Habib Bahar bin Smith Sempat Dipersekusi di Manado, Arifin Ilham: Demi Allah Ghiroh Imanku Semakin Menyala


SUARAMERDEKA.co.id ■ Ustadz Arifin Ilham merasa geram dengan insiden penolakan Habib Muhammad Bahar bin Ali bin Smith di Manado, Sulawesi Utara kemarin.

Oleh karena itu, Ustadz Arifin mengatakan, siap bejihad jika ada yang menyakiti ulama.

Demikian hal tersebut diungkapkan  Arifin Ilham secara langsung diakun Instagramnya, pada Selasa (16/10/2018).

"Astagfirullah tahun lalu segelintir preman mengadang ayahanda Tengku Dzulkarnain masuk dengan leluasa bahkan ke lapangaan pendaratan pesawat bandara Kalimantan Tengah dengan mandau terhunus," ujarnya di awal tulisannya.

"Begitu pula segelintir preman mengadang Ustaz Abdul Somad dengan keris terhunus di Bandara Bali, sekarang terulang lagi segelintir preman leluasa dengan parang menari-nari mengadang Habib Bahar dan Habib Hanip di Bandara Manado," lanjutnya.

Bahkan, Arifin mempertanyakan soal kondisi bandara yang seharusnya tidak boleh terdapat massa.

"Kawasan bandara yamg harus steril jadi kawasan preman? Kalau keadilan sudah hilang Hukum sudah lumpuh. Demi Allah ghiroh imanku semakin menyala. Satu ulama ku dibunuh aku pimpin JIHAD," tegasnya.

"Wajibku sampaikan karena berulang dan berulang lagi. Wajibku sampaikan karena cintaku pada ulamaku. Wajib ku sampaikan karena cinta dan rinduku pada NKRI yang adil makmur dan rakyat sejahtera," tulis Arifin di akhir unggahannya.


Belum ada Komentar untuk " Habib Bahar bin Smith Sempat Dipersekusi di Manado, Arifin Ilham: Demi Allah Ghiroh Imanku Semakin Menyala"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel