapangan kerja,” ucap Sandiaga Uno yang disambut gemuruh tepuk tangan dari warga yang hadir di Wisata Pasar Slumpring Desa Cempaka itu.

■ Sri Suciani / PAS 

Tuesday, February 19, 2019

Warga Asal Tegal Tewas di Teras Mushala Al Ishlah Indramayu


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Warga RT 01/02 Blok Siwalan Desa Tanjungpura, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu dibuat geger. Pasalnya, warga setempat menemukan pria tidak dikenal sudah tidak bernyawa di teras Mushala Al Ishlah, pada Senin (18/2) sore.

Radar Indramayu merilis bahwa Mr X yang diperkirakan berusia 40 tahun, tinggi badan 160 cm, berkulit hitam dan mengenakan kaos kuning polos itu diduga sudah berada di teras mushala sejak Minggu (18/1).

Kuwu desa setempat, Edi mengatakan, berdasarkan keterangan beberapa warganya, korban terlihat berada di area mushala pada hari Minggu sekitar pukul 20.00 WIB.

“Katanya sempat meminta rokok kepada salah satu warga, namun tidak dikasih karena warganya tersebut tidak merokok,” katanya.

Pada hari Senin sekitar pukul 11.00, lanjut Edi, Mr X ini meminta air minum kepada salah satu warga, dan warga tersebut memberikan sebotol air mineral dan segelas teh manis hangat.

Saat ditanya warga, kata Edi, mengaku dari Kabupaten Tegal.

“Ketika diberikan air mineral dan teh hangat, orang itu sempat mengatakan dari Kabupaten Tegal. Korban kondisi sekujur tubuhnya terasa panas, selang berapa jam ketika ditinggalkan dan balik lagi, korban sudah dalam kondisi sudah tak bernyawa, sekitar pukul satu siang,” ungkap Edi.

Pihaknya, kemudian langsung menghubungi aparat Kepolisian Polsek Karangampel.

Kapolres Indramayu, AKBP M Yoris melalui Kapolsek Karangampel Kompol Suprawadi membenarkan kejadian penemuan mayat tanpa identitas di teras mushala Blok Silawan, Desa Tanjungpura Kecamatan Karangampel.

Saat ditemukan, katanya, jasad korban terdapat bercak darah di seputaran mulut, kedua lubang hidung tertutup ingus, menggunakan baju kaos kuning polos, tidak mengenakan celana, dan mengenakan handuk hijau mengambil inventaris dari musala.

“Diduga karena sakit, dan diduga korban merupakan ODGJ, kita langsung berkoordinasi dengan tim Inafis untuk mengevakuasi jasad korban,” tandasnya.

Sunday, February 17, 2019

Fadli Zon dan Para Habaib Hadiri Milad Majelis Nurul Musthofa ke-23 di Monas


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Petinggi Partai Gerindra Fadli Zon, tadi malam menghadiri acara Milad Majelis Nurul Musthofa ke-23 tahun di Monas.

Acara Tabligh Akbar Gema Sholawat di majlis nurul musthofa di pimpin oleh Al Habib Hasan Bin Ja'far Assegaf beserta saudara-saudara beliau Al habib Abdullah Bin Ja'far Assegaf, Al Habib Musthofa Bin Ja'far assegaf dan Al Habib Ghasim Bin ja'far Assegaf mengajarkan untuk mengenal kepada kecintaan Kepada Nabi Muhammad SAW, kepada keluarga serta para sahabat-sahabatnya.

Dakwah beliau mengikuti ajaran para habaib dan orang-orang sholeh terdahulu yaitu dengan pembacaan Ratib Al Athos dan Al Haddad, Surah Yasin, Tahlil, sholawat dan dzikir untuk menambah kedekatan kepada allah swt dan kecintaan kepada Rasulullah saw.

Berikut tayangan vidio dan tausiah lengkap dari acara Milad Majlis Nurul Musthofa Ke 23 Lap. Silang Monas Jakarta Pusat 16.02.19


Wednesday, February 13, 2019

Dihadapan 1.000 Santri Makassar, Panglima TNI Ajak Santriawan Amalkan Islam Secara Kaffah


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Pesantren juga berperan dalam menyiapkan umat yang bersatu membangun bangsa, memperkuat persatuan dan kesatuan, memerangi kemiskinan dan kebodohan serta menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman untuk hidup berdampingan dengan seluruh komponen bangsa lainnya.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. di hadapan sekitar 1.000 santri dan santriawan saat melaksanakan silaturahmi dengan keluarga besar Pondok Pesantren (Ponpes) Nahdlatul Ulum, Soreang, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa malam (12/2/2019).

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, ulama, santri dan pondok pesantren dewasa ini memiliki peran yang sangat penting karena umat menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks.   “Tanpa bimbingan yang baik dari para ulama, tanpa adanya santri yang menjadi contoh, umat Islam dapat kehilangan arah atau bahkan hanya menjadi buih di lautan,” ujarnya.

Selanjutnya Panglima TNI mengatakan bahwa setiap pesantren dipandang sebagai samudera ilmu, dimana para santri mempelajari ilmu agama dibimbing oleh para pengasuh pondok. “Di pesantren kita tidak hanya menjalankan perintah untuk menuntut ilmu, tetapi juga sekaligus memperdalam pengetahuan agama dan mengamalkannya,” ucapnya.

“Di pesantren pulalah kita dapat memahami ajaran Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam, rahmatan lil alamin,” tambahnya.

Panglima TNI mengatakan pula bahwa kemajuan yang ada saat ini harus disikapi dengan baik oleh umat Islam dengan cara membangun umat yang berkualitas.  “Umat yang berkualitas adalah umat yang mengamalkan Islam secara kaffah sekaligus membina diri dengan berbagai ilmu pengetahuan dan wawasan. Umat Islam yang berpengetahuan akan menjadi umat yang sejahtera dan unggul,” jelasnya.

Dalam menyikapi berbagai isu dan permasalahan, umat Islam harus dewasa. “Saya katakan demikian karena kita harus melihat setiap masalah dengan kepala dingin, hati yang jernih dan jiwa yang lapang, agar tidak mudah terbakar amarah, terhasut dan bahkan diadu domba,” tuturnya.

“Disinilah peran penting pondok pesantren, ulama, dan para santri untuk mendorong masyarakat menjadi masyarakat yang maju dalam ke-Bhinneka Tunggal Ika-an,” tegasnya.

Turut hadir pada silaturahmi tersebut diantaranya, Menteri Ketenagakerjaan RI Muhammad Hanif Dhakiri, Kapolri Jenderal Pol. Prof. H. Tito Karnavian, Ph.D., Asops Panglima TNI Mayjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M., Aster Panglima TNI Mayjen TNI George Elnadus Supit, S.Sos., Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi, Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Hamidin, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan Pengasuh Pondok Pesantren Nahdlatul Ulum, Bapak AG. Dr. Sanusi Baco, LC.

■ Rasyid / Puspen TNI 

Thursday, January 31, 2019

Batalkah Shalat Warga NU yang Menjadi Makmum dengan Imam Selain NU ?


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Ada-ada saja.  ‘Bahtsul Masail’ ini mencuat kembali usai Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengatakan ‘Selain NU Salah Semua’.  Pertanyaan: Batalkah Salat Warga NU yang Menjadi Makmum dengan Imam Selain NU, kembali viral di media sosial, Kamis (31/1/2019).

KH Luthfi Bashori Alwi memberi catatan bahwa tulisan (pertanyaan) ini pernah disampaikan pada acara Seminar Ilmiah yang diadakan oleh Omim Ukpi/Pondok Pesantren Sidogiri Pasuruan Jawa Timur, Agustus 2017.

Menurut Kiai Luthfi, banyak ormas Non NU di Indonesia ini yang beraqidah Aswaja Asy’ariyah, amaliyah  mereka sama dengan amaliyah warga NU, tapi mereka tidak bersedia dikatakan sebagai warga NU, karena telah memilih ormas lain selain NU.

“Jadi warga Non NU itu TIDAK BERSALAH, yang SALAH itu adalah OKNUM PBNU yang senang memecah belah warga Aswaja Asy’ariyah secara arogan,” demikian jawaban tersebut. Artinya, sah salat warga NU yang menjadi makmum dengan imam selain NU.

Bahkan di antara ormas mereka ini, berdirinya jauh lebih dahulu dibanding berdirinya ormas NU. Allah SWT berfirman dalam Qs. As Syura : 13:

Artinya : “Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwariskan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan ‘Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya.” (Qs. As Syura : 13)

Lalu, Qs Ali Imran : 103:  Artinya : “Dan berpeganglah kamu sekalian kepada tali (agama) Allah dengan berjama’ah dan janganlah kamu bercerai berai.” (Qs Ali Imran : 103)

Ayat di atas menjelaskan bahwa dari sejak terutusnya Nabi Nuh alaihis salam sebagai awal Rasul, Allah telah melarang kaum beriman bercerai-berai, dengan kata lain Allah memerintahkan mereka agar berjama’ah dan bersatu.

Kemudian kepada kita umat Nabi Muhammad SAW dimana beliau adalah penutup para Nabi dan Rasul, Allah lebih menegaskan lagi perintah berjamaah dan larangan bercerai berai. Karena itu minimal untuk ormas-ormas Islam yang satu aqidah Aswaja, hendaklah tetap menjaga persatuan dan ukhuwwah Islamiyah, bukan saling menjatuhkan.

Jadi? “Warga NU pasti tetap SAH shalatnya menjadi makmum ormas-ormas Aswaja Non NU.” Berikut nama-nama ormas Aswaja Asy’ariyah antara lain:

NAHDLATUL ULAMA:

Jam’iyah ini bernama Nahdlatul Ulama disingkat NU, didirikan di Surabaya pada tanggal 16 Rajab 1344 H bertepatan dgn tanggal 31 Januari 1926 M untuk waktu yang tidak terbatas. Pengurus Besar Jam’iyah Nahdlatul Ulama berkedudukan di ibu kota Negara Republik Indonesia.

Nahdlatul Ulama sebagai Jam’iyah Diniyah Islamiah beraqidah/berasas Islam menurut paham Ahli Sunnah wal Jamaah dan menganut salah satu dari empat mashab empat Hanafi Maliki Syafii dan Hambali. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara Nahdlatul Ulama berpedoman kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

PERSATUAN TARBIYAH ISLAMIYAH

Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) adalah nama sebuah organisasi massa Islam nasional yang berbasis di Sumatera Barat. Organisasi ini didirikan pada 20 Mei 1930 di Sumatera Barat, dan berakar dari para ulama Ahlussunnah wal jamaah. Kemudian organisasi ini meluas ke daerah-daerah lain di Sumatera, dan juga mencapai Kalimantan dan Sulawesi.

Setelah kemerdekaan Perti menjadi partai politik.

Dalam Pemilihan Umum 1955 Perti mendapatkan empat kursi DPR-RI dan tujuh kursi Konstituante. Setelah Konstituante dan DPR hasil Pemilu dibubarkan oleh Presiden Soekarno, Perti mendapatkan dua kursi di DPR. Dua tokoh kunci Perti juga pernah dipercaya menjabat menteri negara pada masa pemerintahan Soekarno. Kedua ulama tersebut adalah Sirajuddin Abbas sebagai Menteri Keselamatan Negara RI dan Rusli Abdul Wahid sebagai Menteri Negara Urusan Umum dan Irian Barat. Pada masa Orde Baru Perti bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

ALKHAIRAT

Salah satu wujud cintanya pada ilmu adalah didirikannya lembaga pendidikan Islam Alkhairat, sebagai sumbangsih nyata Guru Tua, Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri kepada agama Islam. Alkhairat dirikan di Palu, Sulawesi Tengah, di kala usia Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri menginjak 41 tahun.

Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri dianggap sebagai inspirator terbentuknya sekolah di berbagai jenis dan tingkatan di Sulawesi Tengah yang dinaungi organisasi Alkhairat, dan terus berkembang di kawasan timur Indonesia. Pada tahun 2014 nama Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri juga diabadikan sebagai nama baru bandara Kota Palu dan Provinsi Sulawesi Tengah, sebelumnya bandara kebanggaan Kota Palu bernama Bandara Mutiara atas pemberian dari presiden Soekarno, saat pertama kali dioperasikan 1954 dengan nama Bandara Masovu,  namun kemudian berganti nama sejak 28 Februari 2014 setelah Menteri Perhubungan Evert Ernest Mangindaan membubuhkan tandatangan di surat keputusan perubahan nama bandara Mutiara.

Perubahan nama bandara itu juga untuk menghargai jasa serta perjuangan Sayyid Idrus bin Salim Aljufri dalam menyebarkan ajaran Islam di kawasan timur Indonesia. Disaksikan Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola, dan pejabat Kementerian Perhubungan RI, para bupati/wali kota se-Sulawesi Tengah dan keluarga besar Alkhairaat meresmikan operasional serta mengukuhkan perubahan nama dari Bandara Mutiara Palu menjadi Bandara Mutiara SIS Aljufri Palu.

MATHLA’UL  ANWAR

Mathlaúl Anwar (MA) didirikan tanggal 9 Juli 1916 di Menes, Banten (waktu itu masih Jawa Barat). Didirikan oleh para ulama di antaranya KH. Mas Abdurrahman, KH Moh. Yasin, dll. Saat ini MA telah berkembang ke seluruh Indonesia dengan ribuan lembaga pendidikan yang dikelolanya, termasuk Universitas MA (UNMA) di Pandeglang Banten.

ALWASHLIYAH

Al Jam`iyatul Washliyah adalah salah satu organisasi Islam di Indonesia. Kata Al jam`iyatul Washliyah berasal dari Bahasa Arab yang artinya perkumpulan atau perhimpunan yang menghubungkan, baik yang menghubungkan manusia dengan Allah (hablun minAllah) dan yang menghubungkan manusia dengan manusia (hablun minannas). Al Jam`iyatul washliyah sekarang lebih di kenal dengan Al Washliyah. Al Wasliyah khusus aktif membela kemaslahatan umat Islam dan Indonesia pada umumnya.
Latar belakang didirikan Al Washliyah, seiring dengan menajamnya perpecahan di tengah-tengah ummat Islam, baik yang datang dari luar maupun dari intern ummat Islam itu sendiri, dikarenakan perbedaan mahzab atau pandangan, maka para Cendikiawan muslim mencari jalan tengah untuk mempersatukan ummat Islam.

Maka dibentuklah Al Jam,iyatul Washliyah pada tanggal 30 November 1930 atau 9 Rajab 1349 Hijriah di Maktab Islamiyah Tapanuli Selatan, Medan. Adapun Tokoh pendiri Al Alwashliyah adalah Ismail Banda, H.M. Arsyad Thalib Lubis dan H. Abdurrahman Syihab.

NAHDLATUL WATHAN

Nahdlatul Wathan disingkat NW adalah Organisasi Kemasyarakatan Islam terbesar di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Organisasi ini didirikan di Pancor, Kabupaten Lombok Timur oleh TG.KH. Muhammad Zainuddin Abdul Majid yang dijuluki Tuan Guru Pancor serta Abul Masajid wal Madaris (Bapaknya Masjid-masjid dan Madrasah-madrasah) pada tanggal 1 Maret 1953, bertepatan dengan 15 Jumadil Akhir 1372 Hijriyah.  Organisasi ini mengelola sejumlah Lembaga Pendidikan dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

DARUD DA’WAH WAL IRSYAD

Darud Dakwah wal Irsyad disingkat DDI, merupakan realisasi dari keputusan musyawarah Alim Ulama Ahlussunnah Wal Jama’ah se Sulawesi Selatan tentang perlunya dibentuk suatu organisasi, guna lebih meningkatkan fungsi dan peranan Madrasah Arabiyah Islamiyah (MAI), maka muncullah beberapa usul tentang nama bagi organisasi yang akan dibentuk itu.

Antara lain usul dari K.H. Muh. Abduh Pabbajah dengan nama Nashrul Haq, dari Ustadz H. Muh. Thahir Usman mengusulkan nama Al-Urwatul Wutsqa, sementara Syekh Abd. Rahman Firdaus mengusulkan nama Darud Dakwah Wal Irsyad. Setelah dimusyawarahkan, maka yang disepakati secara bulat adalah nama “Darud Da’wah Wal Irsyad”

FRONT PEMBELA ISLAM (FPI)

FPI adalah sebuah organisasi massa Indonesia. Mengusung pandangan Islam konservatif (mempertahankan kebaikan yang ada). FPI memiliki basis massa yang signifikan dan menjadi motor di balik beberapa aksi pergerakan Islam di Indonesia.

FPI dideklarasikan pada 17 Agustus 1998 (atau 24 Rabiuts Tsani 1419 H) di halaman Pondok Pesantren Al Um, Kampung Utan, Ciputat, di Selatan Jakarta oleh sejumlah Habaib, Ulama, Mubaligh dan Aktivis Muslim dan disaksikan ratusan santri yang berasal dari daerah Jabotabek.

FPI pun berdiri dengan tujuan untuk menegakkan hukum Islam di negara sekuler.
Organisasi ini dibentuk dengan tujuan menjadi wadah kerja sama antara ulama dan umat dalam menegakkan Amar Ma`ruf dan Nahi Munkar di setiap aspek kehidupan.

(sumber: duta)


© Copyright 2018 SUARA MERDEKA HARI INI | All Right Reserved