SUARAMERDEKA.CO.ID

SUARA MERDEKA HARI INI

NASIONAL

POLITIK

SERBA SERBI

KRIMINAL

Monday, March 18, 2019

Panglima TNI: Satsiber TNI Melindungi Infrastruktur Kritis TNI


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Satuan Siber Tentara Nasional Indonesia (Satsiber TNI) memiliki tugas untuk melindungi dan mempertahankan infrastruktur kritis TNI yang terhubung satu dengan yang lainnya.

Demikian dikatakan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. dalam sambutannya pada acara peresmian Sistem Siber TNI, bertempat Gedung Siber Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (18/3/2019).

Panglima TNI menyampaikan bahwa ada 4 (empat) fungsi yang harus dimiliki Siber TNI yaitu deteksi, proteksi, recovery dan meyakinkan bahwa sistem siber yang berjalan tidak terdapat lubang atau kelemahan pertahanan yang bisa dimasuki oleh malware maupun backdoor.

“Jangan sampai digunakan untuk mengambil data dan mengawasi kita ataupun menjadi ancaman terjadinya kelumpuhan dalam sistem Siber TNI”, tegasnya.

Di sisi lain, Panglima TNI mengingatkan akan kejadian yang tidak terprediksi seperti serangan teroris yang ada di New Zealand.  Menurutnya, peristiwa ini dapat dikaitkan pada satu teori yang ditulis oleh Nassim Nicholas Taleb dikenal dengan Black Swan Theory (Teori Angsa Hitam) yang menjelaskan pada peristiwa langka memiliki dampak besar, sulit diprediksi dan di luar perkiraan biasa.

“Jika dikaitkan dengan Tugas Pokok TNI, dengan kehadiran Satsiber TNI ini diharapkan mampu memprediksi atau meramalkan apa yang terjadi walaupun secara terbatas dengan menganalaisa jejak digital yang terjadi di dunia maya”, ujarnya.

Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya Wakasad Letjen TNI Tatang Sulaiman, Wakasal Laksdya TNI Wuspo Lukito, S.E., M.M., Wakasau Marsdya TNI Fahru Zaini Isnanto S.H., M.DS., Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto, Irjen TNI Letjen TNI M. Herindra, M.A., M.Sc., Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Mayjen TNI (Purn) DR. Djoko Setiadi, M.Si., Deputi Bidang Identifikasi dan Deteksi BSSN Irjen Pol. Drs. Dharma Pongrekun, MM.,M.H., serta Dansatsiber TNI Brigjen TNI (Mar) Markos.

 ■ Rasyid/Pspen TNI 

Yonif Raider 321 Kostrad Gelar Pengobatan Massal di Asmat Papua



SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Dalam rangka Hari Perawat Nasional yang jatuh pada tanggal 17 Maret, Satuan Tugas Batalyon Infanteri Raider (Satgas Yonif R) 321 Kostrad Gelar Bakti Sosial berupa Pengobatan Massal bekerja sama dengan Puskesmas Desa Mumugu Batas Batu Distrik. Sawa Erma Kab. Asmat, Sabtu, (16/03/19)

"Kegiatan kolaborasi ini berkomitmen untuk mensejahterakan kesehatan masyarakat dari semua kelompok usia, mulai dari balita hingga warga yang lanjut usia, kegiatan Pengobatan massal ini mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat setempat hal ini dapat dilihat jumlah masyarakat yang berobat lebih dari 100 orang" ujar dokter Satgas Yonif R 321 Kostrad, Letda Ckm dr. M. Barkah.

Kegiatan tersebut merupakan kerja sama antar Tim Kesehatan Satgas Yonif Raider 321 Kostrad dengan Tim Kesehatan Puskesmas Sawa Erma Kab. Asmat dibawah penganggung jawab Kepala Puskesmas Bapak  Mathius Parate, yang menugaskan sepuluh petugas kesehatan lainnya.

Selain itu juga pelayanan kesehatan ini, memberikan perhatian khusus pada pertumbuhan dan gizi anak, dimana anak-anak merupakan penerus masa depan negara Indonesia. " ucap  Dansatgas Yonif R 321 Kostrad, Mayor Inf Deri Indrawan.

Bpk. Matias Keneyam (47) Masyarakat Ds. Mumugu dua mengatakan "Kami mengucapkan terimakasih dan merasa terbantu dengan pelayanan kesehatan ini dan warga mengharapkan diadakannya kegiatan pengobatan massal  setiap bulannya."

■ Rasyid/Penkostrad 

Kaskostrad Pimpin Upacara 17-an Bulan Maret Tahun 2019 di Makostrad


SUARAMERDEKA.CO.ID Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kaskostrad), Mayor Jenderal TNI M. Bambang Taufik, bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) pada upacara 17-an yang berlangsung di lapangan upacara Markas Kostrad, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (18/3/2019).

Upacara 17-an ini diawali dengan menaikkan bendera merah putih, pembacaan Pancasila oleh inspektur upacara diikuti oleh seluruh peserta upacara, pembacaan pembukaan UUD 1945, pengucapan Sapta Marga dan pembacaan Panca Prasetia Korpri, kegiatan upacara yang rutin dilaksanakan tanggal 17 tiap bulan tersebut diikuti oleh Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS Makostrad.

Pada kesempatan ini Kaskostrad membacakan amanat Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan, S.H., M.Tr (Han), yang memberikan apresiasi kepada seluruh Prajurit dan PNS TNI .

Saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kinerja dan semangat yang tidak pernah surut hingga saat ini, karena prajurit Kostrad harus selalu siap untuk melaksanakan tugas-tugas selanjutnya, kata Letnan Jenderal TNI Besar Harto Karyawan, S.H., M.Tr (Han).

Dalam Amanat yang dibacakan Kaskostrad, Pangkostrad mengatakan, “salah satu tugas TNI AD dari 4 (empat) tugas sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, adalah melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan di darat, dengan menyelenggarakan perencanaan, pengembangan, pengerahan dan pengendalian wilayah untuk kepentingan pertahanan di darat, sesuai dengan Sistem Pertahanan Semesta (Sishanta). Pemberdayaan wilayah pertahanan aspek darat selama ini diimplementasikan melalui berbagai kegiatan Pembinaan Teritorial (Binter) dalam rangka mendukung tugas pokok TNI AD”.

Pada amanatnya, Pangkostrad  mengingat kepada seluruh Prajurit dan PNS Kostrad bahwa tahun ini merupakan tahun politik, dimana pada bulan April nanti akan diselenggarakan Pemilihan Legislatif (Pilleg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres). Pesta demokrasi tersebut biasanya akan diiringi dengan meningkatnya suhu politik di tanah air. Sehingga  kesiapsiagaan  satuan harus menjadi prioritas utama para Komandan Satuan dalam rangka mengantisipasi setiap perkembangan situasi maupun dinamika yang terjadi.

“Disamping itu para Komandan Satuan harus menyelenggarakan kegiatan-kegiatan keagamaan/rohani sebagai upaya untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan anggota kepada Tuhan YME sebagai landasan etika dan moral yang baik dalam berpikir dan bertindak," Ungkap Pangkostrad.

■ Rasyid/Penkostrad

Chelsea Gagal Manfaatkan Momentum di Pekan ke-30 Premier League


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Chelsea gagal memanfaatkan momentum pada pekan ke-30 Premier League. Sebab, sisa satu pertandingan dengan peringkat lima klasemen sementara Premier League, Manchester United, malah keok 0-2 saat melawan Everton.

Derby London tersebut membuat Chelsea harus puas berada di peringkat enam klasemen dengan 57 poin.

Everton yang main trengginas di Goodison Park, benar-benar membuat Chelsea mati kutu. Khususnya di babak kedua.

Makanya, Richarlison mampu membungkam Chelsea dengan golnya di menit 49. The Blues - julukan Chelsea mencoba membalas dengan beberapa serangan dari sayap. Namun, kompaknya para pemain belakang Everton yang dikomando Michael Keane, membuat Chelsea frustrasi.

Malah, tim besutan Maurizio Sarri itu kebobolan lagi pada menit 72. Kali ini giliran Gyfli Sigurdsson yang mencetak gol. Skor 2-0 bertahan hingga bubaran untuk kemenangan tuan rumah.

Kekalahan ini membuat selisih poin Chelsea dengan United masih tetap, yakni 2 poin. Jika saja menang, maka Chelsea naik di klasemen, dan menggeser United.

“Segalanya buyar dengan kebuntuan di babak pertama. Kami justru kehilangan momentum di babak pertama itu,” kata Sarri dikutip situs resmi klub.
Mantan pelatih Napoli itu berharap bisa berubah di laga berikutnya.

“Kami sedang dalam keadaan baik sebenarnya. Tapi malam ini buruk. Kami harus berjuang lagi,” lanjut Sarri.
Everton yang mendapat 3 poin, kini berada di peringkat 11 dengan 40 poin.

Polisi Benarkan 3 Orang Diamankan Saat Ikuti Apel Kebangsaan di Semarang


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Meskipun mendapat kritik dari berbagai pihak Gubernur Jawa Tengah tetap menggelar Apel Kebangsaan yang menghabiskan dana 18 Miliar dari APBD Jawa Tengah.

Meskipun faktanya Jawa Tengah adalah runner up jumlah penduduk miskin tertinggi se Indonesia namun tidak menyurutkan langkah Pemprov menghamburkan uang rakyat untuk apel ini.

Apel Kebangsaan sendiri berjalan sesuai rencana menghadirkan beberapa tokoh dan diikuti peserta yang justru terlihat didominasi penggemar band Slank.

Bukannya ikut mendengarkan ceramah atau membaca deklarasi damai, para remaja yang mengaku sebagai Slankers ini justru mabuk-mabukan di area Simpang Lima Semarang, tempat dilaksanakannya Apel Kebangsaan ‘Kita Merah Putih’, Minggu (17/3/2019).

Polisi di posko pengamanan yang mendapat laporan pun menciduk para remaja ini.

Beberapa di antaranya melarikan diri, tiga sisanya ditangkap petugas gabungan baik polisi maupun Satpol PP.

Dalam kondisi mabuk, ketiganya dibawa ke Posko Pengamanan Apel Kebangsaan.

Para remaja yang masih di bawah umur ini diinterograsi petugas.

Bukannya takut, seorang di antaranya justru lantang menjawab dirinya mabuk.

“Iya Pak, mabuk,” kata remaja tersebut.

Alasan mereka mabuk pun bikin polisi geleng kepala.

Mereka sengaja mabuk-mabukan agar lebih enak bergoyang saat grup band Slank membawakan lagu.

“Kami Slankers, Pak. Jadi harus mabuk dahulu sebelum joget. Biar enak jogetnya,” katanya.

Ketiga remaja yang mengaku berasal dari Kecamatan Semarang Tengah ini sudah menenggak minuman keras berjenis ciu sebelum tiba di Lapangan Simpang Lima Kota Semarang.

“Tadi saya bawa dua botol ciu, diminum waktu naik bus ke sini. Sisanya diminum sama teman-teman di lapangan tadi,” ujarnya.(tribunnews/sp)

 

Sunday, March 17, 2019

TNI Salurkan Bantuan Ribuan Keramik Untuk Warga Pekalongan


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang dilaksanakan setiap tahun di seluruh wilayah Indonesia, menyalurkan bantuan berupa ribuan keramik untuk pembangunan bedah rumah warga, Masjid dan Madrasah.

Pada program TMMD kali ini, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. menyumbangkan sekitar 10.000 m2 keramik bagi warga masyarakat yang berada di Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Sabtu (16/3/2019).

Penyaluran bantuan keramik oleh Prajurit TNI di Pekalongan tersebut, meliputi pembangunan 258 rumah warga (5.312 dus), 27 Masjid (2.410 dus) dan 26 Madrasah (2.304 dus).

“Mudah-mudahan bantuan keramik ini dapat bermanfaat bagi warga masyarakat Pekalongan yang membutuhkan, dan prajurit TNI siap membantu dalam membedah pembangunan baik rumah, Masjid maupun Madrasah,” kata Panglima TNI.

Bantuan keramik yang disalurkan oleh TNI tersebut, merupakan hibah dari PT Arwana Citramulia Tbk, sebanyak 35.000 m2 yang diserahkan secara langsung oleh Direktur Utama PT Arwana Citramulia Tbk., Tandean Rustandy kepada Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, di Mabes TNI, Cilangkap, kemarin.

■ Rasyid/Penkostrad

Friday, March 15, 2019

Wakil Bupati Sumedang Panen Terong, Erwan: Kita Harus Bangga Jadi Petani


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Wakil Bupati Sumedang, Erwan Setiawan mengaku kagum atas upaya dan kerja keras para petani sayuran di Blok Sampalan, Desa Sukawangi, Kecamatan Pamulihan. Pasalnya, selain memiliki etos kerja yang tinggi, emak-emak petani sayur didaerah ini juga memiliki semangat juang yang luar biasa.

Oleh sebab itu, Erwan mengajak kaum milenial atawa pemuda di Sumedang turun ke kebun untuk bertani. "Emak-emak disini sudah memberi contoh yang baik bagi kita semua, utamanya generasi milenial agar tidak berpangku tangan. Jangan kalah sama emak-emak," himbaunya.

Dalam kunjungannya itu, Erwan mengaku ikut serta panen sayuran, seperti terong dan jenis palawija lainnya. Tentu saja bersama emak-emak para petani sayur yang patut dibanggakan itu.

Menurut Erwan, keberhasilan emak-emak petani sayur tersebut harusnya bisa jadi motivasi bagi pemuda atau kaum millennial. Bahkan sudah sepatutnya mereka ambil posisi tersebut.

Apalagi di beberapa daerah, imbuhnya, banyak pemuda yang sudah sukses dalam bidang pertanian. Dan tentunya dengan kemudahan dan kemajuan teknologi saat ini, kaum millennial akan lebih mudah untuk meningkatkan hasil produksi hingga pemasaran.

"Yang kita ingat, kebutuhan akan pangan bakal terus meningkat seiringan dengan pertumbuhan penduduk. Oleh sebab itu, bidang pertanian memiliki prosfek yang baik untuk ditekuni. Dan kita harus bangga jadi petani," pungkasnya.

Pengurangan Anggaran UN Berpengaruh Terhadap Pasukan Perdamaian PBB


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Penasehat Militer Perwakilan Tetap Republik Indonesia (Penmil PTRI) untuk PBB di New York, Amerika Serikat, Brigjen TNI Fulad, S.Sos, M.Si, beberapa waktu lalu menghadiri sidang Military Staff Committee (MSC) Dewan Keamanan PBB, bertempat di Markas Besar PBB, New York.

Sidang dihadiri oleh 15 Negara-Negara Anggota Dewan Keamanan PBB periode 2019-2020 yakni Amerika Serikat, Rusia, China, United Kingdom, France, Indonesia, German, Peru, South Africa, Poland, Belgium, Dominican Republic, Kuwait, Equatorial Guinea dan Cote D’Ivore.

Pada sidang tersebut dibahas tentang kebutuhan anggaran yang besar dalam operasi Pemelihara Perdamaian PBB yang tersebar di 38 wilayah operasi dan di 30 Negara Misi United Nations (UN).  Kebutuhan anggaran selain untuk operasional Pasukan PBB juga untuk kebutuhan housing, transportasi udara, biaya transportasi darat, biaya transportasi laut, rotasi pasukan, untuk kebutuhan BBM, kebutuhan air minum, medical support unit dan lainnya.

Military Staff Committee membahas kebutuhan biaya penggelaran operasi Pemelihara Perdamaian PBB yang memerlukan anggaran tinggi mencapai $ 6.8bn, anggaran tersebut didapat dari iuran negara-negara yang tergabung dalam anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa.  Hal ini menjadi sangat penting mengingat saat ini PBB mengurangi anggaran yang cukup signifikan, sehingga berdampak pada hampir seluruh Misi PBB yang digelar di belahan dunia.

Hal yang sangat krusial dengan pengurangan anggaran PBB yakni penutupan Misi UNAMID di Darfur – Sudan yang sudah dimulai pada Desember 2018 dan akan ditutup permanen pada Juni 2019. Dengan penutupan Misi UNAMID maka tanggung jawab keamanan diserahkan kepada Pemerintah Sudan untuk dapat mengelola keamanan dan melanjutkan proses rekonsiliasi yang masih terus berlangsung.

Pada kesempatan tersebut, Penmil PTRI untuk PBB, Brigjen TNI Fulad menyampaikan bahwa proses rekonsiliasi harus terus berjalan dan kemanan yang sudah berhasil disepakati dapat ditingkatkan sehingga akan membawa perdamaian yang abadi di Sudan.

Dijelaskan pula bahwa Indonesia tergabung dalam proses perdamaian di Sudan, dimana TNI telah mengirimkan prajuritnya yang tergabung dalam Kontingen Garuda ke UNAMID sejumlah 800 orang, Artinya bahwa Prajurit Kontingen Garuda telah ikut andil dalam memberikan rasa aman dan damai di Sudan dalam rangka mengamankan penduduk di Negara yang dilanda konflik dan membantu meningkatkan kesejahteraan rakyatnya.

“Saat ini Kontingen Garuda (Konga) Indonesia sedang melaksanakan tugas di sembilan Misi United Nations Peacekeeping Operations (UNPKO) yang tersebar mulai dari Asia, Timur Tengah dan Afrika yang berjumlah 3.334 personel”, ungkapnya.

■ Rasyid/Puspen TNI 

Satgas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-M/UNIFIL Rayakan Peringatan IWD di Lebanon


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Satuan Tugas (Satgas) Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-M /United Nations Interim Forces in Lebanon (UNIFIL) pimpinan Letkol Inf Arfa Yudha Prasetya, merayakan peringatan “International Women’s Day” (IWD), bertempat di Gedung Pertemuan Desa  Suwwanan, Lebanon Selatan, baru-baru ini.

Kegiatan perayaan IDW dimeriahkan oleh Wanita TNI Satgas Batalyon Mekanis TNI Konga XXIII-M/UNIFIL dengan penampilan tarian tradisional Indonesia diantaranya adalah tari Indang dan Ondel-ondel yang merupakan tarian tradisional asli dari Jakarta khususnya Betawi.

Selain tarian radisional, peringatan “International Women’s Day” (IDW) juga menghidangkan beberapa makanan tradisional seperti dadar gulung, lumpia, perkedel dan risoles untuk memperkenalkan makanan khas Indonesia.

■ Rasyid/Penkostrad



AS Serukan Keadaan Darurat di Sudan


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Kelompok-kelompok HAM menyuarakan keprihatinan tentang tindakan kekerasan Sudan terhadap protes anti-pemerintah, yang telah melanda negara Afrika sejak Desember lalu. Kelompok hak asasi manusia mengatakan tindakan itu telah menewaskan sedikitnya 60 orang dan ratusan di penjara.

Meningkatnya biaya roti dan bahan bakar memicu protes awal, yang dengan cepat meningkat untuk menuntut penghapusan Presiden Omar al-Bashir sejak lama.

Jehanne Henry, associate director divisi Afrika di Human Rights Watch, mengatakan penumpasan meluas oleh polisi Sudan ditujukan pada para pemimpin oposisi, pengunjuk rasa, aktivis dan jurnalis.

"Protes-protes ini sedang berlangsung setiap hari dan mereka telah menghadapi cukup banyak kekerasan dan pelanggaran oleh pasukan keamanan pemerintah yang menimbulkan pemukulan yang sangat brutal terhadap orang-orang ketika menangkap mereka. Banyak yang telah terbunuh sejauh ini," katanya kepada kanto berita VOA.

Namun para pejabat Sudan mengatakan kelompok-kelompok HAM melebih-lebihkan jumlah korban tewas.

Seorang pejabat senior Sudan yang berbicara kepada VOA dengan syarat anonim mengatakan, "Para pemrotes mengambil keuntungan dari situasi ini dan melanggar hukum dengan mencuri, menjarah, dan merusak properti pemerintah." Dia mengatakan ada kurang dari 31 kasus. Namun ini masih merupakan "jumlah besar dan masalah serius," pejabat itu mengakui.

Akun lokal

Penduduk setempat menuduh bahwa otoritas Sudan menargetkan semua orang yang bersimpati dengan protes.

Momena Bashir mengatakan bahwa ayahnya, Muawiya Bashir, 57, baru-baru ini meninggal di sebuah rumah sakit di ibukota, Khartoum, setelah polisi Sudan menembaknya di dalam rumahnya.

Dia mengatakan polisi telah menargetkan ayahnya karena dia menyembunyikan beberapa pemrotes yang bersembunyi dari pasukan keamanan Sudan.

"Ayahku menaruh simpati pada para pemrotes," kata Bashir kepada VOA. "Ayah saya percaya bahwa rezim Sudan korup dan menghancurkan negara kita.

"Kami tidak tahu apa yang akan terjadi pada kami. Kami masih dalam keadaan shock ... setelah kematian ayahku," katanya.

Sikap AS

Para pejabat A.S. telah dengan tajam mengkritik Khartoum karena kekerasan resmi terhadap pengunjuk rasa damai yang menuntut perubahan politik di negara itu.

"Benar-benar tidak dapat diterima bagi pasukan keamanan untuk menggunakan kekerasan yang berlebihan untuk menindak demonstran, untuk menggunakan penahanan tanpa tuduhan, tentu tidak dapat diterima untuk menggunakan kebrutalan, penyiksaan ... dan tidak perlu dikatakan bahwa tidak ada alasan siapa pun harus dibunuh," kata Cyril Sartor, direktur senior untuk Afrika di Dewan Keamanan Nasional AS.

Pejabat A.S. juga telah menyuarakan keprihatinan tentang keadaan darurat di Sudan.

"Kami sangat prihatin dengan deklarasi negara darurat nasional dan menyerukan pemerintah Sudan untuk menghormati hak semua individu di Sudan, segera mengakhiri penindasan kekerasan terhadap protes damai dan mencari pertanggungjawaban bagi mereka yang bertanggung jawab atas pelanggaran dan penganiayaan, "Jonathan Cohen, yang bertindak sebagai wakil tetap AS untuk PBB, mengatakan pada Dewan Keamanan yang memberikan pengarahan tentang situasi di Sudan pekan lalu.

Dalam upaya untuk mengakhiri gerakan protes, Presiden al-Bashir, yang telah berkuasa sejak 1989, mendeklarasikan keadaan darurat nasional selama setahun pada akhir Februari, sementara mengeluarkan beberapa langkah reformasi.

Ratusan dipenjara

Sejak pemberontakan pada pertengahan Desember, pemerintah Sudan telah menahan ratusan orang, termasuk aktivis hak asasi, jurnalis, organisator dan pengunjuk rasa biasa, kata kelompok hak asasi itu.

"Ada lusinan orang yang masih dalam tahanan meskipun pemerintah terus berpura-pura membebaskan semua orang. Ia akan mengumumkan rilis, tetapi tidak akan benar-benar membebaskan semua orang," kata Henry dari HRW.

"Mereka [otoritas Sudan] bertanggung jawab atas pembunuhan orang di jalan, mereka bertanggung jawab untuk pergi ke lingkungan [dan] menarik orang keluar dari rumah mereka - perilaku yang ... membuat Khartoum lebih terlihat seperti zona perang daripada hanya operasi kepolisian , "Tambah Henry.

Beberapa analis juga menuduh bahwa reformasi al-Bashir baru-baru ini adalah seremonial terbaik dan bertujuan untuk meredakan ketegangan dengan orang-orang Sudan biasa.

"Ini bukan langkah-langkah yang bisa disebut reformasi," kata Omer Ismail, penasihat kebijakan senior di Proyek CHR, kelompok riset yang berbasis di Washington. "Ini adalah seorang diktator yang putus asa [yang] menerapkan hukum darurat perang untuk menghancurkan demonstrasi dengan paksa."

"Seorang presiden yang berarti reformasi akan memanggil lawan-lawannya ke meja untuk dialog konstruktif alih-alih mengerahkan tank di jalan-jalan," tambahnya.

Daftar terorisme AS

Tindakan keras mematikan terhadap pengunjuk rasa juga bisa mengancam upaya Sudan untuk dikeluarkan dari daftar negara sponsor terorisme A.S. AS menetapkan Sudan sebagai sponsor negara terorisme pada tahun 1993.

"Kami telah cukup jelas, cukup eksplisit ... dengan semua pemimpin pemerintah yang saya temui dengan kondisi saat ini di Sudan dan reaksi berlebihan pasukan keamanan khususnya menempatkan pembicaraan berisiko," kata Sartor dari NSC.

Pada akhir 2017, pemerintah AS mencabut sanksi ekonomi terhadap Sudan dan juga menghapus negara dari daftar negara dengan pembatasan perjalanan. (VOA/Foto: AP)





Di Kota Padang, Panglima TNI Silaturahmi Dengan 500 Rektor dan Dosen Se-Indonesia


SUARAMERDEKA.CO.ID ■  Dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Kota Padang, Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., menyempatkan diri melaksanakan silaturahmi dengan 500 Rektor dan Dosen se-Indonesia, bertempat di Universitas Negeri Padang (UNP), Jl. Prof. Dr. Hamka Air Tawar, Kota Padang, Sumatera Barat, Kamis (14/3/2019).

Ikut serta dalam rombongan Panglima TNI diantaranya, Kapolri, Jenderal Pol. Prof. H. Tito Karnavian, Ph.D., Kepala Pusat Pembinaan Mental (Kapusbintal) TNI, Laksma TNI Budi Siswanto, S.T., M.A.P., Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI, Marsma TNI M. Khairil Lubis, Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Panglima TNI, Brigjen TNI (Mar) Purnomo dan Wakil Asisten Perencana (Waasrena) Kasau, Marsma TNI Purwoko Aji Prabowo.

Sebelum berkunjung ke Universitas Negeri Padang, Panglima TNI terlebih dahulu memberikan kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) dan sambangi Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Yaqin.

Dalam acara silaturahmi tersebut, Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menerima penghargaan dari Universitas Negeri Padang yang diserahkan secara langsung oleh Rektor (UNP) Prof. Ganefri, Ph.D., dilanjutkan foto bersama.

Tampak hadir pada acara tersebut diantaranya, Gubernur Sumatera Barat Prof.  Irwan Prayitno., M.Sc. Psi., Kapolda Sumbar Irjen Pol. Drs. Fahrizal, M.Hum, Wakil Rektor 1 UNP Yunia Wardi, Wakil Rektor 2 UNP Ir. Syahri, Ph.D., Wakil Rektor 3 UNP Prof. Ardipal dan Wakil Rektor UNP Prof Syahrial.

■ Rasyid/Puspen TNI

Panglima TNI : Generasi Muda Pelopor Semangat Kebangsaaan


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Generasi muda sejak dahulu selalu menjadi pelopor dan motor semangat kebangsaan. Para pemudalah yang mendirikan dan mencetuskan Sumpah Pemuda. Selain itu, para pemuda juga yang bergerak dalam berbagai medan perjuangan, sejak perjuangan merebut, mempertahankan dan kini mengisi kemerdekaan itu sendiri.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. di hadapan sekitar 400 mahasiswa dan Civitas Akademika Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat saat memberikan kuliah umum dengan materi “Peran Pemuda dan Mahasiswa Dalam Merawat Persatuan dan Kesatuan Bangsa di Era Revolusi Industri 4.0”, di Aula Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB), Kamis (14/3/2019).

Panglima TNI mengatakan bahwa saat ini perjuangannya sedikit berbeda karena tidak lagi melawan penjajah, tidak lagi berperang, namun berjuang mengisi kemerdekaan dengan pembangunan.  Dengan keanekaragaman, ke-Bhinneka Tunggal Ika-an yang dimiliki, persatuan dan kesatuan adalah prasyarat mutlak dalam pembangunan itu.

“Untuk itu saya mengajak para Pemuda Muhammadiyah, mari kita jaga bersama persatuan dan kesatuan yang menjadi perekat bangsa ini. Kita gelorakan semangat kebangsaan dan kita siapkan diri menjadi umat yang berkualitas, umat yang mampu menjadi khalifah yang baik di muka bumi ini sebagaimana perintah Allah SWT,”  tegasnya.

Menurutnya, pemuda dan mahasiswa Muhammadiyah adalah aset yang sangat potensial bagi bangsa ini.  Pemuda dan mahasiswa adalah harapan masa depan Indonesia, di tangan para pemuda-pemudi serta para mahasiswa jaminan eksistensi Indonesia di masa depan.  “Di tangan para pemuda dan mahasiswa, Indonesia akan berjaya jangan justru sebaliknya, terjerumus dalam konflik yang tak berkesudahan”, ucapnya.

Memasuki era revolusi industri 4.0., Panglima TNI mengatakan bahwa itu merupakan sebuah era yang diwarnai dengan berbagai kemajuan teknologi dengan kecepatan yang mengagumkan. Bahkan kemajuan teknologi tersebut diwarnai dengan berbagai disrupsi-disrupsi yang di satu sisi membawa manfaat, namun di sisi lain menimbulkan paradoks.

“Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi membawa kemudahan bagi masyarakat, dalam berkomunikasi serta bersosialisasi dengan berbagai komunitas di berbagai belahan dunia, dengan hampir tanpa batas dan tanpa hambatan,” ungkapnya.

Dikatakan pula bahwa dalam menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0 ini, dibutuhkan pemuda-pemudi yang memiliki intelektualitas tinggi, konektivitas luas, dan sekaligus mentalitas kebangsaan yang tangguh.

Menurutnya, intelektualitas tinggi dibutuhkan untuk memahami perubahan teknologi dari sudut pandang keilmuan. Demikian juga konektivitas dibutuhkan untuk membangun jaringan, dalam mempercepat penyebarluasan gagasan, dan memperkuat bangunan kerja sama antar berbagai komponen bangsa.

“Sedangkan mentalitas kebangsaan dibutuhkan untuk menjaga bangsa ini tetap utuh, dalam kerangka Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia”, katanya.

Thursday, March 14, 2019

Era Revolusi industri 4.0 Dibutuhkan Peran Pemuda yang Tangguh


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. memberikan kuliah umum di hadapan sekitar 500 mahasiswa dan Civitas Akademi Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) dengan materi “Peran Pemuda dan Mahasiswa Dalam Merawat Persatuan dan Kesatuan Bangsa Di Era Revolusi Industri 4.0”, bertempat di Gedung K.H. Ahmad Dahlan, UMRI, Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Rabu (13/3/2019).

Dalam kuliah umumnya, Panglima TNI menyampaikan bahwa revolusi industri 4.0. adalah sebuah era yang diwarnai dengan berbagai kemajuan teknologi dengan kecepatan yang mengagumkan. “Bahkan kemajuan teknologi tersebut diwarnai dengan berbagai disrupsi-disrupsi yang di satu sisi membawa manfaat, namun di sisi lain menimbulkan paradox," ucapnya.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi membawa kemudahan bagi masyarakat, dalam berkomunikasi serta bersosialisasi dengan berbagai komunitas di berbagai belahan dunia, dengan hampir tanpa batas dan tanpa hambatan.

Ditambahkan pula bahwa perkembangan teknologi yang sangat pesat terjadi di bidang lain, seperti teknologi siber, transportasi, biomolekular, fisika kuantum, eksplorasi angkasa, eksplorasi bawah laut, dan tentu saja teknologi militer.  “Perkembangan teknologi yang sedemikian pesat membawa pengaruh yang luar biasa pada tata kehidupan bermasyarakat dan bernegara," katanya.

“Perkembangan teknologi membawa perubahan dalam pola komunikasi, pola sosialisasi, pola bisnis dan lain-lain yang seolah-olah saat ini kita hidup dalam dunia yang tanpa batas. Kecepatan perubahan bahkan mengalahkan kecepatan kita dalam memahami perubahan itu sendiri," tuturnya.

Panglima TNI mengatakan bahwa dalam menghadapi tantangan di era revolusi industri 4.0 ini, dibutuhkan peran pemuda dan mahasiswa yang memiliki intelektualitas tinggi, konektivitas luas, dan sekaligus mentalitas kebangsaan yang tangguh.

‘Saya berkeyakinan universitas-universitas itu center of excellence tempat orang-orang pintar, tempatnya orang-orang dididik menjadi orang-orang yang tangguh dalam menghadapi segala cobaan dan siap untuk membangun negeri ini," katanya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya, Kapolri, Jenderal Pol. Prof. H. Tito Karnavian, Ph.D., Wakil Gubernur Riau Edy Nasution, Rektor Universitas Muhammadiyah Riau, Dr. H. Mubarak, M.Si, Kapolda Riau Irjen Pol. Drs. Widodo Eko Prihastopo, Kepala Pusat Pembinaan Mental (Kapusbintal) TNI, Laksma TNI Budi Siswanto, S.T., M.A.P., Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI, Marsma TNI M. Khairil Lubis, Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Panglima TNI, Brigjen TNI (Mar) Purnomo dan Wakil Asisten Perencana (Waasrena) Kasau, Marsma TNI Purwoko Aji Prabowo.

 ■ Rasyid/Penkostrad

Panglima TNI: Terima Kasih Atas Dedikasi Prajurit Mengatasi Karhutla di Riau


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Perjuangan para prajurit untuk memadamkan api yang telah membakar lahan dan hutan tidaklah mudah, karena dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan yang sangat besar.

“Terima kasih atas dedikasi prajurit yang luar biasa, tetap semangat untuk mengabdi”, kata Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kapolri, Jenderal Pol. Prof. H.M. Tito Karnavian. Ph.D. saat meninjau lokasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Rabu (13/3/2019).

Kedatangan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto ke Pulau Rupat merupakan yang kedua kalinya dalam tempo kurang dari satu bulan terakhir.  Dimana sebelumnya, pada 24 Februari 2019 lalu, Panglima TNI telah meninjau secara langsung ke lapangan dalam rangka melihat situasi Karhutla yang telah melahap sebagian besar lahan dan hutan di Pulau Rupat.

Untuk bisa sampai ke lokasi titik api, Panglima TNI beserta rombongan harus menggunakan kendaraan roda dua dengan menembus jalan bebatuan. Terlihat banyak titik-titik api yang telah dipadamkan oleh di tim Pasukan TNI-Polri.

Di hadapan awak media Panglima TNI mengatakan bahwa bahwa Tentara Nasional Indoensia telah mengirimkan bantuan untuk memadamkan Karhutla diantaranya 100 prajurit beserta perlengkapannya, Helikopter dan Pesawat untuk pengeboman air serta operasi modifikasi cuaca. “Sedangkan untuk penempatan prajurit TNI langsung ke lokasi titik api, guna memaksimalkan pemadaman”, ucapnya.

“Situasinya sekarang sangat berbeda ketika saya datang saat terjadi kabut asap,  saya lihat dari udara ada 8 titik api yang mengeluarkan asap, tapi yang terbesar ada di Rupat ini.  Tadi saya terbang, semua sudah hijau, tidak ada api dan asap sama sekali. Itu juga dibuktikan dengan pantauan satelit, juga tidak ada titik api”, tuturnya.

Panglima TNI mengharapkan kedepan  tetap terjaga seperti ini, karena kemungkinan-kemungkinan tetap ada bisa disebabkan alam dan bisa juga oleh manusia.  “Kita sangat senang begitu melihat dari udara situasi di wilayah ini hijau royo-royo, artinya subur tidak ada kebakaran, untuk itu mari kita jaga sama-sama”, katanya.

Selanjutnya dikatakan bahwa untuk menjaga kondisi hijau ini, akan diambil langkah-langkah dengan tetap menempatkan pasukan di sini untuk menjaga lahan gambut tetap basah. “Apabila terjadi lagi kebakaran kita laksanakan fire fighting dengan menggunakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) Hujan Buatan, kalau tidak mungkin kita gunakan pesawat untuk menggunakan penyiraman air”, ujarnya.

“Untuk itulah, pasukan dan peralatan yang sudah ada disini tetap standby, apalagi sebentar lagi memasuki musim kemarau”, pungkasnya.

Kegiatan peninjauan diakhiri dengan pemberian bantuan secara simbolis oleh Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri, Jenderal Pol. Tito Karnavian kepada Tim Satgas Karhutla.

■ Rasyid/Puspen TNI 

Jelang Pilpres Banyak Berita Hoaks, Ini Kata Panglima TNI


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Negara Indonesia adalah negara besar. Oleh karena itu, kebersamaan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa adalah kunci untuk menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. di hadapan sekitar 1.850 jamaah terdiri dari para Alim Ulama, Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren serta Santri dan Santriawati, di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Kautsar Al Akbar, Jl. Pelajar No. 264, Medan Area, Sumatera Utara, Selasa malam (12/3/2019).

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa Negara Indonesia wilayahnya sangat luas, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, dan penuh dengan sumber daya alam yang melimpah. “Didalamnya bermacam-macam suku dan agama serta kaya dengan berbagai budaya yang indah”, ungkapnya.

“Hanya dengan pendidikan yang maju pula, kita dapat menjadi bangsa terkemuka dan maju. Oleh karena itu, kita harus mengisi ilmu dengan cara belajar untuk mengelola wilayah negara Indonesia yang luas ini”, ujarnya.

Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menuturkan bahwa Pondok Pesantren adalah tempat samuderanya ilmu dan bukan hanya mengajarkan pengetahuan agama. “Ilmu-ilmu pengetahuan lain juga sangat penting dan berguna untuk membangun negeri ini”, ucapnya.

Di sisi lain Panglima TNI mengatakan bahwa saat ini berita maupun informasi yang tidak bertanggung jawab (hoax) hampir setiap hari diterima.  Kadang-kadang kita sendiri juga menjadi orang yang berkontribusi untuk menyampaikan berita tersebut, karena ingin menjadi citizen journalist atau pewarta warga. 

“Untuk itu, kita tidak boleh menerima berita-berita dengan mudah tanpa didukung fakta dan data yang akurat”, ujarnya.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, pada zaman dulu perang antar Negara menggunakan kekuatan bersenjata, masuk generasi kedua juga menggunakan kekuatan bersenjata, dan saat ini perang diserang dengan informasi. 

“Mari kita sama-sama menjaga keutuhan NKRI dengan tidak mudah terprovokasi dengan berita-berita hoax. Cerdas untuk dalam menyikapi berita tersebut”, tegasnya.

Tampak hadir pada acara tersebut, diantaranya Ketua Umum Pengurus Besar Majelis Dzikir Hubbul Wathon, KH Mustofa Aqil Siradj, Pengasuh Pondok Pesantren Al Kautsar Al Akbar, KH. Buya Ali Akbar Marbun, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H., Walikota Medan HT Dzulmi Eldin, para Tokoh Lintas Agama wilayah Sumatera Utara, Uskup Agung Medan, Ketua Walubi Medan dan Jamaah Batak Muslim Indonesia.

Ikut serta mendampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, diantaranya Kapolri, Jenderal Pol. Prof. H. Tito Karnavian, Ph.D., Kepala Pusat Pembinaan Mental (Kapusbintal) TNI, Laksma TNI Budi Siswanto, S.T., M.A.P., Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI, Marsma TNI M. Khairil Lubis, Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Panglima TNI, Brigjen TNI (Mar) Purnomo dan Wakil Asisten Perencana (Waasrena) Kasau, Marsma TNI Purwoko Aji Prabowo.

 ■ Rasyid/Puspen TNI

Wednesday, March 13, 2019

Latih Satuan Polisi Pamong Praja di Puncak Jaya, Ini yang Dilakukan Satgas Pamrahwan


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Pamrahwan) Kabupaten Puncak Jaya Yonif Mekanis Raider 412 Kostrad melaksanakan kegiatan pembinaan teritorial aspek pembinaan perlawanan wilayah (Binwanwil). Kegiatan tersebut berupa pelatihan peraturan baris-berbaris (PBB) kepada anggota Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kabupaten Puncak Jaya. Senin, (11/03/2019).

Dalam melaksanakan salah satu tugas pokok pembinaan teritorial, satgas memedomani definisi Binwanwil, yaitu suatu cara pembinaan untuk menumbuhkan, meningkatkan  dan memantapkan kesadaran bela negara dalam  penyiapan wilayah pertahanan di darat melalui penyusunan Tata Ruang Kewilayahan, Pembinaan Sumber Daya Alam dan Buatan (SDAB), Sumber Daya Manusia (SDM) dan sarana prasarana bagi kepentingan pertahanan negara aspek darat.

Perwira Hukum (Pakum) Satgas Pamrahwan Yonif Mekanis Raider 412 Kostrad, Letda Chk Danang Setiyadi,S.H. melakukan komunikasi dengan Kasatpol Pamong Praja Pemkab. Puncak Jaya, bapak Herman Wamma untuk merencanakan kegiatan pelatihan dasar peraturan baris-berbaris tersebut. Kegiatan ini sangat mendasari pembentukan karakter dalam membangun kesadaran bela negara.

“Selama ini anggota kami belum pernah mendapatkan pelatihan yang bersifat menanamkan kedisiplinan dan kemampuan dasar sebagai personel penegak peraturan daerah, kami sangat berterima kasih yang telah berinisiasi memberikan pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB)," ungkap bapak Herman.

■ Rasyid/Penkostrad

Dari Kota Cimahi, Yonif Raider 323 Kostrad dan Polres Banjar Tampilkan Rampak Kendang


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Sinergitas TNI-Polri terus terjalin disetiap daerah di Indonesia. Seperti halnya di Kota Banjar selalu bekerjasama dalam berbagai hal. Terlihat dalam latihan gabungan fungsi Polda Jabar dalam rangka Pengamanan Pemilu Tahapan Inti 2019.

Pada kegiatan ini Yonif Raider 323 Kostrad mengirimkan 24 prajurit dan Polres Banjar dengan mengirimkan 30 personel. Kegiatan yang dilaksanakan selain rampak kendang diantaranya acara patroli sekala besar TNI-Polri, pengawalan VIP, Patroli gabungan TNI, Polri, Pol PP, pengawalan kotak suara dan pengamanan penghitungan surat suara, pengamanan demonstrans, pengamanan demonstrans yang melakukan penjarahan, pembebasan tawanan atau sandera, goyang maumere.

“Kita ini kan sahabat, TNI sama Polri , jadi ya namanya sahabat itu harus bersama. Maka dari itu kita ikut meriahkan kegiatan Latihan Gabungan Fungsi Polda Jabar dalam rangka Pengamanan Pemilu Tahapan Inti 2019, semoga kedepan TNI-Polri lebih harmonis lagi, lebih semangat lagi,” kata Kapolres Banjar AKBP Yulian Perdana, saat ditemui usai menghadiri acara tersebut di Lapangan Brigif 15 Kujang 2 Kota Cimahi.

Dua aparat itu bersatu dalam lantunan musik daerah. Mereka yang tergabung rampak kendang TNI-Polri menampilkan gerakan aktraktif yang menghibur peserta yang hadir. “Pada intinya dalam kegiatan ini merupakan simbol bahwa TNI dan Polri masih solid untuk bersama-sama mengamankan kedaulatan NKRI dan menjaganya dari segala macam bentuk gangguan keamanan. Baik gangguan keamanan dari dalam maupun luar negeri, demi masyarakat yang adil dan makmur,” kata AKBP Yulian Perdana.

■ Rasyid/Penkostrad

Peduli Ekonomi Kerakyatan, Rumah Aspirasi Prabowo Sandi Solo Raya Bagikan Sembako Murah


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Rumah Aspirasi Prabowo Sandi Soloraya menyelenggarakan pasar murah di kantor mereka yang beralamat di Jl. Parangkesit No.35 Laweyan, Solo. Total ada 400 paket sembako yang disiapkan untuk masyarakat dalam bazar tersebut.

Ketua Rumah Aspirasi Prabowo Sandi Soloraya, Cheche Qohar, mengatakan pasar murah tersebut merupakan hasil urunan sukarelawan Prabowo Sandi di Solo dan sekitarnya. Paket sembako tersebut berisi 3 kg beras, 1 kg gula, 1 liter minyak goreng, dan mentega 250 gram.

Paket sembako tersebut tidak dibagi secara cuma-cuma, namun masyarakat menebus dengan harga yang lebih terjangkau.

“Ada sekitar 400 paket sembako yang dijual dalam pasar murah ini. Satu paket sembako harganya Rp50.000,” jelas dia di sela-sela kegiatan, Sabtu siang.

Calon anggota legislatif (caleg) DPR dari Partai Gerindra Daerah Pemilihan (Dapil) Jateng V, Eko Sriyanto Galgendu, mengatakan pasar murah digelar sebagai bentuk kepedulian sukarelawan kepada masyarakat sekitar. Partisipasi sukarelawan ini merupakan wujud gotong royong untuk membantu masyarakat sekitar.

“Pasar murah ini adalah wujud perhatian sukarelawan kepada masyarakat. Rumah Aspirasi Prabowo Sandi ini juga berfungsi menampung aspirasi masyarakat. Semua ide, gagasan, dan kritik semuanya bisa ditampung di rumah aspirasi ini,” jelas dia.

Pria yang akrab disapa Eko Galgendu ini menuturkan Rumah Aspirasi Prabowo Sandi yang berbentuk bangunan joglo memiliki filosofi keterbukaan dan mengedepankan rasa kepedulian sosial.

Dia mengungkapkan salah satu permasalahan yang dihadapi masyarakat adalah kesejahteraan. Hal itu menjadi tanggung jawab bersama untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Sumber: espos)



Panglima TNI: Kesehatan TNI Perlu Tingkatkan Perannya di Kancah Internasional


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Kesehatan TNI perlu meningkatkan perannya di kancah internasional. Hal ini tidak saja untuk meningkatkan kapabilitas dan wawasan personel melainkan juga untuk meningkatkan pelaksanaan diplomasi militer melalui bidang kesehatan. Oleh sebab itu, gunakan kesempatan tersebut untuk menyempurnakan berbagai prosedur dan pengetahuan medis sekaligus menunjukkan eksistensi TNI.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, S.I.P. dihadapan 155 peserta Rapat Koordinasi Teknis Kesehatan (Rakorniskes) TNI Tahun 2019, bertempat di Aula Gatot Soebroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (12/3/2019).

Panglima TNI menuturkan bahwa Kesehatan TNI harus eksis dan tidak boleh absen di kancah internasional, sehingga menambah wawasan bagi Tim Kesehatan TNI. Itupun diperlukan kerja sama yang erat dan sinergi, agar semua tugas tersebut dapat berjalan secara maksimal.  “Untuk itu, laksanakan koordinasi sebaik-baiknya dengan instansi terkait lainnya khususnya yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsi kesehatan TNI,” tegasnya.

“Kesehatan TNI juga harus dapat menjawab tantangan lainnya, termasuk diantaranya perkembangan teknologi, penyakit menular yang berbahaya dan kompleksitas spektrum ancaman lainnya”, tambahnya.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan bahwa Rakorniskes TNI merupakan kesempatan yang baik untuk membahas evaluasi terhadap pelaksanaan tugas kesehatan TNI, seperti tuntutan pelayanan kesehatan kepada personel TNI dan keluarganya, pelayanan kesehatan pada masyarakat ataupun evaluasi penanganan korban luka saat operasi harus menjadi perhatian.

“Secara bertahap kesehatan TNI harus meningkatkan kapasitas dan kemampuan personel serta sarana prasarana pendukung. Selain itu juga menanamkan pemahaman dan kesadaran kesehatan preventif kepada seluruh prajurit dan keluarganya”, tegasnya.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, yang tidak kalah penting adalah perbaikan layanan dan menyesuaikan pengelolaan fasilitas kesehatan yang disesuaikan dengan kebijakan pemerintah dan perubahan peraturan tersebut menuntut berbagai persyaratan yang harus dipenuhi oleh fasilitas kesehatan TNI, baik administratif atau alat peralatan sumber daya manusia maupun kesehatan lainnya.

Panglima TNI mengatakan bahwa tema Rakorniskes TNI “Dilandasi Profesionalisme Loyalitas Dan Kemanunggalan Dengan Rakyat Kesehatan TNI Siap Memberikan Dukungan Dan Pelayanan Kesehatan Yang Optimal Guna Mendukung Pelaksanaan Tugas Pokok TNI”, diharapkan menjadi titik tolak peningkatan penyelenggaraan dukungan dan pelayanan kesehatan TNI yang tentunya harus lebih baik.

Dikatakan pula bahwa Rakorniskes TNI Tahun 2019 tidak sekedar kegiatan rutin belaka, namun agar dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi dan koordinasi untuk memberikan solusi permasalahan serta penyamaan persepsi terkait dukungan kesehatan operasi dan latihan serta pelayanan kesehatan bagi personel TNI dan keluarganya.

“Para Kepala Kesehatan, Komandan Satuan Kesehatan dan para Kepala Rumah Sakit untuk memberikan masukan kepada Pimpinan TNI sebagai pertimbangan untuk menentukan kebijakan strategis operasional maupun teknis di bidang kesehatan TNI”, pungkasnya.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Djuwita F. Moeloek, Sp.M (K) memberikan penganugerahan kepada Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto berupa Piagam Penghargaan Bidang Kesehatan Atas Keterlibatan Tentara Nasional Indonesia Dalam Penanggulangan Bencana Dan Kejadian Luar Biasa Penyakit Menular Di Indonesia.

■ Rasyid/ Puspen TNI

23 Personel FET Konga XXXIX-A Ikuti Peringatan IWD di Republik Demokratik Kongo


SUARAMERDEKA.CO.ID ■ Sebanyak 23 Personel Female Engagement Team (FET) yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) TNI Kontingen Garuda (Konga)  XXXIX-A Rapidly Deployable Battalion (RDB) Mission de l’Organisation des Nations Unies pour La Stabilisation en République Démocratique du Congo (Monusco), beberapa waktu lalu mengikuti karnaval peringatan “International Women Day” di sepanjang jalan protokol Avenue Lumumba, Propinsi Tanganyika, Republik Demokratik Kongo.

FET adalah pasukan wanita pertama yang dilibatkan dalam misi pemeliharaan perdamaian dalam Satgas TNI Konga XXXIX-A RDB Monusco, memiliki tugas dan peran sama dengan prajurit pria lainnya.

Dalam peringatan tersebut, personel FET Satgas TNI Konga XXXIX-A RDB Monusco menampilkan tarian khas Indonesia yaitu pocho-pocho dan gemufamire dengan menggunakan berbagai pakaian adat.

Peringatan International Women Day atau Hari Perempuan Internasional memiliki tujuan untuk memperjuangkan hak-hak perempuan diantaranya kesetaraan gender, perlindungan perempuan akibat kekerasan dan pemulihan perempuan akibat kejahatan seksual tersebut melibatkan perempuan dari berbagai profesi, organisasi perempuan, pelajar juga mahasiswa.

Kegiatan karnaval dibuka langsung oleh Gubernur Tanganyika Mr. Richard Ngoy Kitangala dihadiri oleh Wadan Satgas Indo RDB Monusco Letkol Inf Totok Prio Kismanto, S.E., Head of Office (HoO) Monusco Mrs. Julia Wickam, pejabat sipil, militer dan berbagai organisasi perempuan yang berada di Propinsi Tanganyika.

■ Rasyid/Puspen TNI

BISNIS

GAYA HIDUP

OPINI

OLAH RAGA

SEPUTAR MASJID

© Copyright 2018 SUARAMERDEKA.CO.ID | All Right Reserved