Pelajar SMA Muhammadiyah di Lamongan Deklarasi Tolak Perayaan Malam Tahun Baru - SUARAMERDEKA.CO.ID

Monday, December 17, 2018

Pelajar SMA Muhammadiyah di Lamongan Deklarasi Tolak Perayaan Malam Tahun Baru

Pelajar SMA Muhammadiyah di Lamongan Deklarasi Tolak Perayaan Malam Tahun Baru


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Para pelajar SMA Muhammadiyah Babat, Lamongan, menggelar deklarasi menolak perayaan malam tahun baru.

Para siswa yang tergabung dalam organisasi Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) tersebut, Sabtu (15/12/2018), menandatangani deklarasi menolak perayaan tahun baru masehi dan berkomitmen untuk tidak akan melibatkan diri merayakan pergantian tahun baru 2018 - 2019.

Ubaidilllah, salah seorang siswa kelas 11 SMA Muhammadiyah 1 Babat, mengatakan deklarasi menolak perayaan tahun baru sesuatu yang baik baginya. Sebab selama ini gegap gempita merayakan pergantian tahun adalah sebagai sesuatu yang tidak banyak membawa manfaat.

Muhasabah pada pergantian tahun itu yang lebih baik, dari pada menggelar pesta.

Meski begitu, dan teman-teman keluarga besar SMA Muhammadiyah Babat tidak berarti melarang mereka yang merayakannya.

"Tapi bagi kami, keluarga besar SMAM Babat, perayaan pergantian tahun tidak akan kami lakukan, " tandasnya.

Tidak keluar rumah saat perayaan tahun baru, tidak ikut ikutan meniup terompet, menyalakan kembang api ataupun membunyikan lonceng, cukup dengan belajar di rumah atau nonton tv.

"Sempurnanya ya muhasabah (interospeksi, red,) diri," ungkap Ubaidillah yang juga ketua IPM Kecamatan Babat, Minggu (16/12/2018).

Sementara itu, menurut Ali Ahmadi, Wakasek Bidang Kesiswaan SMA Muhammadiyah 1 Babat, pergantian tahun baru masehi kebanyakan oleh sebagian generasi sekarang banyak dimanfaatkan untuk kegiatan yang justru negatif, seperti mabuk-mabukan, konvoi motor yang dapat mengganggu ketertiban umum.

"Jadi tidak ada urgensi bagi kita orang muslim untuk merayakan tahun baru masehi, " katanya.

Apalagi diisi dengan aktivitas hura-hura yang tidak ada manfaatnya. Bukankah tidak lebih baik mengevaluasi diri.

Lebih sempurna lagi, biaya yang dikumpulkan untuk pesta menyambut tahun baru itu diberikan para fakir miskin, termasuk para korban gempa dan tsunami di beberapa daerah yang sampai saat ini ada di tempat pengungsian.

"Kita mengajak mereka para siswa, sekaligus menanamkan pemahaman agar tidak merayakan perayaan tahun baru masehi nanti," katanya.

Dia menghimbau kepada para pelajar SMA Muhammadiyah 1 Babat, untuk tetap beraktivitas seperti biasa di rumah masing-masing dengan kegiatan mengaji, membantu orang tuanya, atau melakukan kegiatan positif lainnya.

Harapannya deklarasi menolak perayaan tahun baru masehi oleh pelajar SMA Muhammadiyah ini juga ditiru oleh pelajar di sekolah yang lain.

Deklarasi penolakan merayakan pergantian tahun baru ini ditandai dengan gerakan tandatangan di bener yang formnya telah disediakan IPM.

Tak hanya para siswa, para dewan guru juga turut membubuhkan tandatangan penolakannya.

sumber : tribun



Read other related articles

Loading...

Also read other articles

© Copyright 2018 SUARAMERDEKA.CO.ID | All Right Reserved