Yonarmed 12 Kostrad Terima Kunjungan Dirbinlitbang Pussenarmed Kodiklatad - SUARA MERDEKA

Thursday, April 25, 2019

Yonarmed 12 Kostrad Terima Kunjungan Dirbinlitbang Pussenarmed Kodiklatad

Yonarmed 12 Kostrad Terima  Kunjungan Dirbinlitbang Pussenarmed Kodiklatad


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Seiring perkembangan lingkungan strategis, serta perubahan spektrum pertempuran yang sangat dinamis, pembangunan kekuatan, kemampuan hingga pengembangan gelar TNI-AD, menjadi hal yang wajib untuk dilaksanakan.

Demikian dikatakan Dirbinlitbang Pussenarmed Kodiklatad, Kolonel Arm Arif di sela-sela kunjungannya ke Mako Yonarmed 12 Kostrad. Ngawi.

Menurutnya, kehebatan TNI-AD tidak hanya ditentukan oleh alat utama sistem senjata (Alutsista) yang modern saja. Namun pembangunan kualitas SDM, postur prajurit yang baik dan kemampuan teknis yang profesional, merupakan tolak ukur utama guna mewujudkan satuan Artileri Medan yang handal.

“Disamping profesional, keberadaan Alutsista terbaru ini juga memerlukan dukungan postur prajurit Armed yang ideal,” katanya.

Guna mendukung terwujudnya hal tersebut, pihak Litbang Pussenarmed Kodiklatad melakukan penelitian hingga pengumpulan data-data terkait postur prajurit Armed yang ideal dalam mengawaki setiap alutsista yang canggih tersebut.

“Data ini akan kita jadikan sebagai bahan kajian dalam penentuan program Armed ke depan,” tegasnya.

Danyonarmed 12 Kostrad, Mayor Arm Ronald, F. Siwabessy menambahkan, Artileri Medan sebagai salah satu kekuatan TNI-AD, saat ini berupaya mensinergikan tujuan peningkatan postur dan SDM prajurit dengan modernisasi Alutsista yang sudah berjalan di beberapa satuan Armed, termasuk diantaranya ialah Yonarmed 12 Kostrad yang dilengkapi dengan meriam 155 mm Caesar.

“Di samping profesionalisme prajurit menjadi hal yang mutlak, postur prajurit juga memegang peranan penting,” tegasnya.

Dengan amunisi meriam 155 mm Caesar yang saat ini digunakan, kata almamater Akmil tahun 2002 ini, tentunya prajurit harus memiliki tinggi dan berat badan yang ideal serta tidak memiliki kelainan anatomi.

“Agar saat melaksanakan proses penembakan, kecepatan serta ketepatan prosedur teknisnya tidak terganggu oleh postur prajurit yang tidak sesuai, sehingga penembakan dapat dilaksanakan secara optimal,” ungkapnya.

■ Red/Penkostrad

BERITA LAINNYA

Loading...

BERITA TERBARU

© Copyright 2018 SUARA MERDEKA | All Right Reserved