Tolak Kompensasi Proyek Kereta Cepat Rp. 16,5 Miliar, Bupati Bandung Barat: Uang Sebesar Itu Cukup Buat Apa?


SUARAMERDEKA.co.id ■ Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna dengan tegas menolak uang kompensasi dari proyek kereta cepat Jakarta -Bandung sebesar Rp 16,5 miliar. Uang sebesar itu dinilai terlalu kecil dan tidak akan berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

"Saya mendapat laporan dari staf, katanya PT KCIC akan memberikan bantuan atau semacam kompensasi sebesar Rp 16,5 miliar untuk Kabupaten Bandung Barat (KBB), jelas akan saya tolak. Uang sebesar itu cukup buat apa? Membangun apa?" kata Aa Umbara di Ngamprah, Minggu (21/10), seperti dikutip dari GalaMedia.

Dia menambahkan, keberadaan proyek kereta cepat di KBB harus mendapat manfaat lebih bagi masyarakat KBB, terutama di daerah sekitar. Pasalnya, selama pengerjaan yang muncul kepermukaan berkaitan dengan penggunaan tenaga kerja asing asal Cina.

"Saya tidak minta dalam bentuk uang, tapi proyek pembangunan. Contoh dong PT PLN yang membangun PLTA Upper Cisokan sampai memberikan comunity development (Comdev) Rp 225 miliar.

Bantuan itu digunakan untuk peningkatan rehabilitasi jalan kabupaten, pembangunan rumah sakit lengkap dengan fasilitasnya.
Khusus di KBB, semua bantuan diarahkan untuk kecamatan di wilayah selatan.

"Luas proyek PLTA Upper Cisokan hanya 450 hektare sementara PT KCIC membangun jaringan kereta cepat sekaligus dengan stasiun atau transit oriented development (TOD) di Cikalongwetan mencapai luas 2.800 hektare. Tadinya hanya 1.270 hektare namun PT KCIC minta perluasan," paparnya.

Salah satu yang dibutuhkan oleh masyarakat adalah peningkatan akses jalan dari Cikalongwetan menuju Cisarua. Anggaran yang untuk peningkatan ruas jalan tersebut mencapai sekitar Rp 165 miliar.

"Silahkan PT KCIC yang membangunnya. Saya menganggap penting peningkatan akses jalan tersebut karena bisa menumbuhkan perekonomian masyarakat. Bahkan KCIC juga diuntungkan, karena penumpang yang turun di Walini dengan tujuan ke objek wisata di Lembang dan sekitarnya jadi lebih mudah. Tidak harus memutar ke Kota Bandung, itu berarti orang Jakarta yang hendak berwisata bakal banyak yang menggunakan kereta cepat," paparnya.

(Sumber: GalaMedia)


Belum ada Komentar untuk " Tolak Kompensasi Proyek Kereta Cepat Rp. 16,5 Miliar, Bupati Bandung Barat: Uang Sebesar Itu Cukup Buat Apa?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel