Ansor Akui Pembakaran Bendera Tauhid di Garut Salahi Aturan Protap


SUARAMERDEKA.co.id ■ Ketua Umum GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas mengakui ada oknum anggota Banser yang telah membakar bendera berlafadz tauhid, dan itu diyakini para pelaku sebagai bendera HTI. Meski demikian Yaqut menyayangkan insiden itu terjadi.

"Saya menyayangkan atas apa yang dilakukan teman-teman Banser di Garut. Protapnya tidak begitu. Protapnya, kalau menemui simbol lalu diserahkan ke kepolisian, bukan dibakar sendiri. Itu yang kemudian kami anggap sebagai kesalahan," kata Yaqut sebagaimana disitat dari Detikcom, hari ini.

Sementara juri bicara HTI Ismail Yusanto menyatakan yang dibakar kemarin adalah bendera yang dikenalnya dengan nama Ar Roya.

"Ada banyak pernyataan yang mengatakan bahwa bendera yang dibakar kemarin adalah bendera HTI. Saya perlu tegaskan bahwa HTI tidak memiliki bendera," kata Ismail lewat keterangan tertulis di atas video yang diunggah di akun Twitter-nya, hari ini. (23/10)

Ismail menambahkan, yang dibakar dalam video yang beredar luas kemarin adalah Ar Roya (Panji Rasulullah), bendera berwarna hitam yang bertuliskan kalimat tauhid.

Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Soedarmo menyatakan, di dalam bendera HTI, terdapat tulisan 'Hizbut Tahrir Indonesia' di bawah kalimat tauhid. Sedangkan bendera tauhid biasa berupa bendera yang berisi tulisan kalimat tauhid.

"Yang kami larang itu adalah bendera dengan simbol HTI, bukan bendera tauhid. Keduanya berbeda, kalau HTI ini mencantumkan tulisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di bawah kalimat 'Lailahaillallah'," kata Soedarmo dalam artikel yang dipublikasikan situs resmi Kemendagri pada Juli 2017, dikutip pada Selasa (23/10/2018).

■ (Lisnawati/ Sumber: Detikcom)


Belum ada Komentar untuk " Ansor Akui Pembakaran Bendera Tauhid di Garut Salahi Aturan Protap"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel