Walisongo dan Filosofi Ketupat

Siapa yang tidak kenal dengan makanan khas Lebaran satu ini. Ketupat adalah Hidangan yang identik  dengan  Lebaran  ini memang sangat nikmat...

Siapa yang tidak kenal dengan makanan khas Lebaran satu ini. Ketupat adalah Hidangan yang identik  dengan  Lebaran  ini memang sangat nikmat dan mengenyangkan. Apalagi jika ditambah dengan opor atau sambal goreng ati.

Ketupat atau biasa disebut kupat terbuat dari beras. Beras ini dimasukkan ke dalam anyaman daun kelapa muda (janur) kemudian dikukus sampai matang. Ketupat memang paling banyak dijumpai waktu lebaran tiba. Nggak hanya di Indonesia, ketupat juga bisa dijumpai di Malaysia, bahkan di Singapura.

Tapi jangan hanya bisa makan saja lho. Kamu juga perlu tahu bagaimana asal usul dan sejarah ketupat yang sering kita santap disetiap hari Lebaran itu.

Pada awalnya, Sunan Kalijaga adalah orang yang pertama kali memperkenalkan ketupat kepada masyarakat Jawa. Beliau membudayakan dua kali Bakda, yaitu Bakda Lebaran dan Bakda Kupat.

Bakda Kupat dimulai seminggu sesudah Lebaran. Pada hari itu, hampir setiap rumah di tanah Jawa terlihat menganyam ketupat dari daun kelapa muda. Setelah sudah selesai dimasak, ketupat tersebut diantarkan ke kerabat yang lebih tua dan menjadi sebuah lambang kebersamaan.

Filosofi Ketupat


Ketupat ternyata memiliki beberapa pengertian, diantaranya adalah pertama, mencerminkan kehidupan manusia  yang nggak bisa hanya segaris lurus janur. Kehidupan manusia itu memang harus rumit, terkait satu sama lain, saling mengikat antar simpul layaknya anyaman ketupat. Karena dilihat dari rumitnya anyaman bungkus ketupat.

Kedua, mencerminkan kebersihan dan kesucian hati setelah mohon ampun dari segala kesalahan. Dilihat dari warna putih ketupat jika dibelah dua. Ketiga, mencerminkan kesempurnaan, jika dilihat dari bentuk ketupat.

Sementara itu, dalam filosofi Jawa, ketupat atau kupat berarti ëngaku lepatí atau mengakui kesalahan. Ada juga, kupat  dapat diartikan dengan ëlaku papatí atau empat tindakan. Laku papat itu adalah Lebaran, Luberan, Leburan dan Laburan.

Yang pertama,  Lebaran. dari kata lebar yang berarti selesai. Ini dimaksudkan bahwa tanggal satu Syawal adalah tanda selesainya menjalani puasa, maka tanggal itu biasa disebut dengan Lebaran. Lalu  Luberan, berarti melimpah. Ibarat air dalam tempayan, isinya melimpah, sehingga tumpah ke bawah. Ini simbol yang memberikan pesan untuk memberikan sebagian hartanya kepada fakir miskin, yaitu sedekah dengan ikhlas seperti tumpah atau lubernya air dari tempayan tersebut.

Kemudian Leburan, maksudnya adalah bahwa semua kesalahan dapat lebur (habis) dan lepas serta dapat dimaafkan pada hari tersebut. Yang terakhir adalah  Laburan. Di Jawa, labur atau kapur adalah bahan untuk memutihkan dinding. Ini sebagai simbol yang memberikan pesan untuk senantiasa menjaga kebersihan diri lahir dan batin. Jadi maksudnya, setelah melaksanakan leburan (saling maaf memaafkan) dipesankan untuk tetap  menjaga sikap dan melakukan tindakan yang baik, sehingga dapat mencerminkan budi pekerti yang baik pula.

Selain sebagai simbol maaf, dahulu ketupat juga sering digantung di atas pintu masuk rumah sebagai semacam jimat penolak bala. Namun, tradisi tersebut sekarang sudah jarang dilakukan. Di Bali ketupat sering pula dipersembahkan sebagai sesajian upacara.

(SM/berbagaisumber)

COMMENTS

Nama

ARTI MIMPI,5,BISNIS,75,FATWA ULAMA,2,GAYA HIDUP,2,Ilmu Karomah,6,Ilmu Pengasihan,7,Info Animisme,5,Info Ghaib,6,Info Kejawen,11,Info Klenik,11,Info Mistik,6,Info Palmistry,4,Info Paranormal,8,Info Primbon,26,Info Ramalan,3,Info Tahyul,3,Inside SUARA MERDEKA,165,Jaringan IT,2,JARINGAN USAHA UMMAT,6,KESEHATAN,9,KRIMINAL,19,MASJID,17,MENUJU ISTANA,10,MITOS,6,NASIONAL,46,OLAH RAGA,12,OPINI,11,PETUAH,45,PETUAH BIJAK,9,PETUAH GURU,26,PETUAH IT,8,PETUAH PAHLAWAN,7,PETUAH SEHAT,14,PETUAH ULAMA,27,PETUAH WALI,13,PETUAH WANITA,10,PETUAH ZAKAT,4,POLITIK,15,SEPUTAR MASJID,6,SERBA SERBI,45,SUPRANATURAL,4,TAFSIR MIMPI,3,TIPS HIJAB,1,TNI POLRI,150,
ltr
item
SUARA MERDEKA: Walisongo dan Filosofi Ketupat
Walisongo dan Filosofi Ketupat
https://4.bp.blogspot.com/-0CJCvuoOQMo/WVEYwpH-rhI/AAAAAAAAAPM/AL-CorYNj4s5NStVyHv-mNuSLH8a7B86QCLcBGAs/s400/tupat.jpg
https://4.bp.blogspot.com/-0CJCvuoOQMo/WVEYwpH-rhI/AAAAAAAAAPM/AL-CorYNj4s5NStVyHv-mNuSLH8a7B86QCLcBGAs/s72-c/tupat.jpg
SUARA MERDEKA
https://www.suaramerdeka.co.id/2017/06/walisongo-dan-filosofi-ketupat.html
https://www.suaramerdeka.co.id/
https://www.suaramerdeka.co.id/
https://www.suaramerdeka.co.id/2017/06/walisongo-dan-filosofi-ketupat.html
true
7626371693356800895
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU KANAL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy