MASJID

Saturday, May 11, 2019

Masjid Baru Islamic Center of Nashville (ICN) di Bellevue


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Bangunan masjid berwarna krem dengan aksen coklat serta kubah berwarna marun kini hadir di Nashville, Tennessee. Tempat ini merupakan lokasi masjid kedua bagi Islamic Center of Nashville (ICN) di Bellevue, yang baru selesai dibangun dan diresmikan menjelang Ramadan 2019. Masjid tersebut menjadi bagian penting dari pusat kegiatan Islam di kawasan seluas hampir 4,5 hektar.

Rashed Fakhruddin, anggota dewan perwalian sekaligus direktur kemitraan komunitas ICN , mengatakan, berdirinya masjid yang diresmikan pertengahan April lalu, merupakan impian bagi komunitas Muslim di Nashville.

Masjid yang dibangun dengan biaya 2,5 juta dolar itu, telah masuk rencana induk ICN sejak lebih dari 20 tahun silam, kata Fakhruddin.

Warga Muslim di Nashville berasal dari beragam bangsa. Warga Muslim keturunan Kurdistan, Somalia, Afghanistan, Palestina, Timur Tengah, Afrika Utara, India, Pakistan, Bangladesh, Malaysia, Indonesia dan tentu saja Muslim Amerika, cukup banyak jumlahnya. Tak ketinggalan, ada pula warga yang berasal dari Yaman, Lebanon, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, Kuwait dan negara-negara Afrika lainnya.

Meskipun beragam latar belakang, komunitas Muslim di sana memiliki hubungan yang cukup erat, kompak dan terorganisir dengan baik. Jumlah Muslim di sana berkembang pesat pada tahun 1990-an, dengan kedatangan orang-orang keturunan Kurdi dan Somalia di Nashville. Inilah yang membuat ICN pada pertengahan 1990-an memutuskan membeli lahan untuk membangun sebuah pusat komunitas Muslim berikut masjid dan lembaga pendidikan Islam.

Fakhruddin mengatakan, pembangunan Nashville International Academy, sekolah yang sekarang ini menampung murid-murid mulai dari taman bermain hingga SMP, menjadi prioritas dibandingkan dengan pembangunan masjidnya. Alasannya, lanjut Fakhruddin, masjid-masjid lain mulai berdiri di sekitar Nashville.

Akan tetapi seiring dengan berdirinya sekolah tersebut, muncul kebutuhan yang lebih besar akan kehadiran masjid di sana mengingat banyak keluarga yang pindah mendekati sekolah tersebut.

Sekarang ini diperkirakan terdapat sekitar 40 ribu warga Muslim di Nashville.

Fakhruddin mengemukakan bahwa komponen spiritualitas yang sama pentingnya dengan aspek komunitas dalam membangun masjid itu membuat kehadiran anggota masyarakat Nashville, Muslim maupun non-Muslim pada acara peresmiannya terasa sangat bermakna.

Sementara itu Imam Ossama Bahloul dari ICN mengemukakan bahwa masjid itu bukan hanya aset bagi komunitas Muslim, melainkan juga bagi komunitas yang lebih besar di Nashville.

“Kami merasa ini adalah kontribusi bagi kota kami,” kata Bahloul. “Kami membayangkan kota kami memiliki gereja-gereja, sinagog, masjid-masjid yang indah, dan inilah bagian dari keberagaman kita.”

Pembangunan masjid ini terhitung mulus tanpa tentangan masyarakat. Bahloul mengemukakan hal ini menunjukkan pentingnya kita mencintai semua orang. “Saya berharap kita dapat berbicara satu sama lain lebih banyak daripada membicarakan satu sama lain,” ujar Bahloul.

Masjid baru ini terbuka untuk dikunjungi, bahkan oleh umat agama lain. Namun yang jelas, dalam waktu dekat masjid ini akan dipenuhi pengunjung yang ingin menjalankan ibadah Ramadan di sana. [sumber: VOA]

Thursday, April 18, 2019

Yonkav 1 Kostrad Peringati Isra' Mi'raj di Depok


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Batalyon Kavaleri (Yonkav) 1 Kostrad melaksanakan kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW Tahun 1440 H/2019 M bertempat di Masjid Al Inayah Asrama Yonkav 1 Kostrad Cimanggis Depok, Kamis.

Kegiatan Isra’ Mi’raj ini diikuti oleh para Perwira, Bintara, Tamtama dan Persit KCK Cabang XIII Yonkav 1 Kostrad. Kegiatan diawali membaca Al-Qur’an oleh Ustadz Endang Rahmat dengan sari tilawahnya Ny. Sukandi.

Wadanyonkav 1 Kostrad, Mayor Kav Ramdhani Akbar, S.I.P. dalam sambutannya menyampaikan syukur bisa hadir dalam peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada tahun 2019 ini. Kegiatan ini mengambil tema "Dengan Peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1440 H/2019 M Kita Implentasikan Nilai-Nilai Sholat dalam Kehidupan Prajurit dan PNS TNI-AD Dalam Rangka Menjaga Keutuhan NKRI".

"Peringatan Isra’ Mi’raj bagi umat Islam adalah peristiwa bersejarah Nabi Muhammad SAW ketika beliau menerima perintah dari Allah SWT untuk melaksanakan Sholat lima waktu dalam sehari semalam," jelas Wadanyonkav.

Menurutnya untuk memperingati peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW sudah menjadi tradisi bagi umat Islam di seluruh tanah air, oleh karena itu peringatan peristiwa yang bersejarah tersebut bukanlah sekedar tradisi belaka, akan tetapi dengan jalan memperingatinya agar kita dapat mengambil hikmah dan makna yang terkandung dalam peristiwa tersebut, untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Sementara itu, Ustadz H Ahmad Baharuddin S.Ag sebagai penceramah dalam tausiyahnya mengingatkan bahwa peristiwa Isra’ Mi'raj ini harus dijadikan sebagai penyemangat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

" Perintah sholat ini adalah sarana untuk mendisiplinkan umat Islam. Kalau sholat sudah dijaga dengan baik maka terwujud masyarakat yang sadar akan tugas dan tanggung jawabnya, termasuk kepada bangsa dan negara," ujar Ustadz H Ahmad Baharuddin S.Ag.

■ Red/Penkostrad

Tuesday, April 9, 2019

Masjid yang Gagal Membangun Generasi

   Masjid yang Gagal Membangun Generasi

Oleh : Ustadz Nashrullah Jumadi

Penulis buku “5 Langkah Mudah Membentuk dan Mengoptimalkan Baitul Maal Masjid”/Penganggas Konsep Gerakan membangun desa/kampung berbasis Baitul Maal Masjid/Ketua Lembaga Trainer & Penelitian Keummatan AL HADID/Founder Gerakan Peduli Masjid (GPM) Indonesia

Masjid yang gagal membangun generasi ……., inilah tema yang saya angkat kali ini sebagai lanjutan dari tulisan-tulisan saya sebelumnya tentang artikel “Kini Saatnya Masjid Berubah”. Sudah kita maklumi bersama hampir setiap aktivitas kita sebagai manusia tak pernah lepas dari namanya rencana. Apapun aktivitas kita, entah mau kerja atau sekolah, saat mau pergi, saat mau belanja dan lain sebagainya, kita tak lepas dari yang namanya rencana. Kalau dalam ilmu manajemen modern bisa diistilahkan dengan PLANNING.

Setelah kita membuat perencanaan, proses Lanjutan dari proses Rencana yakni melaksanakan apa yang telah di planningkan dengan sebaik-baiknya. Kemudian tentu berlanjut dengan adanya EVALUASI sebagai bagian tahapan sejauh mana pelaksanaan dari rencana yang telah kita buat sebelumnya. Setelah evaluasi sudah tentu menuntut adanya INDIKATOR KEBERHASILAN yang akan digunakan untuk menilai apakah pekerjaan atau aktivitas kita bisa dikatakan berhasil atau tidak.

Indikator keberhasilan adalah bagian yang terpenting dari seluruh rangkaian yang saya paparkan di atas. Sebab indikator adalah proses akhir dari seluruh aktivitas yang telah kita lakukan. Dengan indikator keberhasilan inilah orang bisa menghargai sebuah karya/usaha kita, bermanfaat atau tidak, bagus atau jelek dan lain sebagainya. Dan dengan indikator keberhasilan pulalah kita bisa berbenah kearah yang lebih baik dari sebelumnya, jika memang dalam pelaksanaannya masih ada hal yang perlu untuk diperbaruhi dan diperbaiki. Sebagai sebuah gambaran yang sederhana, yakni jika kita memiliki anak yang duduk dibangku SD, diakhir semester anak kita dinyatakan naik kelas/lulus oleh pihak sekolah, maka INDIKATOR kelulusan itu pasti dimiliki oleh pihak sekolah, sehingga tidak asal menentukan anak kita naik kelas atau tinggal kelas.Wal hasil hampir setiap aktivitas kita, baik itu sekolah, mengajar, bekerja dll sadar atau tidak pasti memiliki INDIKATOIR KEBERHASILAN atas aktivitas atau kinerja kita selama ini.

Pembaca yang budiman, lucunya apa yang saya paparkan diatas, yakni perluanya rencana terlebih lagi INDIKATOR kEBERHASILAN kebanyakan tidak berlaku di masjid kita hari ini. Banyak masjid kita hari ini rutinitasnya tidak melalui perencanaan yang matang, semua berjalan ala kadarnya. Jangankan INDIKATOR KEBERHASILAN perencanaan yang baik pun terkadang tak dimiliki masjid kita hari ini. Akhirnya, masjid dengan potensi yang besar tak menemukan kemajuannya kecuali hanya bangunan fisik semata, yang kebanyakkan dibangun atas dasar memenuhi ambisi bukan karena kebutuhan.

Lalu yang jadi pertanyaan kita yakni apa kira-kira INDIKATOR yang paling tepat untuk melihat berhasil atau tidaknya kepempiminan takmir masjid ditempat kita ? Menurut saya salah satu indikatornya selain indikator datang dan sholat ke masjid sebagaimana pada penjelasan tulisan saya sebelumnya yakni “berhasil atau tidaknya membangun generasi masjid dengan baik”

Ya, generasi muda itulah indikatornya, apa fungsinya masjid yang besar dan megah tapi tak memiliki aktivitas yang menarik bagi pemuda/i dan apa pula pentingnya kegiatan yang meriah sementara para pemudanya banyak yang nganggur dan berfoya-foya ? Akhirnya masjid-masjid kita hanya diisi oleh para orang tua, baik itu tenaga kebersihan, muadzin, imam rawatibnya bahkan ustadz/ah TPA/TPQ yang biasanya dikelola oleh para pemuda/i pun dikelola pula oleh para orang tua.

Semua itu terjadi karena tidak adanya generasi muda yang hadir sebagai pengerak di masjid. Padahal bisa jadi pemuda/i kampung banyak sekali jumlahnya, hanya saja yang siap jadi pengerak masjid seringkali sulit kita temukan. Yang jadi pertanyaan, kira-kira siapa yang salah ? Mungkin tidak pas jika kita hari ini mencari siapa yang benar dan salah atas gagalnya masjid membangun generasinya, sebab kondisi seperti ini hampir senjalar di seluruh masjid-masjid kaum muslimin, tidak hanya di pedesaan, kampung atau kota semua merasakan hal yang sama.

Padahal jika kita runtut perjalanan regenerasi masjid sudah dilakukan pada saat usia anak-anak, tapi jika telah tumbuh dewasa, maka generasi yang sedang tumbuh ini tak lagi hadir di masjid-masjid kita. Pembangunan generasi seharusnya lebih kita prioritaskan dari pada pembangunan fisik masjid. Sebab kegagalan membangun generasi memang seringkali tidak pernah dirasakan oleh masjid kita hari ini. Selain karena tak nampak kasat mata, pengaruhnya pun seringkali tak kita rasakan langsung, hal ini beda dengan membangun fisik masjid.

Untuk itu, sudah berhasilkah Ketua Takmir masjid anda dalam mengelola masjid yang diamanahkan selama in padanya ? Tentu hanya anda yang tahu …….Wallahu a’lam bishowab

Indikator keberhasilan adalah bagian yang terpenting dari seluruh rangkaian yang saya paparkan di atas. Dengan indikator keberhasilanlah orang bisa menghargai sebuah karya/usaha dan dengan indikator keberhasilan pulalah kita bisa berbenah kearah yang lebih baik dari sebelumnya.

Menurut saya indikator yang tepat yakni “berhasil atau tidaknya membangun generasi masjid dengan baik”

www.baitulmaalmasjid.com

10 Personel Kostrad Bantu Renovasi Masjid Mulyo Winarso di Mojolaban

10 Personel Kostrad Bantu Renovasi Masjid Mulyo Winarso di Mojolaban

SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Anggota Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad bersama warga masyarakat bergotong royong melaksanakan karya bakti renovasi Masjid Mulyo Winarso, Dusun Ganggasan, Desa Demakan, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (05/04).

Sejumlah 10 personel Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad yang dipimpin Sertu Andriyansyah dan warga masyarakat Dusun Ganggasan bergotong royong melakukan renovasi Masjid Mulyo Winarso. Tampak kekompakan warga masyarakat dan anggota TNI saat mengerjakan renovasi masjid tersebut.

Kegiatan karya bakti ini merupakan bentuk kepedulian dan partisipasi TNI khususnya satuan Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad terhadap lingkungan. Melalui karya bakti ini, diharapkan akan menumbuhkan kembali dan memelihara semangat gotong-royong serta memantapkan Kemanunggalan TNI Rakyat.

Sementara itu Bapak Santo salah satu warga masyarakat, mengucapankan terima kasih atas bantuan Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad dalam penyelesaian renovasi masjid.

“Saya bangga dengan TNI yang dengan sukarela datang membantu meringankan tugas masyarakat dalam memperbaiki masjid ini. semoga mendapat balasan yang setimpal dari Allah SWT,” kata Bapak Santo.

■ Rasyid/Penkostrad

Sunday, April 7, 2019

Pendiri Masjid Kubah Emas Depok Meninggal Dunia

Pendiri Masjid Kubah Emas Depok Meninggal Dunia
 
SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roojiun, pendiri Masjid Kubah Emas Ibu Hj Dian Djuriah Rais binti H Muhammad Rais atau yang biasa disapa Hj Dian Almahri meninggal dunia pada hari Jum'at, 29 Maret 2019.

Informasi wafatnya Hajah Dian dibenarkan oleh Pengurus Masjid Kubah Emas. "Ya benar, beliau sudah berpulang. Tadi sekitar pukul 02.15 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta" ujar Pengurus Masjid Kubah Emas Depok.

Masjid Kubah Emas Al Mahri didirikan pada tahun 2006 dengan kemegahan luar biasa, karena kubah di bagian atas masjid yang berwarna emas.

Masjid Kubah Emas ini berdiri diatas tanah seluas 50 herkar dengan gaya arsitektur Timur Tengah dan dapat menampung sedikitnya 20 ribu jamaah.

[islamedia]

Habib Nabiel Al Musawa: Bersatu Dalam Menegakkan Agama Allah Hukumnya Wajib


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Kepala Staf Umum TNI, Letjen TNI Joni Supriyanto  bersama segenap Prajurit dan PNS Mabes TNI serta Ibu-ibu Ikatan Kesejahteraan Keluarga TNI Pragati Wira Anggini (IKKT PWA) mengikuti ceramah rohani Islam di Masjid Sudirman Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

Pimpinan Majelis Rasulullah, Habib Nabiel Al Musawa dalam ceramahnya antara lain mengingatkan akan pentingnya persatuan dan kesatuan umat Islam di Indonesia. Sebagai umat Islam, bersatu dan berjamaah hukumnya adalah wajib dalam menegakkan agama Allah SWT.

■ Rasyid/Puspen TNI
© Copyright 2018 SUARA MERDEKA | All Right Reserved