Bupati Artha Hadiri Rapat Paripurna VI Masa Persidangan II - SUARA MERDEKA

Wednesday, April 10, 2019

Bupati Artha Hadiri Rapat Paripurna VI Masa Persidangan II

 Bupati Artha Hadiri Rapat Paripurna VI Masa Persidangan II


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Rapat Paripurna VI masa persidangan II tahun sidang 2018/2019 berlangsung di gedung pertemuan DPRD Kabupaten Jembrana, Selasa(9/4). Sidang yang mengagendakan keputusan DPRD tentang rekomendasi atas laporan ketengan pertanggung jawaban Bupati(LKPJ), dihadiri Bupati I Putu Artha.

Dihadapan peserta sidang, keputusan DPRD tentang rekomendasi atas LKPJ Bupati tahun 2018, ketua DPRD I Ketut Sugiasa melalui juru bicaranya yang di wakil ketua DPRD I Wayan Wardana  menegaskan, anggaran belanja daerah dari tahun ke tahun senantiasa mengalami peningkatan sejalan dengan trand peningkatan realissi pendapatan daerah. Tahun 2018 belanja daerah dipasang sebesar Rp1.309.738.139.789,06 terealisasi sebesar Rp1.207.106.319.875,05 atau sebesar 91,53 persen

Realisasi belanja tahun 2018 mengalami kenikan dibandingkan realisasi belanja tahun 2017. Target sebesar Rp1.268.899.677.988,72 direalisasikan sebesar Rp1.038.821.462.736,68 atau 81,87 persen. Begitu halnya dngan belanja dari sisi alokasi belanja langsung yang memiliki porsi yang lebih besar dibandingkan dengan belanja tidak langsung. “Beberapa tahun terakhir ini alokasi belanja langsung, khususnya belanja modal ada trand kenaikan dibandingkan dengan belanja barang dan jasa. Ini merupakan kebijkan belanja daerah yang sangat produktif, karena lebih banyak untuk kebutuhan untuk infrastruktur dan fasilitas publik, “ujar ketua DPRD I Ketut Sugiasa.

DPRD minta, kata Sugiasa dalam rekomendasinya, pemerintah daerah agar mencari formula serta system penyerapan belanja daerah agar lebih maksimal, sehingga dapat mempercepat perputaran roda perekonomian.

“Sudah saatnya beralih paradigma dari money functions ke money follows programs. Paradigma lama berorientasi kepada output sebagai sasaran tujuan dan implikasinya kepada tingkat daya serap anggaran, sedangkan paradigmaa baru berorientasi kepada outcome dan impact yakni, kebermanfaatan penggunaan anggaran bagi stakeholder terutama masyarakat, “tegasnya.

Sementara Bupati I Putu Artha mengatakan, berkat kerja keras, respon positif serta dukungan maksimal dari DPRD dan para stakeholder sehingga tahun 2018 telah berhasil mencapai sebagian besar indicator kinerja yang telah ditetapkan dalam dokumen perencanaan. “Meski sebagian besar dari semua indicator berhasil kita capai,  Kami juga menyadari bahwa apa yang telah kita capai kiranya masih jauh dari sempurna, “ujarnya.

Ketidak sempurnaan itu, kata Bupati Artha, disebabkan oleh berbagai kendala dalam penyelenggaraan pemerintahan. “Kita sadar, kendala itu tidak semuanya berasal dari kelemahan internal, namun juga ada beberapa yang dipengaruhi oleh factor eksternal yang diluar jangkauan, kewenangan dan kemampuan kami selaku penyelenggara pemerintahan daerah. Meski demikian, kami tidak pula ingin berlindung dari kelemahan yang bersifat eksternal, namun kami tetap akan berkomitmen untuk terus memperbaiki kinerja penyelenggaraan pemerintah," pungkasnya. (eka/hmsj).

BERITA LAINNYA

Loading...

BERITA TERBARU

© Copyright 2018 SUARA MERDEKA | All Right Reserved