DOA

Rabu, 24 April 2019

Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Gabungan Kostrad Ziarah Ke TMPN Kalibata


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Dalam rangka memperingati HUT ke-55 Dharma Pertiwi tahun 2019, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Gabungan Kostrad, Ibu Tari Besar Harto Karyawan dan Wakil Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Gabungan Kostrad, Ibu Ida Bambang Taufik beserta seluruh pengurus mengikuti Ziarah bersama Ketua Umum Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto ke Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Kalibata, Jakarta Selatan, kemarin.

Ziarah rombongan tersebut berlangsung khidmat, diawali dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan serta peletakan karangan bunga oleh Ketua Umum Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto selaku pimpinan ziarah dan dilanjutkan dengan tabur bunga di beberapa pusara makam pahlawan.

Ziarah ini diikuti sebanyak 200 anggota Dharma Pertiwi dari Pengurus Pusat dan Pengurus Unsur jajaran se-Jabodetabek sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjasa mengorbankan jiwa raga, berjuang dan gugur demi kejayaan Nusa dan Bangsa.

Ziarah ini sendiri, mengandung makna penting dan mendalam, dimana melalui kegiatan ini diharapkan para anggota Dharma Pertiwi dan Persit KCK mampu mengaktualisasikan nilai-nilai kejuangan dan kepahlawanan, guna memberikan kontribusi aktif dan berkarya nyata bagi pembangunan bangsa dan negara serta dalam aktualisasi kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat.

Turut mendampingi Ketua Umum Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto dalam ziarah ini diantaranya Ketua Umum Persit KCK Ibu Hetty Andika Perkasa, Ketua Umum PIA Ardhya Garini Ibu Ayu Yuyu Sutisna, Ketua Umum Jalasenastri Ibu Manik Siwi Sukma Adji beserta para pengurus masing-masing.

Meriahkan Acara Camping Paskah, Satgas Pamtas Yonif PR 328 Kostrad Gelar Penyuluhan dan Perlombaan

(Penkostrad. Selasa, 23 April 2019). Kegiatan perayaan hari Paskah di Kampung Skofro ditandai dengan dibukanya acara Camping Paskah oleh Ketua panitia kegiatan dimulai tanggal 18 s.d. 21 April 2019. Kegiatan Camping Paskah ini sendiri merupakan kegiatan yang bermaterikan perlombaan edukasi khusus untuk anak-anak sekolah di Kampung Skofro dan sekitarnya, sekitar 115 orang anak-anak dari berbagai daerah mengikuti kegiatan ini.

Dansatgas Pamtas Yonif PR 328 Kostrad Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr (Han) menyebutkan bahwa dalam memeriahkan acara Camping Paskah yang diselenggarakan selama 3 hari ini Personel Satgas pun turut terlibat sebagai kepanitiaan.

“Personel Satgas dipercayai sebagai panitia keamanan dan kesehatan, namun tidak hanya itu saja kami juga mengisi materi-materi tentang edukasi-edukasi yang positif dalam acara tersebut,” ujar Danyon.

Dilanjutkan Dansatgas bahwa pemberian materi dalam acara tersebut di hari pertama kegiatan Camping Paskah ini panitia kegiatan memberikan materi penyuluhan yang salah satunya diisi oleh Personel Satgas Pos Skofro Lama yaitu Letda Inf Ahmad Mukti.

“Karena wilayah perbatasan masih sangat rawan terhadap peredaran Narkoba jadi Personel satgas memberikan penyuluhan tentang bahaya Narkoba yang memang pesertanya anak-anak usia sekolah yang rentan dengan pengaruh bahaya Narkoba,” ujarnya Letda Inf Ahmad Mukti.

Kegiatan pun semakin menarik saat memasuki hari kedua dengan materi perlombaan yang berisikan hadiah-hadiah bagi peserta lomba.

“Personel Pos Skforo Lama juga mengisi acara perlombaan dimana salah satunya adalah lomba tembak ketapel yang mana perlombaan ini baru pertama kali diadakan di Kampung Skofro sehingga minat dan antusias anak-anak dalam mencoba sangat besar sekali,” imbuh Letda Inf Ahmad Mukti.

Memasuki hari terakhir kegiatan Camping Paskah diakhiri dengan kegiatan pawai obor dengan berjalan kaki selama 5 Km, setelah selesai acara pun ditutup dengan kegiatan do’a bersama di GKI Diaspora Kampung Skofro yang dipimpin oleh Bapak Pendeta David Wompere.

 ■ Rasyid/Penkostrad

Senin, 22 April 2019

Peringatan dari Allah untuk Orang-orang yang Curang


Cukuplah Alquran menjadi pemberi peringatan yang paling besar. Kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW ini merupakan petunjuk bagi umat manusia hingga akhir zaman.

Alquran mengecam pelbagai tabiat buruk, antara lain, kecurangan. Salah satu surah di dalamnya bernama al-Muthaffifin. Secara kebahasaan, surah Makkiyah itu berarti "Orang-orang yang curang."

Surah yang terdiri atas 36 ayat ini dibuka ayat pertama. Isinya peringatan keras dari Allah SWT. Artinya, "Celakalah bagi orang-orang yang curang."

Mengutip buku Asbabun Nuzul: Sebab Turunnya Ayat Al-Qur'an, tafsir tentang ayat itu dijelaskan Imam an-Nasai dan Ibnu Majah dengan sanad yang sahih. Mereka meriwayatkan dari Ibnu Abbas yang berkata sebagai berikut.

"Ketika Nabi shalallahu 'alaihi wasallam baru saja tiba di Madinah (dalam rangka hijrah dari Makkah), orang-orang di sana masih sangat terbiasa mengurang-ngurangi timbangan (dalam jual-beli). Allah lantas menurunkan ayat 'Celakalah bagi orang-orang yang curang.' Maka setelah turunnya ayat ini, mereka khususnya orang-orang Muslimin di Madinah selalu menepati takaran dan timbangan.

Demikianlah. Masyarakat Yastrib--nama sebelum Madinah--awalnya terbiasa dengan praktik-praktik kecurangan. Dengan kedatangan Rasulullah SAW yang membawa risalah Alquran, maka tak ada lagi yang berani mempermainkan takaran. Para pedagang di Madinah berubah menjadi pebisnis yang paling jujur seantero Arab.

Kecurangan yang disinggung dalam firman Allah SWT itu tak sekadar dalam praktik jual-beli, melainkan lebih luas lagi. Muthafifin juga dapat merujuk pada mereka yang gemar mengurangi hak orang lain. Mereka itulah yang diancam dengan suatu kecelakaan besar. Allah mengancam akan memasukkan mereka ke dalam neraka wail, lembah di neraka jahanam yang sangat dahsyat siksanya.

Kecurangan yang diancam dengan siksa neraka itu, sekali lagi, tak sebatas perkara niaga. Itu juga berkenaan dengan kehidupan orang di tengah keluarga, masyarakat, dan negara. Siapakah yang patut disebut sebagai pelaku kecurangan? Yakni seseorang atau sekelompok orang yang meminta keistimewaan, penghargaan, atau pelayanan bagi diri sendiri atau golongannya saja.

Terhadap orang lain atau golongan luarnya, mereka bersikap masa bodoh. Mereka bersikap partisan, bahkan ketika kewajibannya untuk bersikap seadil-adilnya dan setransparan mungkin.

Pada masa pemilihan umum (pemilu) seperti saat ini, ratusan juta rakyat Indonesia telah menggunakan hak pilihnya. Mereka telah mendatangi tempat pemungutan suara (TPS) dengan harapan, suara mereka dapat ditampung dan dihitung secara cermat dan adil.

Mereka tentu saja tidak menginginkan adanya pengurangan ataupun penggelembungan suara yang tidak semestinya, baik itu kepada kandidat pilihannya apalagi yang bukan pilihan.

Dalam konteks ini, surah al-Muthaffifiin, khususnya ayat 10-18, menjadi relevan. Terjemahannya sebagai berikut.

"Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. (Yaitu) orang-orang yang mendustakan hari pembalasan. Dan tidak ada yang mendustakan hari pembalasan itu melainkan setiap orang yang melampaui batas lagi berdosa. Yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata, 'Itu adalah dongengan orang-orang yang dahulu.

Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka. Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar tertutup dari (rahmat) Tuhan mereka. Kemudian, sesungguhnya mereka benar-benar masuk neraka. Kemudian, dikatakan (kepada mereka): 'Inilah azab yang dahulu selalu kamu dustakan." (Sumber: ROL)


Jumat, 19 April 2019

Sebelum Sholat Jumat, Prabowo Temui Jamaah Pendukungnya


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Jamaah berdatangan memadati jalanan depan kediaman Calon Presiden Nomor Urut 02, Prabowo Subianto di Kertanegara, Jakarta Selatan, Jumat (19/4) untuk mengikuti doa bersama. Jamaah yang hadir bersiap untuk melaksanakan kegiatan Shalat Jumat di Masjid At-Taqwa dan doa bersama Prabowo di Kertanegara.

"Agenda hari ini antara lain doa dan shalawatan bersama, ya kurang lebih sama seperti pas reuni kemarin," ujar Didan Dina, salah seorang emak-emak dari Riau yang hadir.

Di sekitar lokasi, terdapat sejumlah spanduk yang bertuliskan berbagai ucapan selamat kepada pasangan calon presiden-wakil presiden nomor urut 02. Selain itu juga terdapat sebuah panggung besar di depan kediaman Prabowo, yang akan digunakan untuk acara syukuran setelah kegiatan ibadah shalat Jumat berjamaah dilakukan.

Prabowo tiba di kediamannya sekitar pukul 11.30 WIB dan disambut oleh yel-yel dari pendukung dan massa yang telah berkumpul.

Prabowo kemudian bertolak ke Masjid Al-Azhar sekitar pukul 11.48 WIB.

Sumber : Antara

Kamis, 11 April 2019

441 Tahun Sumedang Ditandai Gebyar Seni Bangreng

441 Tahun Sumedang Ditandai Gebyar Seni Bangreng

SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang menggelar ‘Gebyar Seni & Tari Bangreng Menuju Kampung Budaya’, Kamis (11/4). Acara yang dihelat dalam rangka hari jadi Kabupaten Sumedang ke-441 ini dipusatkan di Lapangan Desa Padasari, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, Gebyar Seni & Tari Bangreng akan dimeriahkan dengan penampilan 200 penari diiringi seni Bangreng. Kemudian akan dilanjut dengan launching Yayasan Seni Bangreng se-Kabupaten Sumedang, serta tausiyah budaya dan doa kebangsaan yang disampaikan KH. Maman Imanulhaq.

“Perayaan hari jadi Kabupaten Sumedang ke-441 akan menjadi momentum bagi kemajuan kesenian dan pariwisata Sumedang. Kita akan terus lestarikan seni budaya lokal, termasuk Tari Bangreng yang akan kita jadikan sebagai ikon Sumedang,” ujarnya, Rabu (10/4).

Ketua Masyarakat Sadar Wisata (Masawita) KH. Maman Imanulhaq mengaku sangat mengapresiasi perhatian Pemkab Sumedang terhadap pengembangan seni lokal, termasuk seni Tari Banreng. Begitu pun terhadap Kementerian Pariwisata yang konsisten mendukung gelaran-gelaran seni budaya dalam peningkatan kunjungan wisata, khususnya di Sumedang.

Pimpinan Pondok Pesantren Al Mizan Jatiwangi, Majalengka ini menjelaskan, Bangreng adalah simbol pengakuan bahwa kekuatan ada di luar jangkauan manusia. Atau dengan kata lain, milik Tuhan semata. Bangreng merupakan ruwatan doa keselamatan yang selama ini biasa menjadi hiburan pada acara pernikahan, khitanan, atau upacara adat.

“Bangreng berasal dari kata ‘Bang’ dan ‘Reng’. Bang akronim dari Terebang dan Reng penggalan dari kata rengkenek yang artinya menari atau ngigel,” ulasnya.

Dalam sejarah kesenian Terebang, imbuhnya, tersirat bahwa seni tersebut berkembang di tengah masyarakat Tanjungkerta, dan dibawa oleh para santri dari kawasan Sumedang dengan tujuan syiar Islam.

“Karena itu, seni Terebang erat kaitannya dengan sejarah perkembangan Islam di Sumedang, yang didorong oleh para pemuka Islam dari Cirebon. Seni Terebang yang dikembangkan oleh ulama-ulama tersebut mengalami proses perubahan sesuai dengan perkembangan zaman,” bebernya.

Selasa, 09 April 2019

Panglima TNI Terima Ketua Yayasan Ponpes Tahfidz Qur’an Sunan Gunung Djati

  Panglima TNI Terima Ketua Yayasan Ponpes Tahfidz Qur’an Sunan Gunung Djati

SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto didampingi Kepala Pusat Pembinaan Mental (Kapusbintal) TNI, Laksma TNI Budi Siswanto, S.T., M.A.P., menerima kunjungan Ketua Yayasan Ponpes Tahfidz Qur’an Sunan Gunung Djati Cirebon, KH. Tubagus Ahmad Furqon Manduraraja yang didampingi oleh KH. Imam Ibrahim, Ust. Lutfi Ubai Dillah, Ust. Fikri Mubarak, Ust. H. Hadist dan Ny. Lif Nasihatul Ummah, bertempat  di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (9/4/2019).

Minggu, 07 April 2019

Kasum TNI Hadiri Peringatan Dharma Santi Nasional di Bali

 Kasum TNI Hadiri Peringatan Dharma Santi Nasional di Bali

SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen TNI Joni Supriyanto mewakili Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menghadiri Dharma Santi Nasional, Peringatan Hari Suci Nyepi Caka 1941, yang mengangkat tema “Melalui Catur Brata Penyepian Kita Sukseskan Pemilu 2019”, bertempat di Ardha Chandra Art Center, Denpasar, Bali, Sabtu malam (6/4/2019).

■ Rasyid/Puspen TNI

Jumat, 05 April 2019

Prajurit TNI Siap Toreh Prestasi di Kejuaraan CISM di China

  Prajurit TNI Siap Toreh Prestasi di Kejuaraan CISM di China

SUARAMERDEKA.co.id ■ Komite Olahraga Miter Indonesia (KOMI) TNI akan berencana menyiapkan sejumlah personel TNI untuk mengikuti even kejuaran olahraga militer di tingkat internasional yang akan dilaksanakan di Wuhan China pada bulan Oktober 2019 mendatang.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Jasmani dan Peraturan Militer Dasar (Kapusjaspermildas) TNI, Brigjen TNI Sapriadi S.I.P. saat memimpin rapat pertama Program Kerja KOMI Tahun Anggaran 2019 di Kantor Pusjaspermildas Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (4/4/2019).

Brigjen TNI Sapriadi S.I.P. selaku Wakil Ketua KOMI TNI menuturkan bahwa telah menghadiri pertemuan CISM (Conseille International du Sport Militaire) pada akhir bulan Maret lalu di Oman untuk membahas tentang pelaksanaan CISM di Wuhan China pada bulan Oktober 2019.

“KOMI TNI akan mengikuti beberapa cabang pertandingan pada even kejuaran CISM di luar negeri, baik Single Event maupun Multi Event yang diselenggarakan di Wulan China pada bulan Oktober mendatang.  Untuk itu kita harus menyiapkan atlet-atlet TNI sejak sekarang, agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal”, katanya.

Pada even tahun ini, KOMI TNI akan menyiapkan Atlet Prajurit TNI untuk mengikuti sepuluh cabang olahraga yaitu Shooting, Parachuting, Judo, Boxing, Taekwondo, Sailing, Orienteering, Fencing, Archery dan Triathlon.  “Atlet Prajurit TNI yang berprestasi, baik yang ada di Mabes TNI dan jajaran Angkatan Darat, Laut dan Udara agar disiapkan”, harapnya.

Selanjutnya Wakil Ketua KOMI TNI menjelaskan bahwa CISM adalah organisasi olahraga militer dunia yang bermarkas di Brussel Belgia. “Visinya adalah untuk meningkatkan stabilitas keamanan dan perdamaian dunia serta ajang diplomasi”, ucapnya.

“Indonesia telah menjadi anggota CISM sejak tanggal 1 April 2010 (anggota ke-133) dan telah mengikuti beberapa kali kegiatan CISM di luar negeri dalam berbagai even”, ujarnya.

■ Rasyid
© Copyright 2018 SUARA MERDEKA | All Right Reserved