Bupati Cianjur Diciduk KPK, Nelayan Cidaun Kaget - SUARAMERDEKA.CO.ID

Thursday, December 13, 2018

Bupati Cianjur Diciduk KPK, Nelayan Cidaun Kaget

  Bupati Cianjur Diciduk KPK, Nelayan Cidaun Kaget


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Bagaikan tak ada habisnya drama seri penangkapan alias operasi tangkap tangan (OTT) yang sukses dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (12/12) kemarin, telah mengejutkan warga Cianjur. Media sosial pun mendadak viral menyuguhkan aksi KPK mengamankan sosok Bupati Cianjur (Jawa Barat) Irvan Rivano Muchtar beserta 5 orang lain, terkait dugaan suap untuk anggaran pendidikan.

Para nelayan Cidaun, Cianjur selatan juga mengaku kaget mendengar ihwal penangkapan Irvan Rivano Muchtar. Pasalnya, dua hari sebelumnya mereka sempat bersilahturahmi dan Irvan banyak memberikan nasehat. Tak lama berselang, justru mereka menyaksikan Irvan di ciduk KPK via media TV.

Dalam tayangan itu, KPK tak hanya menggelandang Irvan Rivano Muchtar (Bupati Cianjur). Ikut diamankan pejabat setingkat kepala dinas dan kepada bidang serta unsur Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS). Kesemua masih dalam satu atap di wilayah Kabupaten Cianjur.

“Iya benar, kami telah mengamankan 6 orang, termasuk Bupati Cianjur. Mereka kini dibawa untuk menjalani proses lebih lanjut di kantor KPK,” terang Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif, Rabu (12/12).

Dijelaskan bahwa OTT yang baru dilakukan aparatnya di lapangan, terkait adanya dugaan suap kepada kepala daerah untuk anggaran pendidikan di Kabupaten Cianjur. Sedangkan sebagai barang bukti, KPK menyita uang sebesar Rp 1,5 miliar. Pihak KPK menduga uang tersebut dikumpulkan dari kepala sekolah untuk kemudian disetor atau diberikan kepada Bupati Cianjur.

Laode berjanji untuk informasi lebih lengkap bakal disampaikan melalui jumpa pers dengan awak media. Selain itu, KPK juga memiliki waktu maksimal yakni selama 24 jam. Tentu saja untuk menentukan status hukum terhadap Bupati Cianjur dan 5 orang lain yang ikut ditangkap.

Seperti dirilis laman Radar Cianjur, Irvan merupakan anak dari mantan Bupati Cianjur, Tjetjep Muchtar Soleh. Dia juga dikenal sering bergonta-ganti partai.

Irvan merupakan kader Partai Demokrat saat menjabat sebagai anggota DPRD Jawa Barat di periode 2014 hingga 2019 lalu.

Dia kemudian keluar dari barisan partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu saat maju di Pilkada 2015 lalu.

Irvan melabuhkan hati ke Partai Golkar. Dia diusung Golkar, PKB, dan PBB di pilkada. Hasilnya, Irvan sukses menjadi pengganti ayahnya.

Tak lama kemudian, Irvan ikut jejak ayahnya yang menjabat sebagai pemimpin Partai Nasdem Cianjur. Di Nasdem, Irvan menjabat sebagai Ketua Garda Pemuda (GP) Nasdem Jawa Barat.

 ■ RED/RIO/BUDHI

Read other related articles

Loading...

Also read other articles

© Copyright 2018 SUARAMERDEKA.CO.ID | All Right Reserved