GAYA HIDUP

Tuesday, March 19, 2019

Temu Kangen Nanny Hadi Tjahjanto dan Ketum Unsur Dari Masa Ke Masa


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Dalam rangka menyambut HUT Ke-55 Dharma Pertiwi, Ny. Nanny Hadi Tjahjanto selaku Ketua Umum (Ketum) Dharma Pertiwi menggelar acara “Temu Kangen dan Olahraga Bersama Ketua Umum Dharma Pertiwi dan Ketua Umum Unsur Dari Masa Ke Masa”, yang diikuti sekitar 350 peserta dari Ibu-ibu Persit Kartika Candra Kirana, Jalasenastri dan PIA Ardhya Garini, di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak Jakarta Selatan, Selasa (19/3/2019).

Acara yang digelar secara sederhana tersebut, didahului dengan foto bersama di depan Monumen Yasa Wira Perkasa, senam pagi dan tour facility mengelilingi Kesatrian Marinir Hartono Cilandak.  Setelah itu, ratusan ibu-ibu istri para pimpinan dan petinggi TNI ini melakukan panen hasil kebun di sekitar area Markas Marinir, menebarkan bibit ikan dan memancing. Sebagian dari ibu-ibu ini juga mengikuti lomba yang disiapkan panitia seperti lomba panahan, wood ball dan fun games.

Ketum Dharma Pertiwi dalam sambutannya mengajak untuk menghadirkan rasa kebersamaan dan pengabdian terhadap organisasi ini, meskipun Ibu-ibu tidak pada posisi seperti dulu lagi. “Kami berharap Ibu-ibu tetap turut berkonstribusi dalam proses berkembangnya organisasi yang kita cintai ini”, ucapnya.

Menurut Ny. Nanny Hadi Tjahjanto, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk rasa terima kasih terhadap organisasi, karena mau tidak mau harus diakui bahwa apa yang sekarang ini telah dicapai, tentunya tak pernah terlepas dari proses organisasi dan pengalaman yang di dapat ketika masih berada dalam organisasi. “Itu merupakan salah satu kenyataan yang tak mungkin kita hindari”, katanya.

“Sudah lama sekali kita tidak bertemu seperti ini, kita bersyukur pada pagi hari ini dapat melihat wajah ceria Ibu sekalian yang selalu setia mendampingi suami tercinta menjalani masa-masa indah bersama keluarga tercinta,” ujarnya.

Selanjutnya dikatakan bahwa bahwa telah lama kita tidak berjumpa, ibarat sedang berjalan, telah lama kita merasakan haus. Namun pada hari ini, terbayar sudah rasa haus ini.  “Bagai meminum air dingin yang segar, bahagia sekali kami bisa bertemu kembali. Bahkan di tengah-tengah kita, Ibu-ibu yang dahulu pernah bersama-sama membesarkan organisasi ini masih sempat bertemu dan berkumpul kembali”, ungkapnya.

“Ibu-Ibu tampak masih tegar, semangatnya masih seperti dulu kala. Sungguh merupakan karunia yang tak ternilai harganya. Telah lama kita berpisah, banyak kenangan yang kita goreskan ketika masih bersama, sampai rentang waktu yang begitu lama,” tuturnya.

Turut hadir pada acara tersebut diantaranya, Penasehat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Pertahanan, Ny. drg. Nora Ryamizard Ryacudu MARS, Ketum Persit Kartika Chandra Kirana, Ny. Hetty Andika Perkasa, Ketum Jalasenastri, Ny. Manik Siwi Sukma Adji dan Ketum PIA Ardhya Garini, Ny. Ayu Yuyu Sutisna. (*)

Sunday, March 10, 2019

Lestarikan Marawis di Kampung Yammua, Ini yang Dilakukan Satgas Pamtas Yonif PR 328 Kostrad


SUARAMERDEKA.CO.ID ■  Personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif PR 328 Kostrad Pos Komando Utama (Kout) Km 31 yang dipimpin oleh Sertu Cece melaksanakan pelatihan kesenian Marawis di Kampung Yammua, Arso 6, Kab Keerom.

Kesenian Marawis merupakan salah satu kebudayaan yang menjadi kegiatan rutin bagi ibu-ibu warga Kampung Yammua yang dilaksanakan selama seminggu sekali.

“Ini merupakan salah satu warisan dari kesenian Islam yang masih dilakukan hingga sekarang, sehingga kami dari Satgas Pamtas Yonif PR 328 Kostrad membantu ibu-ibu warga Kampung Yammua melatihkan Marawis,” Ujar Sertu Cece.

Bapak Faqih, selaku koordinator kegiatan Marawis Kampung Yammua mengatakan bahwa Kampung Yammua pernah mengikuti perlombaan Marawis yang diselenggarakan di tingkat Distrik.

“Kampung kami memang aktif dalam kesenian Marawis, dan kami mengucapkan syukur dengan kehadiran personel Satgas yang dapat membantu melatihkan ibu-ibu maupun anak-anak di Kampung ini,” Ujar Bapak Faqih.

Saat ini kesenian Marawis dan Qasidahan sering di perlombakan antar Kampung sehingga Warga Kampung Yammua berharap dengan bantuan dan pelatihan yang diberikan personel Satgas dapat meningkatkan prestasi Kampung Yammua.

■ Rasyid/Penkostrad

Wednesday, March 6, 2019

Panglima TNI: Berita Hoax Melemahkan Moral Anak Bangsa


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Siswa-siswi SMA Taruna Nusantara yang memliki keunggulan karakter jangan mudah mempercayai berita-berita hoax, apalagi  sampai menjadi citizen journalism atau pewarta warga bagi berita-berita hoax.  Berita-berita hoax itu akan melemahkan moral anak bangsa dengan tujuan untuk memecah belah bangsa.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, S.I.P. saat memberikan pembekalan kepada 367 siswa dan siswi SMA Taruna Nusantara Kelas XI, bertempat di Gedung Serba Guna Suharnoko Harbani Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (5/3/2019).

Panglima TNI mengatakan bahwa apabila moral bangsa sudah lemah maka Indonesia pasti akan menuju kehancuran.  Oleh sebab itu, persatuan dan kesatuan bangsa sebagai salah satu karakter bangsa harus kuat dan jangan mudah dipengaruhi oleh berita-berita yang tidak bertanggungjawab (hoax).

“Apabila kita mudah menerima informasi-informasi yang tidak benar, maka karakter moral kita sudah terganggu. Kita tidak boleh menerima informasi dengan mudah tanpa didukung fakta dan data yang akurat”, tegasnya.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, SMA Taruna Nusantara berbeda dengan sekolah lainnya.  Di SMA Taruna Nusantara, para siswa dan siswi dididik dengan disiplin yang tinggi serta mampu memilih dan memilah informasi.  “Saya yakin karakter yang di bentuk SMA Taruna Nusantara ini adalah karakter yang unggul”, katanya.

Selanjutnya Panglima TNI mengatakan bahwa dengan terbentuknya karakter, lulusan  SMA Taruna Nusantara sudah berkiprah dan telah menunjukan kerja yang sangat baik dan berprestasi. “Saya yakin kalian semua juga ingin mengikuti senior-senior kalian”, ucapnya.

“Saat ini mereka yang menjadi TNI sudah berpangkat Kolonel dan banyak yang menjadi Atase Pertahanan serta duduk di tempat-tempat yang strategis,” ungkapnya.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengharapkan siswa dan siswi SMA Taruna Nusantara bisa mencontoh senior-senior lulusan SMA Taruna Nusantara untuk berbuat yang terbaik.  “NKRI tanpa ada sumber daya manusia yang tangguh dan unggul tidak akan bisa cepat maju, apalagi tahun 2045 mendatang Indonesia sudah mencanangkan Indonesia Emas”, tuturnya.

“Kalian semua yang mengawaki dan akan mendorong Indonesia menjadi hebat, dengan ekonomi yang tinggi untuk menyongsong masa depan Indonesia Emas,” harapnya.

Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M., Asrenum Panglima TNI Laksda TNI Agung Prasetiawan, M.A.P., Aspers Panglima TNI Marsda TNI Dedy Permadi, S.E., M.M.D.S., Aster Panglima TNI Mayjen TNI George Elnadus Supit, S.Sos., Askomlek Panglima TNI Laksda TNI Lutfi Syaefullah, S.H., M.M., M.M.D.S., dan Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi.

■ Rasyid/Puspen TNI

Friday, February 22, 2019

Gandeng BRI Maros, Persit KCK Ranting 4 Yonif PR 433 Kostrad Sosialisasi Gerakan Menabung


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Persit KCK Ranting 4 Yonif Para Raider 433/JS Kostrad bekerja sama dengan BRI Cabang Maros mengadakan sosialisasi gerakan Indonesia Menabung kepada anak didik TK Kartika IX-6, Sambueja, kemarin.

TK Kartika IX-6 Yayasan Kartika Jaya Koordinator 4 telah mengajarkan murid mereka untuk gemar menabung sejak usia dini akan memberi manfaat yang positif pada anak di kemudian hari.

“Anak-anak didik TK Kartika IX-6 ini telah kami ajarkan untuk menjalankan budaya gemar menabung sedini mungkin. Karena dengan menabung banyak sekali manfaat yang dapat dirasakan, diantaranya akan belajar hidup lebih berhemat, disiplin dan tidak boros,” ujar Ibu guru Mawar Agus Hafid.

“ Selain mengajarkan untuk hidup berhemat dan tidak boros, menabung juga dapat membantu biaya mereka ketika akan melanjutkan kejenjang sekolah berikutnya. Bahkan ia berharap tabungan murid yang dimiliki dapat meringankan beban orang tua untuk pemenuhan kebutuhan sekolah lainnya,” tambah ibu Mawar.

Ketua Persit KCK Ranting 4 Yonif Para Raider 433 Kostrad, Ibu Nani Yudy Ardiyan Saputo, menyampaikan bahwa menurut psikolog, mengajarkan anak menabung sejak usia dini bermanfaat untuk pembentukan karakter anak. Secara luas, masyarakat dunia berubah dengan cepat dan dinamis, karena itu manusia butuh sumber daya yang berkompeten. Dengan menabung, berarti orang tua telah memfasilitasi perkembangan seluruh aspek kecerdasan anak. Saat menabung, anak mulai mengenal angka, belajar menahan diri dan memahami mana yang jadi prioritas," ujarnya.

Dalam kesempatan itu pula pihak dari BRI Cabang Maros juga mensosialisasikan agar anak-anak gemar menabung, melalui progam tabungan BRI Simpel. Dengan mengajak gemar menabuk sejak usia dini.

■ Rasyid/ Penkostrad

Tuesday, January 15, 2019

Anies Resmikan Masjid dan Car Wash di TPST Bantargebang, Pemulung: Terima Kasih Pak...


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan Mesjid Al-Ikhlas dan Pencucian Truk Sampah (car wash) di TPST Bantargebang, Selasa (14/1). Dia mengharapkan fasilitas tempat ibadah yang dibangun Pemprov DKI untuk memberikan kemudahan bagi orang-orang yang berkegiatan di tempat pengolahan sampah, termasuk warga sekitar.

Gubernur Anies mengatakan Masjid Al-Ikhlas yang telah dibangun ini akan dimanfaatkan sebagai sarana ibadah bagi pegawai TPST Bantargebang, pemulung serta warga sekitar tempat pengolahan sampah terpadu tersebut.

“Bismillah, atas izin Allah SWT saya resmikan masjid ini dan semoga bermanfaat bagi kaum muslim di sekitanya,” ujar Anies didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Isnawa Adji.

Kapasitas masjid dengan luas bangunan 454 meter persegi ini dapat menampung 200 jemaah. “Kami harapkan dengan tersedianya masjid, pegawai, pemulung dan warga sekitar TPST Bantargebang dapat beribadah dengan aman dan nyaman," katanya.

Anies juga berpesan agar masjid tersebut dirawat dengan baik supaya bersih, rapi dan nyaman.

Selain meresmikan masjid, Gubernur Anies juga meresmikan penggunaan fasilitas pencucian truk sampah atau car wash seluas 489 meter persegi. Pencucian truk sampah merupakan fasilitas penunjang TPST Bantargebang agar armada pengangkut sampah terawat kebersihannya sehingga awet.

KepalaDinas Lingkungan Hidup Isnawa memaparkan bahwa fasilitas penunjang ini telah disyaratkan dalam Peraturan Menteri Pekerjaaan Umum No 3 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Sarana dan Prasarana Persampahan dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

BACA JUGA: Kepercayaan Pengasihan Mliwis Putih 

“Setiap truk sampah yang telah melakukan pembuangan sampah di titik buang, maka harus melewati proses pencucian sebelum kembali ke Jakarta. Ini menghindari pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh sampah dan air lindi yang mungkin masih tersisa di dalam truk. Juga untuk perawatan kendaraan itu sendiri,” kata Isnawa didampingi Kepala UPT Asep Kuswanto.

Kedua fasilitas ini, masjid dan car wash merupakan pemenuhan kewajiban kompensasi atas pelampauan nilai Koefisien Lantai Bangunan (KLB) yang dilaksanakan oleh PT Alfindo Mercu Estate berdasarkan Pergub Nomor 10 Tahun 2017 tentang Pemenuhan Kewajiban Kompensasi atas Pelampauan Nilai Koefisien Lantai Bangunan (KLB). Jadi, pembangunannya bukan dari APBD melainkan dari perusahaan swasta tersebut.

Yang menarik dari peresmian masjid hari ini, sejumlah pemulung yang hadir ikut terharu. Pasalnya, mereka menganggap Anies begitu peduli pada pembinaan ibadah bagi warga sekitar.

"Terima kasih Pak Anies, dengan adanya masjid ini kami merasa difasilitasi untuk selalu beribadah. Semoga semua ini menjadi amal kita semua," kata Yunus, seorang pemulung Bantar Gebang, usai ikut menyaksikan peresmian Masjid Al Ikslas tersebut. ■ JOKO/GOES

Sunday, January 13, 2019

Hasil Penelitian KPI, Perkawinan Anak di Indramayu Masih Tinggi


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Perkawinan anak di Kabupaten Indramayu masih cukup tinggi. Berdasarkan hasil penelitiannya, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) mencatat, ada tiga desa dengan rata-rata 15 perkawinan anak per tahun. Ketiga desa itu Krasak Kecamatan Jatibarang, Beber Kecamatan Sukagumiwang dan Gelarmendala Kecamatan Balongan.

“Data riil secara keseluruhan di Kabupaten Indramayu kami belum punya karena masih dikumpulkan. Tapi kami punya data dari tiga desa, di mana satu desa rata-rata ada 15 perkawinan anak dalam setahun,” kata Sekretaris KPI Cabang Indramayu, Yuyun Khoerunnisa, Jumat (11/1).

Terkait kondisi tersebut, Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Cabang Kabupaten Indramayu bersama Dinas Pendidikan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak melakukan komitmen untuk melakukan pencegahan.

Komitmen dilakukan melalui Gerakan Bersama Pencegahan Perkawinan Anak di Kabupaten Indramayu. Hal itu ditandai dengan pembacaan ikrar bersama di Hotel Wiwi Perkasa II Indramayu, Jumat (11/1

BACA JUGA: Bagaimana Agar Anak Menjadi Penurut? 

Yuyun Khoerunnisa mengatakan, prihatin dengan banyaknya perkawinan anak di Indramayu. Untuk itulah bersama stakeholder terkait melakukan komitmen bersama untuk mencegah perkawinan anak.

Menurut Yuyun, perkawinan anak merupakan salah satu bentuk kejahatan kemanusiaan dan melanggar hak asasi manusia. Perkawinan anak juga menyebabkan angka kematian ibu dan bayi meningkat, penyebab kekerasan dalam rumah tangga, dan kekerasan terhadap perempuan.

“Perkawinan anak juga merampas hak anak dan menghambat tumbuh kembang anak, serta merintangi ketahan keluarga, bangsa dan negara,” papar Enis, sapaan Yuyuh Khoerunnisa.

Enis menambahkan, untuk mencegahnya, bersama seluruh stakeholder akan terus bergerak melakukan sosialisasi tentang bahaya perkawinan anak. Sosialisasi dilakukan ke seluruh wilayah Indramayu dengan melibatkan unsur pemerintah, masyarakat sipil serta pra pemangku kepentingan.

“KPI tidak bisa sendirian, dan semua pihak terkait harus memiliki komitmen sama untuk mencegah perkawinan anak,” tandasnya.

Sementara Kepala Seksi Perlindungan Hak Perempuan (PHP) pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Indramayu, Ade Suharnani mengatakan, sangat mendukung upaya pencegahan perkawinan anak di Kabupaten Indramayu. DP3A selama ini juga terus memberikan pendidikan dan sosialisasi kepada masyarakat, terkait dampak negatif dari perkawinan anak.

“Salah satu penyebab terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) adalah akibat perkawinan anak. Untuk itulah harus dicegah, diantaranya melalui pendidikan serta pemberdayaan perempuan,” ujarnya. (sumber: Radar)

Saturday, January 12, 2019

Posko PAS Berjarak 300 Meter Dari Rumah Jokowi, Warga Solo: Pria Berkuda Adalah Penantang Sejati


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Pasca Ketua Umum BPN Djoko Santoso meresmikan markas Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Solo, Jawa Tengah kemarin, membuat kubu Tim Kampaye Nasional (TKN) Joko Widodo-Maruf Amin, mulai "panas".

Wakil Ketua TKN Jokowi-Maruf Amin, Moeldoko mengatakan, mereka tak takut dengan markas Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang terletak di Solo .

Markas BPN Prabowo Sandiaga tersebut terletak di Sumber Solo, Surakarta, Jawa Tengah hanya berjarak kurang lebih 300 meter dari kediaman Capres petahana Jokowi.

"Ya di Solo itu ya. Nggak takut," ujar Moeldoko, di Kompleks Istana Kepresidenan, kemarin.

Meski begitu, sangat berbeda nuansa yang terjadi di kota Solo. Sejak semalam, warga Solo Raya -- mulai ramai membincangkan Prabowo Sandi. Komunitas Cah Solo Gladak, Pecinta Bola mania, di Salon, Cafe, bahkan di pusat kuliner angkringan mereka bicara "Prabowo sandi".

Pantauan Suara Merdeka, Peristiwa ini nyaris sama, saat seperti  Walikota Solo di era Mas Slamet ketika memerahkan kota Solo sebagai kandang Banteng. Hanya saja, beberapa warga yang coba dimintai komentarnya masih malu-malu.

Barangkali pemandangan yang sangat mencolok adalah stiker Prabowo Sandi mulai menghiasi rumah-rumah warga di Kawasan Pasar kliwon, Makam Haji dan Palur.

Ngatiman, Warga Palur yang ditemui Suara Merdeka di TKP mengaku bukanlah relawan, melainkan pedagang susu segar yang biasa mangkal di Palur.

Menurut Ngatiman, seluruh keluarganya yang ada di Solo dan Boyolali kini menjadi pendukung militan Prabowo Sandi. Mereka cetak stiker dan unduh bendera Prabowo Sandi dengan biaya sendiri. Pilihan itu mereka jatuhkan usai mengikuti kunjungan Pak Sandi di Boyolali berarapa waktu lalu.

" Saat Pak Sandi bilang akan menjadikan Boyolali sebagai sentra Industri Susu sekelas ASEAN, malamnya keluarga besar kami rembugan. Dan kami sepakat mendukungnya, karena orang tua kami peternak sapi di Boyolali," kata Ngatiman.

Ide cemerlang Pak Sandi, lanjut Ngatiman, perlu didukung warga Boyolali. Karena kami menyakini Pak sandi tak akan bohong. Buktinya, janji kampanye Pilkada Jakarta di Tunaikan semua, seperti soal reklamasi, DP Nol rupiah, Ok OCE terlaksana, dll.

"Karena itu, kami yakin kalau jadi Cawapres nanti, pak Sandi pasti akan merealisasikan Boyolali sebagai Sentra Industri susu se ASEAN," imbuhnya.

Anda yakin Prabowo Sandi menang? tanya Suara Merdeka.

"Insha Allah, yang jelas, Pria berkuda adalah penantang sejati, dia bukan boneka, dia seorang pemberani. Kalau ga berani, ga mungkin buka Posko di dekat rumah Jokowi, edan opo?," pungkas Ngatiman. (R/007)

Sunday, November 4, 2018

Unnes Dampingi Petani Olah Cabai Jadi Tepung


SUARAMERDEKA.co.id ■ Universitas Negeri Semarang (Unnes) melakukan pendampingan kepada petani cabai untuk mengolah komoditas itu menjadi tepung untuk menyiasati fluktuasi harga. "Cabai kan komoditas yang kerap mengalami fluktuasi," kata Ketua Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Unnes Nana Kariada Tri Martuti di Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (2/11/2018).

Tim LP2M Unnes yang diketuainya melakukan kegiatan Diseminasi Teknologi Budi Daya dan Pascapanen Cabai bagi kelompok tani di Desa Pugoh, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Nana menyebutkan ada dua kelompok tani yang didampinginya dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dimulai sejak September 2018, yakni Kelompok Tani Mugoh Makmur dan Mugoh Asri.

"Begini, selama ini cabai yang dihasilkan mereka ini dijual dalam bentuk mentah begitu saja, tanpa ada pengolahan terlebih dahulu. Kalau pas harganya anjlok bagaimana? Kasihan petani," jelasnya.

Hal itulah yang mendasari timnya berinisiatif mengolah cabai dalam bentuk tepung sebagai langkah diversifikasi untuk meningkatkan nilai jual komoditas cabai yang dihasilkan para petani. Inovasi tepung cabai itu, kata dia, diharapkan bisa menjadi solusi saat harga jual cabai turun akibat panen berlebih karena penepungan memperpanjang masa simpan dan memudahkan pengemasan.

Bukan hanya melakukan pendampingan, timnya juga memberikan pelatihan dan bantuan peralatan teknologi tepat guna (TTG) bagi petani yang didanai Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. "Program pengabdian ini kan didanai oleh Kemenristek Dikti. Kami berikan pelatihan dan bantuan alat untuk membantu petani melakukan diversifikasi cabai menjadi tepung," katanya.

Bantuan peralatan yang diberikan, kata dia, di antaranya alat perajang, oven pengering, dan penepung cabai, serta kemasan cabai yang juga diberikan untuk meningkatkan nilai jual. "Diseminasi tentang budi daya dan pascapanen cabai ini untuk masyarakat. Dilakukan dengan pelibatan masyarakat agar kegiatan dapat berdaya guna dan berkelanjutan," katanya.

Artinya, petani cabai di Desa Pugoh, Tuban, ke depannya bisa memiliki alternatif untuk mempertahankan harga komoditas pertaniannya seiring dengan terjadinya fluktuasi harga. "Sampai sekarang ini, kami terus berkomunikasi dengan para petani. Baru saja mereka mengabarkan kalau sudah panen. Kami akan terus memantau sampai nanti pascapanennya bagaimana," kata Nana.

Sumber : Antara


© Copyright 2018 SUARA MERDEKA HARI INI | All Right Reserved