Warga Majalaya Protes Bau Menyengat Limbah Cair RPU di Kawasan Pasar Hewan - SUARAMERDEKA.CO.ID

Rabu, 06 Februari 2019

Warga Majalaya Protes Bau Menyengat Limbah Cair RPU di Kawasan Pasar Hewan

 Warga Majalaya Protes Bau Menyengat Limbah Cair RPU di Kawasan Pasar Hewan


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Pada Rabu (6/2/2019) pagi ini, warga Majalengka rencananya akan menyampaikan tuntutan warga kepada pihak perusahaan RPU yang ada di Majalengka. Warga minta RPU yang ada di kawasan Pasar Hewan Majalaya tersebut ditutup.

Kepala Desa Langensari Agus Kusumah membenarkan adanya tuntutan warga tersebut, karena masyarakat menilai operasional RPU tersebut menganggu kenyamanan warga.

Seperti diketahui, warga Kampung Cisaradan Girang RT 03/RW 01 Desa Langensari Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung Jawa Barat tadi malam kembali melakukan aksi protes terhadap rumah potong unggas (RPU) di Pasar Hewan Majalaya, Desa Majasetra Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung.

Mereka datang malam- malam sekitar pukul 21.00 WIB. Aksi protes warga itu menuntut operasional RPU ditutup karena mencemari lingkungan. Aksi protes puluhan warga itu persis di belakang RPU, yang hanya dibatasi aliran saluran irigasi Sungai Cikaro.

Menurut warga, aksi protes puluhan warga itu dipicu bau menyengat yang berasal dari limbah cair bekas pengurusan/pengolahan ayam potong di kawasan Pasar Hewan Majalaya itu. Sementara tempat saluran pembuangan limbahnya yang dialirkan ke Sungai Cikaro, aliran sungai itu berada di kawasan permukiman padat penduduk.

Aksi warga itu merupakan yang keempat kalinya, dan aksi ketiga sempat dilakukan warga pada tiga pekan lalu di lokasi yang sama. Bahkan, pada aksi kedua, sejumlah warga sempat menutup saluran pembuangan limbah cair tersebut. Namum pihak perusahaan membuat saluran baru ke Sungai Cikaro tersebut. Tetapi bau menyengat yang berasal dari limbah cair sisa pengolahan hewan potong itu masih tercium warga.

Tampak dalam aksi ini Kepala Desa Langensari Agus Kusumah yang ikut mengawal. Dalam aksinya, warga menuntut agar operasional RPU tersebut ditutup. "Warga sudah sepakat, RPU tersebut minta ditutup karena mencemari lingkungan dan merugikan warga sekitar," ujar Asep, salah seorang warga.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2017 SUARAMERDEKA.CO.ID | All Right Reserved