2 Biksu Tewas Ditembak Orang Tidak Dikenal - SUARAMERDEKA.CO.ID

Sabtu, 19 Januari 2019

2 Biksu Tewas Ditembak Orang Tidak Dikenal

 2 Biksu Tewas Ditembak Orang Tidak Dikenal


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Orang tidak dikenal, menembak mati dua orang biksu Budha dan mencederai dua biksu lainnya dalam serangan di suatu vihara di Thailand selatan yang mayoritas warganya Muslim. Kejadian ini menjadi pembunuhan pertama terhadap biksu dalam waktu tiga tahun lebih.

Seorang kepala biara dan wakilnya terbunuh saat enam orang yang diperkirakan berpakaian seperti pasukan keamanan pemerintah menyerbu masuk ke vihara Rattanupap yang berada di Provinsi Narathiwat serta melepas tembakan, Jumat, kata polisi.

Perdana Menteri Prayut Chan-ocha dan para pemuka agama mengecam serangan di provinsi yang sebagian besar warganya adalah etnis Melayu.

Para tokoh agama Muslim juga berbicara menentang penembakan para biksu tersebut. Mereka mendesak para pelaku kejahatan di provinsi perbatasan selatan dari semua pihak agar berhenti membunuh orang-orang tidak bersalah dan pemuka agama.

Polisi mengatakan, para tersangka pembunuhan masih dalam pemburuan.

Gerakan sempalan telah menyeret Thailand selatan dalam pemberontakan selama lebih dari 15 tahun dan lebih dari 6.900 orang terbunuh sedangkan 13.000 orang lainnya mengalami luka-luka sejak 2004 ketika kekerasan meningkat, menurut kelompok pemantau kemerdekaan Deep South Watch.

Thailand adalah negara dengan mayoritas penganut Budha, namun etnis Melayu yang Muslim tinggal di tiga provinsi di selatan yang berbatasan dengan Malaysia.

Tiga provinsi tersebut dan sebagian wilawah di dekatnya, Songkhla adalah termasuk dalam wilayah kesultanan yang direbut Thailand pada 1909. Ketegangan untuk pemisahan sejak itu terus terjadi.

Dengan kekerasan yang banyak terjadi di selatan, kejadian Jumat belum ada yang menyatakan bertanggung jawab.

Para pemuka agama Islam dan Budha seta pejabat negara kerap menjadi sasaran oleh kelompok pemberontak.

Sedikitnya 23 biksu telah terbunuh dan 20 terluka sejak 2004, tetapi sejak 2015 tidak ada serangan terhadap biksu.

Seorang imam juga tewas tertembak pada 11 Januari di Narathiwat.

Pembunuhan itu menambah dimensi agama dalam konflik yang semua berakar pada ketegangan persoalan kesukuan dan kebangsaan.

"Banyak orang Budha, bukan hanya yang ada di selatan yang merasa tersinggung oleh Muslim, dan perlu waktu untuk mengubahnya," kata Rackchart Suwan, Ketua Jaringan Budha untuk Perdamaian kepada Reuters.

Para pengamat mengatakan kejadian ini menunjukkan bahwa kelompok sempalan Barisan Revolusi Nasional (BRN) tetap memiliki kemampuan militer yang kuat kendati pemerintah berusaha memberantasnya.

Pihak militer pemerintah telah terlibat sejak perundingan 2015 yang ditengahi Malaysia dengan tujuan mengakhiri kekerasan namun BRN tidak mengikuti dialog tersebut.

Proses tersebut melambat sejak tahun lalu dan Bangkok mengisyaratkan untuk membuka kembali pembicaraan pada tahun ini. (Antara)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2017 SUARAMERDEKA.CO.ID | All Right Reserved